Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Produk Susu Nol Gula Sukrosa tapi Tinggi Laktosa, Sehatkah Dikonsumsi?

Kompas.com - 23/05/2024, 14:30 WIB
Diva Lufiana Putri,
Inten Esti Pratiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Lini masa media sosial ramai memperbincangkan produk susu dengan kandungan 0 gram gula sukrosa tetapi tinggi laktosa.

Topik seputar sukrosa dan laktosa tersebut dibuat oleh akun X (dulu Twitter) @diethingy, Jumat (17/5/2024).

"Aku ketemu susu yang gulanya 0, berarti aman dikonsumsi setiap hari kan?" tulis pengunggah.

Menanggapi, sebagian warganet mengatakan bahwa produk susu tersebut termasuk tinggi gula karena mengandung 15 gram laktosa.

Namun, sebagian pengguna lain berpendapat, laktosa dan sukrosa adalah dua jenis gula berbeda, sehingga lebih aman untuk dikonsumsi.

Lantas, apa perbedaan sukrosa dan laktosa? Mana yang lebih aman dikonsumsi?

Baca juga: Bukan Saat Sarapan, Kapan Waktu Terbaik Mengonsumsi Gula?


Perbedaan sukrosa dan laktosa

Dokter gizi komunitas dari Dr Tan & Remanlay Institute, Tan Shot Yen menjelaskan, sukrosa dan laktosa merupakan jenis gula yang berbeda.

Laktosa adalah gula yang secara alami terkandung dalam susu, terdiri dari dua gugus gula, yakni glukosa dan galaktosa.

Sementara itu, sukrosa merupakan gula buatan yang juga terdiri dari dua gugus gula, glukosa dan fruktosa.

"Sukrosa tidak dibutuhkan tubuh. Biasanya digunakan sebagai pemanis produk industri," ujar Tan, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (21/5/2024).

Serupa, tubuh manusia juga sebetulnya tidak membutuhkan laktosa, terutama setelah lepas dari mengonsumsi air susu ibu (ASI).

Bahkan, Tan mengungkapkan, 80 persen lebih etnis Melayu, termasuk Indonesia, mengalami intoleransi laktosa.

Intoleransi laktosa adalah kondisi saat tubuh tidak mampu mencerna gula laktosa dalam produk susu, sehingga kerap memicu gejala diare, kembung, atau kram perut.

"Makanya minum susu hewan banyak yang mencret," kata Tan.

Kadar laktosa pada susu hewan tersebut berbeda dengan kandungan dalam ASI yang jauh lebih sedikit.

Halaman:

Terkini Lainnya

Rumah Subsidi Jokowi di Cikarang Selesai Dibangun 1,5 Bulan, Bagaimana Kualitasnya?

Rumah Subsidi Jokowi di Cikarang Selesai Dibangun 1,5 Bulan, Bagaimana Kualitasnya?

Tren
BMKG: Ini Wilayah yang Berpotensi Alami Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 25-26 Juni 2024

BMKG: Ini Wilayah yang Berpotensi Alami Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 25-26 Juni 2024

Tren
[POPULER TREN] Tiktoker Jepang Masak Cendol dengan Tauge | Cara Cek NIK Jadi NPWP atau Belum

[POPULER TREN] Tiktoker Jepang Masak Cendol dengan Tauge | Cara Cek NIK Jadi NPWP atau Belum

Tren
Kronologi Pesawat Korean Airlines Tujuan Taiwan Terjun Bebas 8.000 Meter

Kronologi Pesawat Korean Airlines Tujuan Taiwan Terjun Bebas 8.000 Meter

Tren
Peneliti Temukan Sungai Purba yang Aktif 40 Juta Tahun Lalu dan Mengalir di Bawah Antarktika

Peneliti Temukan Sungai Purba yang Aktif 40 Juta Tahun Lalu dan Mengalir di Bawah Antarktika

Tren
Video Viral Bocah Pesepeda Kena Pukul 'Driver' Ojol Saat Bikin Konten di Jalur Sepeda Jakpus

Video Viral Bocah Pesepeda Kena Pukul "Driver" Ojol Saat Bikin Konten di Jalur Sepeda Jakpus

Tren
Dukungan ke Palestina Terus Mengalir, Giliran Kuba Gugat Israel ke ICJ

Dukungan ke Palestina Terus Mengalir, Giliran Kuba Gugat Israel ke ICJ

Tren
Suhu Dieng Capai Minus 0,57 Derajat Celsius di Musim Kemarau, sampai Kapan Berlangsung?

Suhu Dieng Capai Minus 0,57 Derajat Celsius di Musim Kemarau, sampai Kapan Berlangsung?

Tren
3 Wilayah Jateng yang Berpotensi Kekeringan 24-30 Juni 2024, Mana Saja?

3 Wilayah Jateng yang Berpotensi Kekeringan 24-30 Juni 2024, Mana Saja?

Tren
Paus Fransiskus Minta Imam Persingkat Khotbah agar Umat Tidak Tertidur

Paus Fransiskus Minta Imam Persingkat Khotbah agar Umat Tidak Tertidur

Tren
Rincian Biaya Kuliah UPN Veteran Jakarta Jalur Mandiri 2024/2025

Rincian Biaya Kuliah UPN Veteran Jakarta Jalur Mandiri 2024/2025

Tren
Menlu Norwegia dan Bank Dunia Perkirakan Otoritas Palestina Akan Runtuh Tahun Ini

Menlu Norwegia dan Bank Dunia Perkirakan Otoritas Palestina Akan Runtuh Tahun Ini

Tren
Mobil Dinas TNI di Lokasi Penggerebekan Uang Palsu Rp 22 M Dipakai Warga Sipil, Ini Kata Kapuspen

Mobil Dinas TNI di Lokasi Penggerebekan Uang Palsu Rp 22 M Dipakai Warga Sipil, Ini Kata Kapuspen

Tren
Apakah Ada Denda jika Tidak Memadankan NIK-NPWP sampai 30 Juni? Ini Penjelasan DJP

Apakah Ada Denda jika Tidak Memadankan NIK-NPWP sampai 30 Juni? Ini Penjelasan DJP

Tren
Kominfo Putus Internet dari Kamboja-Filipina, Efektif Berantas Judi Online?

Kominfo Putus Internet dari Kamboja-Filipina, Efektif Berantas Judi Online?

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com