Kompas.com - 18/07/2021, 12:35 WIB
Pengendara melintas di samping jembatan Flyover Palur yang ditutup di Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (14/7/2021). Polres Karanganyar menutup total jalan layang atau flyover yang menghubungkan Kota Solo dengan Kabupaten Karanganyar tersebut untuk mengurangi mobilitas warga selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/foc. ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHAPengendara melintas di samping jembatan Flyover Palur yang ditutup di Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (14/7/2021). Polres Karanganyar menutup total jalan layang atau flyover yang menghubungkan Kota Solo dengan Kabupaten Karanganyar tersebut untuk mengurangi mobilitas warga selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/foc.

KOMPAS.com - Jelang Hari Raya Idul Adha, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengeluarkan Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pembatasan Aktivitas Masyarakat selama libur Idul Adha 1442 Hijriah.

Penerapan pembatasan sesuai ketentuan SE ini berlaku efektif mulai hari ini, Minggu (18/7/2021) hingga 25 Juli 2021.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan, penerapan kebijakan ini untuk mengantisipasi pengalaman libur panjang yang mengakibatkan peningkatan laju penularan.

Selain itu, diharapkan mampu mengontrol tingginya laju penularan virus corona dengan pola penularan klaster rumah tangga.

Wiku mengatakan, penerapan kebijakan ini mencakup aspek pembatasan mobilitas masyarakat, pembatasan kegiatan peribadatan dan tradisi selama Hari Raya Idul Adha, serta pembatasan kegiatan wisata dan aktivitas masyarakat lainnya.

Baca juga: Tata Cara Shalat Idul Adha di Rumah, Panduan dari MUI

Berikut aturan lengkap pembatasan selama libur Idul Adha 1442 H.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Perjalanan dibatasi

Dalam SE Satgas Nomor 15 Tahun 2021, seluruh bentuk perjalanan orang keluar daerah dibatasi untuk sementara.

Pengecualian diberikan bagi pekerja sektor esensial dan kritikal serta perorangan dengan keperluan mendesak.

Yang dimaksud keperluan mendesak yakni:

  • Pasien sakit keras
  • Ibu hamil dengan pendamping satu orang anggota keluarga
  • Kepentingan persalinan dengan pendamping maksimal dua orang
  • Pengantar jenazah non Covid-19 dengan jumlah maksimal lima orang.

Para pelaku perjalanan antardaerah juga harus menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR/rapid test antigen sesuai dengan ketentuan yang telah berlaku sebelumnya.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.