Intensitas Siklon Seroja Meningkat, BNPB Minta 6 Provinsi Ini Siaga

Kompas.com - 07/04/2021, 20:50 WIB
Tampilan situs Zoom Earth untuk memantau pergerakan terkini siknlon tropis Seroja. KOMPAS.com/ Galuh Putri RiyantoTampilan situs Zoom Earth untuk memantau pergerakan terkini siknlon tropis Seroja.

KOMPAS.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan peningkatan intensitas siklon tropis Seroja pada 7-8 April 2021.

Menurut perkiraan BMKG, siklon Seroja akan bergerak ke arah barat daya menjauhi wilayah Indonesia.

Menyikapi kondisi tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di enam provinsi.

Baca juga: BMKG: Siklon Tropis Seroja, Daerah yang Perlu Waspada hingga Dampaknya

Keenam provinsi tersebut adalah:

  1. BPBD Jawa Tengah
  2. BPBD Jawa Timur
  3. BPBD Lampung
  4. BPBD Bali
  5. BPBD Nusa Tenggara Barat (NTB)
  6. BPBB Nusa Tenggara Timur (NTT)
  7. BPBD DI Yogyakarta

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan, siklon tropis Seroja akan berkontribusi cukup signifikan terhadap peningkatkan labilitas atmosfer dan pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia.

"Selain itu dapat mendorong peningkatan kecepatan angin yang berdampak pada peningkatkan ketinggian gelombang di sebagian wilayah perairan Indonesia," kata Raditya, dikutip dari siaran pers BNPB, Rabu (7/4/2021).

Baca juga: 5 Fakta Siklon Tropis Seroja: Peringatan BMKG, Lokasi, hingga Pergerakannya

Rekomendasi BNPB

Raditya mengatakan, BNPB telah menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada keenam BPBD provinsi tersebut, untuk menghadapai siklon tropis Seroja.

Pertama, melakukan koordinasi secara berkala dengan dinas terkait dan aparatur wilayah administrasi kabupaten dan kota di daerah setempat di bawah enam provinsi tersebut.

Kedua, melakukan monitoring untuk mendapatkan perkembangan informasi peringatan dini cuaca dan potensi ancaman bencana melalui beberapa situs yang dikelola BNPB, BMKG dan Lapan.

Ketiga, meningkatkan kegiatan sosialisasi, edukasi dan mitigasi terkait upaya pencegahan banjir dan banjir bandang dengan menggunakan media elektronik atau media sosial mengingat wilayah Indonesia sedang mengalami pandemi Covid-19.

Baca juga: Ahli: Bukan Tsunami, tapi Siklon Tropis Seroja Berpotensi Timbulkan Meteo-Tsunami

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X