Kompas.com - 08/04/2021, 10:30 WIB
Ilustrasi obat tradisional Unsplash/Bundo KimIlustrasi obat tradisional

KOMPAS.com - Banyak orang memilih obat tradisional dengan berbagai pertimbangan. Meski terbuat dari bahan alami, namun Anda tetap harus berhati-hati dalam memilih obat tradisional agar terhindari dari efek samping yang mungkin timbul.

Obat tradisional terbuat dari ramuan dari bahan tumbuhan, satwa, bahan mineral, atau sediaan sarian (galenik). Beberapa obat tradisional juga merupakan campuran dari beberapa bahan di atas.

Di Indonesia sendiri, bertebaran obat dan suplemen yang berdasar ramuan tradisional. Beberapa sudah memilih izin edan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM, beberapa lagi belum memiliki.

Nah demi keamanan, pilihlah berbagai obat dan suplemen yang memiliki izin edar resmi sehingga sudah terjamin keamanannya.

Sebagai acuan untuk masyarakat, BPOM mengeluarkan panduan bagaimana cara memilih obat tradisional yang tepat.

Baca juga: Agar Aman, Ini Cara Cek Produk Makanan dan Kosmetik yang Ditarik BPOM

1. Cek kemasan

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelum membeli, cek dulu kemasan obat tradisional yang ada. Obat yang layak dibeli dan dikonsumsi harus memenuhi persyaratan ini:

  • Kemasan dalam keadaan baik atau bersih.
  • Kemasan tidak bocor.
  • Kemasan tidak menggelembung atau penyok
  • Kemasan tidak bergambar organ tubuh atau foto-foto vulgar. 

2. Cek label

Dalam mengecek label, Anda harus memperhatikan beberapa poin yang harus ada. Yaitu:

  • Nama produk yang jelas.
  • Berat bersih atau isi bersih.
  • Nama dan alamat produsen atau importir.
  • Nomor izin edar.
  • Komposisi.
  • Kode produksi.
  • Tanggal kedaluarsa.
  • Aturan pakai.
  • Kegunaan dan cara penggunaan.
  • Peringatan dan perhatian.

Baca juga: Segera Amankan Usaha Anda, Daftarkan Produk Olahan Pangan ke BPOM

3. Cek izin edar menggunakan BPOM Public Warning Obat Tradisional

Cek izin edar adalah hal yang harus dilakukan. Ada produk yang tak memiliki izin edar, ada yang bisa jadi memalsukan izin edar.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BPOM RI (@bpom_ri)

Caranya, Anda bisa menggunakan aplikasi BPOM Public Warning Obat Tradisional.

Unduh dulu aplikasi via Google Playstore. Kemudian masuklah ke dalam aplikasi, dan ketik nama produk yang akan Anda beli. 

Anda bisa menggunakan kata kunci berupa nama produk, nama produsen, atau nama bahan kimia obat.

Setelah Anda klik "Cari", aplikasi akan menampilkan detil obat. Berupa nama produk, nama produsen, nomor izin edar, status NIE, juga status terdaftar.

4. Cek produk menggunakan CekKlik BPOM Mobile 

Anda juga bisa mengunduh ini via playstore. Setelah terpasang pada gawai, klik aplikasi dan pilih "Scan Produk".

Kemudian arahkan gawai ke barcode produk, biarkan aplikasi memindai kode yang ada. Nantinya info produk akan keluar di layar gawai.

Jika ingin cek izin edar, Anda bisa masuk ke menu "Cek Izin Edar." Masukkan kata kunci di Kategori Pencarian dan Kata Kunci Pencarian.  

Baca juga: 6 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Menyimpan Obat Sirup


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berlaku Hari Ini, Ini Aturan Lengkap Penebalan PPKM Mikro 22 Juni-5 Juli

Berlaku Hari Ini, Ini Aturan Lengkap Penebalan PPKM Mikro 22 Juni-5 Juli

Tren
Google Doodle Hari Ini, Pakai Masker dan Ingatkan Vaksinasi Covid-19

Google Doodle Hari Ini, Pakai Masker dan Ingatkan Vaksinasi Covid-19

Tren
Meningkat, Corona Varian Delta Terdeteksi di 9 Provinsi, Ini Daftarnya

Meningkat, Corona Varian Delta Terdeteksi di 9 Provinsi, Ini Daftarnya

Tren
Melihat Efektifitas Vaksin Covid-19 di Sejumlah Negara

Melihat Efektifitas Vaksin Covid-19 di Sejumlah Negara

Tren
Cara agar Chat Lama Tidak Hilang Saat Pindah WhatsApp ke Ponsel Baru

Cara agar Chat Lama Tidak Hilang Saat Pindah WhatsApp ke Ponsel Baru

Tren
Jadwal, Lokasi, dan Syarat Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 Gratis di Sejumlah Daerah: Dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, hingga Makassar

Jadwal, Lokasi, dan Syarat Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 Gratis di Sejumlah Daerah: Dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, hingga Makassar

Tren
Saat Kasus Covid-19 Meningkat dan Kepedulian Masyarakat Menurun...

Saat Kasus Covid-19 Meningkat dan Kepedulian Masyarakat Menurun...

Tren
Strawberry Supermoon 24 Juni, Apakah Berwarna Merah seperti Strawberry?

Strawberry Supermoon 24 Juni, Apakah Berwarna Merah seperti Strawberry?

Tren
[HOAKS] Covid-19 Tidak Menyebar Lewat Droplet dan Masker Membuat Tes Positif

[HOAKS] Covid-19 Tidak Menyebar Lewat Droplet dan Masker Membuat Tes Positif

Tren
Mengenang 'Si Anak Pantai' Imanez dan Perjalanan Hidupnya...

Mengenang "Si Anak Pantai" Imanez dan Perjalanan Hidupnya...

Tren
Mengenang Jasa Slamet Mulyono Bapak Jamu Gendong

Mengenang Jasa Slamet Mulyono Bapak Jamu Gendong

Tren
Video Viral Mobil Keluarkan Asap Putih Pekat Disebut sebagai Diesel Runaway, Apa Itu?

Video Viral Mobil Keluarkan Asap Putih Pekat Disebut sebagai Diesel Runaway, Apa Itu?

Tren
Benarkah Baja Ringan Bisa Hantarkan Arus Listrik?

Benarkah Baja Ringan Bisa Hantarkan Arus Listrik?

Tren
Jelang Pendaftaran CPNS 2021, Formasi Nakes Ini Wajib Punya STR Aktif, Apa Saja?

Jelang Pendaftaran CPNS 2021, Formasi Nakes Ini Wajib Punya STR Aktif, Apa Saja?

Tren
Dua Juta Kasus Covid-19 dan Kontribusi Minimal yang Bisa Kita Lakukan

Dua Juta Kasus Covid-19 dan Kontribusi Minimal yang Bisa Kita Lakukan

Tren
komentar
Close Ads X