Dirgahayu Ke-69 Kopassus, Ini Sejarah Terbentuknya Komando Pasukan Khusus

Kompas.com - 16/04/2021, 15:15 WIB
Para prajurit Komando Pasukan Khusus yang  lulus meluapkan kegembiraannya pada penutupan Pendidikan Kursus Komando angkatan 92 Gelombang -1 TA 2012 di pantai Permisan Cilacap,jawa Tengah, Minggu  (29/7). Pada Pendidikan angkatan 92 ini telah berhasil meluluskan  169 personel  termasuk 4 personel dari Angkatan Bersenjata Kerajaan kamboja (RCAF) Berhasil sebagai peserta pendidikan yang dinyatakan terbaik antara lain Perwira terbaik letnan dua Inf Denny Sopyan, Bintara terbaik Serda bambang SB, Tamtama terbaik Prada Anas Rifai. Ho/ANTARAPara prajurit Komando Pasukan Khusus yang lulus meluapkan kegembiraannya pada penutupan Pendidikan Kursus Komando angkatan 92 Gelombang -1 TA 2012 di pantai Permisan Cilacap,jawa Tengah, Minggu (29/7). Pada Pendidikan angkatan 92 ini telah berhasil meluluskan 169 personel termasuk 4 personel dari Angkatan Bersenjata Kerajaan kamboja (RCAF) Berhasil sebagai peserta pendidikan yang dinyatakan terbaik antara lain Perwira terbaik letnan dua Inf Denny Sopyan, Bintara terbaik Serda bambang SB, Tamtama terbaik Prada Anas Rifai.

"Lebih Baik Pulang Nama Daripada Gagal di Medan Laga. Berani, Benar, Berhasil. Komando!"

KOMPAS.com - Komando Pasukan Khusus (Kopassus) berulang tahun ke-69 pada hari ini, Jumat (16/4/2021).

Dalam perjalanannya, Korps Baret Merah ini mencatatkan sejarah panjang di balik pembentukannya sejak 1950.

Sejarah kelahiran Kopassus sebagai satuan tidak terlepas dari rangkaian bersejarah dalam kehidupan bangsa Indonesia.

Pada Juli 1950, timbul pemberontakan di Maluku oleh kelompok yang menamakan dirinya Republik Maluku Selatan (RMS).

Baca juga: Simak, Apa Saja Syarat Kenaikan Pangkat Prajurit TNI?

Sejarah singkat

Prajurit Kopassus berlari meninggalkan lapangan seusai mengikuti Upacara HUT Ke-64 Kopassus di Markas Komando Kopassus, Cijantung, Jakarta, Sabtu (16/4). Sejumlah atraksi ketangkasan prajurit Kopassus turut memeriahkan acara ini.KOMPAS/WISNU WIDIANTORO Prajurit Kopassus berlari meninggalkan lapangan seusai mengikuti Upacara HUT Ke-64 Kopassus di Markas Komando Kopassus, Cijantung, Jakarta, Sabtu (16/4). Sejumlah atraksi ketangkasan prajurit Kopassus turut memeriahkan acara ini.

Dilansir dari kopassus.mil.id, pimpinan Angkatan Perang RI saat itu segera mengarahkan pasukan untuk menumpas gerombolan tersebut.

Operasi ini dipimpin langsung oleh Panglima Tentara Teritorium III Kolonel AE Kawilarang, sementara Letkol Slamet Riyadi ditunjuk sebagai Komandan Operasi.

Operasi ini berhasil menumpas gerakan pemberontakan, tetapi tidak sedikit pula korban dari pihak TNI.

Setelah dikaji, ternyata dalam beberapa pertempuran, musuh dengan kekuatan yang relatif lebih kecil sering kali mampu menggagalkan serangan TNI yang kekuatannya jauh lebih besar.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengintip Spesifikasi Tiga Kapal China yang Bantu Angkat Bangkai KRI Nanggala-402

Mengintip Spesifikasi Tiga Kapal China yang Bantu Angkat Bangkai KRI Nanggala-402

Tren
Cara Mudah Cek Penerima Bansos 2021 yang Cair Awal Mei

Cara Mudah Cek Penerima Bansos 2021 yang Cair Awal Mei

Tren
Viral Video Anak Tak Sengaja Bertemu Ayahnya Saat Mudik, Bagaimana Ceritanya?

Viral Video Anak Tak Sengaja Bertemu Ayahnya Saat Mudik, Bagaimana Ceritanya?

Tren
[HOAKS] TNI Turunkan Tank Baja untuk Penyekatan Mudik di Bekasi-Bogor

[HOAKS] TNI Turunkan Tank Baja untuk Penyekatan Mudik di Bekasi-Bogor

Tren
Update Corona Global: Covid-19 India Menyebar ke Pelosok | Jepang Perpanjang Masa Darurat

Update Corona Global: Covid-19 India Menyebar ke Pelosok | Jepang Perpanjang Masa Darurat

Tren
Berita Hangat Pekan Ini soal Isu Babi Ngepet, Dikomentari Ilmuwan hingga Penyebarnya Diusir

Berita Hangat Pekan Ini soal Isu Babi Ngepet, Dikomentari Ilmuwan hingga Penyebarnya Diusir

Tren
1,5 Juta Kasus Covid-19 Sepekan, India Diminta Lock Down

1,5 Juta Kasus Covid-19 Sepekan, India Diminta Lock Down

Tren
Mudik Lokal Dilarang, Ini Pengaturan Transportasi di Wilayah Aglomerasi

Mudik Lokal Dilarang, Ini Pengaturan Transportasi di Wilayah Aglomerasi

Tren
Foto Nani Pengirim Sate Beracun Pakai Daster Viral, Polisi Ditegur

Foto Nani Pengirim Sate Beracun Pakai Daster Viral, Polisi Ditegur

Tren
5 Bantahan Telak Iwa Kartiwa atas Cerita Anton Charliyan soal KRI Nanggala-402

5 Bantahan Telak Iwa Kartiwa atas Cerita Anton Charliyan soal KRI Nanggala-402

Tren
Rincian Peraturan Larangan Mudik 2021 dan Sanksinya yang Dimulai 6 Mei

Rincian Peraturan Larangan Mudik 2021 dan Sanksinya yang Dimulai 6 Mei

Tren
Buka beasiswa.kemdikbud.go.id untuk Daftar Beasiswa Kemdikbud 2021

Buka beasiswa.kemdikbud.go.id untuk Daftar Beasiswa Kemdikbud 2021

Tren
[POPULER TREN] Video Viral Hujan Lokal | Mudik Lokal Boleh atau Tidak?

[POPULER TREN] Video Viral Hujan Lokal | Mudik Lokal Boleh atau Tidak?

Tren
Tragedi Sate Beracun di Bantul, Targetkan Polisi Malah Tewaskan 1 Anak Ojol

Tragedi Sate Beracun di Bantul, Targetkan Polisi Malah Tewaskan 1 Anak Ojol

Tren
Roket China Jatuh Tanpa Kendali, Bisa Jatuh Besok di Wilayah Berpenghuni

Roket China Jatuh Tanpa Kendali, Bisa Jatuh Besok di Wilayah Berpenghuni

Tren
komentar
Close Ads X