Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita WNI Melahirkan di Jepang, Dapat Bantuan Uang Rp 43 Juta dan Biaya Pascapersalinan

Kompas.com - 02/09/2023, 20:30 WIB
Alinda Hardiantoro,
Farid Firdaus

Tim Redaksi

Pencairannya membutuhkan beberapa dokumen, seperti National Health Insurance Card, Residence Card, Passport, dan Bank Account.

"Untuk uang hadiah ibu dan bayi, saya mendaftar saat dikunjungi bidan dari Ward Office sebulan setelah melahirkan. Jadi diberi penjelasan bagaimana mendaftarnya, mengisi formulir, dan kirim dokumen seperti fotokopi paspor, residence card, dan bank account," terangnya.

Baca juga: Mengenal 7 Pulau Kucing di Jepang, Ada yang Populasinya Melebihi Penduduk

Aturan subsidi bantuan melahirkan di Jepang

Dilansir dari laman University of Tokyo, pemerintah Jepang memberikan beragam fasilitas bagi mahasiswa internasional yang tengah menempuh studi di Negri Sakura itu. Salah satunya adalah biaya persalinan sebesar 500.000 yen (Rp 52 juta).

"Orang tua yang terdaftar dalam asuransi kesehatan nasional akan menerima pembayaran sekaligus untuk persalinan dan perawatan anak ketika anak mereka lahir. Pada prinsipnya, jumlahnya adalah 500.000 yen mulai April 2023," tulis laman tersebut.

Mereka juga berhak mendapat subsidi medis untuk anak dan bayi sesuai dengan usia anak dan pendapatan keluarga.

Besaran bantuan bervariasi tergantung pada daerah tempat tinggal. Sebagai contoh di Bunkyo-ku, subsidi medis ditanggung untuk anak-anak hingga akhir tahun ketiga sekolah menengah pertama tanpa batasan berdasarkan pendapatan.

Para mahasiswa internasional itu juga akan mendapat tunjangan anak dan Pemerintah Jepang. Besarannya sebagai berikut:

  • Usia 0-3 tahun: 5.000 Yen (Rp 520.000) per bulan.
  • Usia 3 tahun-akhir sekolah dasar: 10.000 yen (Rp 1 juta) per bulan (khusus anak pertama dan kedua).
  • Usia 3 tahun-akhir sekolah dasar: 15.000 yen (Rp 1,5 juta) per bulan (khusus anak ketiga dan seterusnya).
  • Siswa sekolah menengah pertama: 10.000 yen (Rp 1 juta) per bulan.
  • Mereka yang melebihi batas pendapatan: 5.000 (Rp 520.000) per bulan.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Deretan Insiden Pesawat Boeing Sepanjang 2024, Terbaru Dialami Indonesia

Deretan Insiden Pesawat Boeing Sepanjang 2024, Terbaru Dialami Indonesia

Tren
Asal-usul Gelar 'Haji' di Indonesia, Warisan Belanda untuk Pemberontak

Asal-usul Gelar "Haji" di Indonesia, Warisan Belanda untuk Pemberontak

Tren
Sosok Hugua, Politisi PDI-P yang Usul agar 'Money Politics' Saat Pemilu Dilegalkan

Sosok Hugua, Politisi PDI-P yang Usul agar "Money Politics" Saat Pemilu Dilegalkan

Tren
Ilmuwan Temukan Eksoplanet 'Cotton Candy', Planet Bermassa Sangat Ringan seperti Permen Kapas

Ilmuwan Temukan Eksoplanet "Cotton Candy", Planet Bermassa Sangat Ringan seperti Permen Kapas

Tren
8 Rekomendasi Makanan Rendah Kalori, Cocok untuk Turunkan Berat Badan

8 Rekomendasi Makanan Rendah Kalori, Cocok untuk Turunkan Berat Badan

Tren
Kronologi dan Fakta Keponakan Bunuh Pamannya di Pamulang

Kronologi dan Fakta Keponakan Bunuh Pamannya di Pamulang

Tren
Melihat 7 Pasal dalam RUU Penyiaran yang Tuai Kritikan...

Melihat 7 Pasal dalam RUU Penyiaran yang Tuai Kritikan...

Tren
El Nino Diprediksi Berakhir Juli 2024, Apakah Akan Digantikan La Nina?

El Nino Diprediksi Berakhir Juli 2024, Apakah Akan Digantikan La Nina?

Tren
Pria di Sleman yang Videonya Viral Pukul Pelajar Ditangkap Polisi

Pria di Sleman yang Videonya Viral Pukul Pelajar Ditangkap Polisi

Tren
Soal UKT Mahal Kemendikbud Sebut Kuliah Pendidikan Tersier, Pengamat: Terjebak Komersialisasi Pendidikan

Soal UKT Mahal Kemendikbud Sebut Kuliah Pendidikan Tersier, Pengamat: Terjebak Komersialisasi Pendidikan

Tren
Detik-detik Gembong Narkoba Perancis Kabur dari Mobil Tahanan, Layaknya dalam Film

Detik-detik Gembong Narkoba Perancis Kabur dari Mobil Tahanan, Layaknya dalam Film

Tren
7 Fakta Menarik tentang Otak Kucing, Mirip seperti Otak Manusia

7 Fakta Menarik tentang Otak Kucing, Mirip seperti Otak Manusia

Tren
Cerita Muluwork Ambaw, Wanita Ethiopia yang Tak Makan-Minum 16 Tahun

Cerita Muluwork Ambaw, Wanita Ethiopia yang Tak Makan-Minum 16 Tahun

Tren
Mesin Pesawat Garuda Sempat Terbakar, Jemaah Haji Asal Makassar Sujud Syukur Setibanya di Madinah

Mesin Pesawat Garuda Sempat Terbakar, Jemaah Haji Asal Makassar Sujud Syukur Setibanya di Madinah

Tren
Ada Vitamin B12, Mengapa Tidak Ada B4, B8, B10, dan B11?

Ada Vitamin B12, Mengapa Tidak Ada B4, B8, B10, dan B11?

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com