Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

8 Bahaya Minum Es Teh Setiap Hari, dari Diabetes hingga Obesitas

Kompas.com - 31/10/2023, 14:30 WIB
Alicia Diahwahyuningtyas,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

3. Berisiko menyebabkan stroke

Minum es teh manis jelas akan meningkatkan asupan gula hingga kadar trigliserida (lemah darah) tubuh.

Ketika aktivitas ini dilakukan secara berlebihan, maka akibatnya dapat menempatkan Anda pada risiko stroke yang lebih tinggi.

American Heart Association (AHA) menyatakan bahwa nilai trigliserida yang tinggi dapat menjadi faktor risiko penyabab stroke.

Menurut AHA, kadar trigliserida 150-199 miligram perdesiliter (mg/dL) sebagai ambang batas atas dan trigliserida di atas 200 mg/dL sebagai tinggi.

4. Risiko penyakit jantung

Selain stroke, minum es teh manis setiap hari juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, terlebih pada beberapa orang dengan kondisi tertentu.

Satu gelas es teh dengan berat 8 ons atau volume 236.59 mililiter dapat mengandung sekitar 47 miligram kafein.

Ketika dikonsumsi berlebihan, es teh ini dapat memiliki efek negatif pada sistem kardiovaskular.

Baca juga: Apa yang Terjadi pada Tubuh jika Minum Teh Susu Tiap Hari?

5. Penambahan berat badan dan obesitas

Dikutip dari Eat This (4/5/2021), meskipun teh memiliki berbagai manfaat kesehatan yang salah satunya dapat menurunkan berat badan, namun minum es teh manis justru dapat menyebabkan hal sebaliknya.

Hal ini karena kandungan gula dalam es teh manis yang bila dikonsumsi secara berlebihan dapat meningkatkan penambahan berat badan dan risiko obesitas.

Tinjauan penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa konsumsi minuman manis, termasuk es teh sangat terkait dengan penambahan berat badan.

6. Mengurangi penyerapan zat besi

Konsumsi es teh manis setiap hari juga berpotensi mengurangi penyerapan zat besi, terlebih bila es teh diminum setelah makan.

Hal ini lantaran, teh mengandung senyawa tanin yang dapat mengikat zat besi dalam makanan tertentu sehingga membuatnya sulit untuk diserap dalam saluran.

Meski begitu, jumlah tanin dalam teh sangat bervariasi tergantung pada jenis dan cara pembuatannya. 

Baca juga: 6 Jenis Teh yang Cocok untuk Penderita Hipertensi, Bisa Menurunkan Tekanan Darah

7. Gangguan tidur

Dilansir dari Kompas.com (16/10/2023), teh mengandung kafein yang jika dikonsumsi secara berlebihan dapat mengganggu siklus tidur.

Beberapa penelitian menemukan, hanya dengan 200 mg kafein yang dikonsumsi 6 jam atau lebih sebelum tidur dapat berdampak negatif pada kualitas tidur.

Sementara itu, penelitian lain tidak menemukan adanya efek yang signifikan.

8. Mual dan mulas

Tak hanya mengganggu siklus tidur, minum es teh atau pun teh terlalu sering dapat menyebab rasa mual dan mulas.

Akibatnya, kondisi ini dapat memperparah refluks asam lambung pada sebagian orang.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat mengendurkan sfingter, otot yang memisahkan kerongkongan dari lambung, sehingga isi lambung yang bersifat asam lebih mudah mengalir ke kerongkongan.

Selain itu, konsumsi kafein juga dapat berkontribusi pada peningkatan produksi asam lambung.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com