Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

8 Bahaya Mencium Bayi, Bisa Picu Tuberkulosis dan Meningitis

Kompas.com - 24/05/2024, 17:00 WIB
Erwina Rachmi Puspapertiwi,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Mencium bayi terutama yang baru lahir, bisa membahayakan kesehatan mereka karena kulit bayi tipis dan sistem kekebalan tubuhnya masih lemah.

Selain itu, bayi juga sangat sensitif terhadap sentuhan, termasuk ciuman.

Oleh karena itu mencium bayi bisa menyebabkan kotoran masuk ke tubuh bayi melalui bibir, sehingga membuatnya mudah sakit.

Baca juga: Awas, Cium Bayi Baru Lahir Bisa Sebabkan Berbagai Risiko Kesehatan

Kekebalan tubuh belum berkembang

Dikutip dari Kompas.id (11/4/2024), Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso menjelaskan, anak-anak, khususnya bayi berada pada peningkatan risiko terkena penyakit menular tertinggi.

Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh yang belum berkembang dengan baik dan biasanya belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap.

Kondisi ini meningkatkan risiko menyebarkan virus atau bakteri yang berbahaya untuk kesehatan si kecil.

"Jadi, sebaiknya kebiasaan menyentuh anak-anak itu dikurangi, walau sulit karena sudah menjadi tradisi. Penting untuk melindungi anak-anak dengan imunisasi lengkap dan PHBS (Perilaku Hidup Bersih Sehat)," kata Piprim.

Menurut Piprim, paparan kuman memang bisa membangun sistem kekebalan tubuh pada anak. Alasannya karena sistem imunitas akan mencari cara mempertahankan diri.

Nantinya, saat kuman yang sama menyerang, tubuh siap melawan dan tidak sakit.

Namun, kondisi tersebut tak bisa dijadikan pembenaran untuk membiarkan anak terkena kuman dengan sembarangan disentuh.

Baca juga: Ini Akibat Membiarkan Orang Lain Mencium Bayi Anda


Bahaya mencium bayi baru lahir

Berikut beberapa bahaya yang dapat ditimbulkan saat bayi dicium oleh orang dewasa. 

1. Ruam sekitar mulut

Dikutip dari laman Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (UNS), bayi yang dicium sembarangan berisiko tertular virus Herpes Simplex (VHS) Tipe 1.

Penyakit ini ditandai dengan muncul luka, lepuh, serta ruam pada bibir dan kulit, demam, gusi merah dan bengkak, dan muncul benjolan di leher akibat pembengkakan kelenjar getah bening.

Bayi juga menjadi lebih rewel, tampak kesakitan, dan kurang mau menyusui atau makan akibat penyakit ini.

2. Cacar air

Selain itu, penderita cacar air yang mencium bayi berisiko menularkan virus Varisela zoster pada bagian kulit dan mukosa atau selaput lendirnya.

Virus ini juga dapat ditularkan melalui bersin dan batuk karena virusnya menular lewat droplet dan airborne. Bayi yang cacar air akan mengalami demam, rasa lelah dan kelainan kulit.

3. Reaksi alergi

Orang yang mengonsumsi makanan pemicu alergi pada bayi, seperti kacang-kacangan, kedelai, atau alergen lainnya berisiko membawa sisa makanan tersebut saat mencium bayi.

Dikutip dari Health Shots (27/1/2023), kondisi tersebut dapat menimbulkan reaksi alergi pada bayi.

4. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Penderita ISPA dapat menular penyakitnya sehingga membuat bayi berpotensi terkena berbagai penyakit lain yang tanpa gejala, infeksi ringan, sampai berisiko parah dan mematikan.

Bayi dapat tertular ISPA dari penderita yang mencium bayi atau batuk dan bersin di dekatnya. Penderita penyakit ini akan menunjukkan gejala dalam waktu beberapa jam sampai hari.

Gejalanya meliputi demam, batuk, sering nyeri tenggorok, pilek, sesak napas, serta mengi atau kesulitan bernapas.

Baca juga: Ramai soal Unggahan Bayi Meninggal Usai Diberi Makan Pisang, Dokter: Minimal Usia 6 Bulan

Halaman:

Terkini Lainnya

Sarapan Apa agar Tidak Mudah Lapar? Berikut Daftarnya

Sarapan Apa agar Tidak Mudah Lapar? Berikut Daftarnya

Tren
Ramai soal Pendaftaran CPNS Dibuka 15-29 Juli 2024, Ini Penjelasan BKN

Ramai soal Pendaftaran CPNS Dibuka 15-29 Juli 2024, Ini Penjelasan BKN

Tren
Hasil Klasemem Piala AFF U-16 2024 Usai Indonesia Libas Filipina 3-0

Hasil Klasemem Piala AFF U-16 2024 Usai Indonesia Libas Filipina 3-0

Tren
Jangan Panik, Ini Cara Mengurus Salah Transfer Uang

Jangan Panik, Ini Cara Mengurus Salah Transfer Uang

Tren
Dibuka 1 Juli, Berikut Syarat dan Cara Daftar Beasiswa Unggulan 2024

Dibuka 1 Juli, Berikut Syarat dan Cara Daftar Beasiswa Unggulan 2024

Tren
Apa Itu 'Ransomware' yang Sebabkan PDN 'Down' Berhari-hari?

Apa Itu "Ransomware" yang Sebabkan PDN "Down" Berhari-hari?

Tren
Rincian Tarif UKT Universitas Brawijaya Jalur Seleksi Mandiri 2024

Rincian Tarif UKT Universitas Brawijaya Jalur Seleksi Mandiri 2024

Tren
Rumah Subsidi Jokowi di Cikarang Selesai Dibangun 1,5 Bulan, Bagaimana Kualitasnya?

Rumah Subsidi Jokowi di Cikarang Selesai Dibangun 1,5 Bulan, Bagaimana Kualitasnya?

Tren
BMKG: Ini Wilayah yang Berpotensi Alami Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 25-26 Juni 2024

BMKG: Ini Wilayah yang Berpotensi Alami Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 25-26 Juni 2024

Tren
[POPULER TREN] Tiktoker Jepang Masak Cendol dengan Tauge | Cara Cek NIK Jadi NPWP atau Belum

[POPULER TREN] Tiktoker Jepang Masak Cendol dengan Tauge | Cara Cek NIK Jadi NPWP atau Belum

Tren
Kronologi Pesawat Korean Airlines Tujuan Taiwan Terjun Bebas 8.000 Meter

Kronologi Pesawat Korean Airlines Tujuan Taiwan Terjun Bebas 8.000 Meter

Tren
Peneliti Temukan Sungai Purba yang Aktif 40 Juta Tahun Lalu dan Mengalir di Bawah Antarktika

Peneliti Temukan Sungai Purba yang Aktif 40 Juta Tahun Lalu dan Mengalir di Bawah Antarktika

Tren
Video Viral Bocah Pesepeda Kena Pukul 'Driver' Ojol Saat Bikin Konten di Jalur Sepeda Jakpus

Video Viral Bocah Pesepeda Kena Pukul "Driver" Ojol Saat Bikin Konten di Jalur Sepeda Jakpus

Tren
Dukungan ke Palestina Terus Mengalir, Giliran Kuba Gugat Israel ke ICJ

Dukungan ke Palestina Terus Mengalir, Giliran Kuba Gugat Israel ke ICJ

Tren
Suhu Dieng Capai Minus 0,57 Derajat Celsius di Musim Kemarau, sampai Kapan Berlangsung?

Suhu Dieng Capai Minus 0,57 Derajat Celsius di Musim Kemarau, sampai Kapan Berlangsung?

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com