Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Penyebab dan Gejala Penyakit Autoimun yang Perlu Diwaspadai

Kompas.com - 29/05/2024, 12:30 WIB
Muhammad Zaenuddin

Penulis

KOMPAS.com - Penyakit autoimun adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh seseorang secara keliru merusak sel-sel sehat di tubuhnya.

Sistem kekebalan berfungsi melindungi Anda dari penyakit dan infeksi. Saat mendeteksi patogen ini, sistem kekebalan menciptakan sel spesifik untuk menyerang sel asing.

Biasanya, sistem kekebalan tubuh dapat membedakan antara sel Anda dan sel asing. Namun jika Anda mengidap penyakit autoimun, sistem kekebalan akan salah mengira bagian tubuh Anda sebagai benda asing.

Kondisi tersebut membuat tubuh melepaskan protein yang disebut autoantibodi dan menyerang sel-sel sehat.

Beberapa penyakit autoimun, seperti diabetes tipe 1, hanya menargetkan satu organ saja. Namun kondisi lain, seperti lupus, dapat memengaruhi seluruh tubuh Anda.

Baca juga: Diderita Kartika Putri, Apa Itu Sindrom Stevens Johnson dan Autoimun?


Penyebab penyakit autoimun

Beberapa orang lebih mungkin terkena penyakit autoimun dibandingkan yang lain. Meski belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan kondisi tersebut

Penyakit autoimun cenderung diturunkan dalam keluarga. Virus dan hal lain di lingkungan dapat memicu penyakit autoimun jika Anda sudah memiliki gen penyakit tersebut.

Baca juga: 10 Jenis Makanan yang Meningkatkan Sistem Imun Tubuh

Meski demikian, dilansir dari laman Healthline, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit autoimun meliputi:

  • Jenis kelamin: Perempuan saat lahir antara usia 15 dan 44 tahun lebih mungkin terkena penyakit autoimun dibandingkan laki-laki.
  • Riwayat keluarga: Anda mungkin lebih mungkin terkena penyakit autoimun karena gen yang diturunkan, meskipun faktor lingkungan juga dapat berkontribusi.
  • Faktor lingkungan: Paparan sinar matahari, merkuri, bahan kimia, asap rokok, atau infeksi bakteri dan virus tertentu, dapat meningkatkan risiko penyakit autoimun.
  • Etnis: Beberapa penyakit autoimun lebih sering terjadi pada orang-orang dalam kelompok tertentu. Misalnya, orang kulit putih di Eropa dan Amerika Serikat lebih mungkin terserang penyakit otot autoimun, sedangkan lupus cenderung lebih banyak terjadi pada orang Amerika keturunan Afrika, Hispanik, atau Latin.
  • Nutrisi: Pola makan dan nutrisi seseorang dapat memengaruhi risiko dan tingkat keparahan penyakit autoimun.
  • Kondisi kesehatan lain: Kondisi kesehatan tertentu, termasuk obesitas dan penyakit autoimun lainnya, dapat membuat Anda lebih mungkin terkena penyakit autoimun.

Baca juga: Suntik Putih Disebut Bisa Picu Autoimun, Begini Penjelasan Dokter

Gejala penyakit autoimun

Ilustrasi gejala penyakit autoimun.Freepik/jcomp Ilustrasi gejala penyakit autoimun.

Gejala penyakit autoimun bisa berbeda-beda tergantung pada bagian tubuh yang terkena, dan gejala tersebut bisa datang dan pergi.

Selama kambuh, gejala Anda mungkin menjadi parah untuk sementara waktu. Nantinya, bisa membaik atau hilang untuk jangka waktu tertentu.

Dilansir dari laman Mediline Plus NIH, banyak jenis penyakit autoimun yang menyebabkan kemerahan, bengkak, panas, dan nyeri, yang mirip tanda dan gejala peradangan.

Baca juga: Penyakit Autoimun Psoriasis Vulgaris: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Penyakit autoimun yang berbeda mungkin memiliki gejala awal yang serupa. Ini dapat mencakup:

  • Kelelahan
  • pusing atau sakit kepala ringan
  • demam ringan
  • nyeri otot
  • pembengkakan
  • sulit berkonsentrasi
  • mati rasa dan kesemutan di tangan dan kaki
  • rambut rontok
  • ruam kulit.

Baca juga: 9 Manfaat Mangga untuk Kesehatan, Rendah Kalori hingga Penambah Imun

Pada beberapa penyakit autoimun, termasuk psoriasis atau rheumatoid arthritis (RA), gejalanya bisa datang dan pergi.

Penyakit autoimun individu juga dapat memiliki gejala uniknya sendiri tergantung pada sistem tubuh yang terkena.

Misalnya, penderita diabetes tipe 1, Anda mungkin mengalami rasa haus yang ekstrem dan penurunan berat badan.

Atau penderita yang mengalami penyakit radang usus (IBD) dapat menyebabkan kembung dan diare.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com