Hari Santri 2020, Berikut Sejarah Penetapannya hingga Siapa yang Disebut Santri

Kompas.com - 21/10/2020, 13:07 WIB
Sejumlah santri melakukan ziarah di Taman Makam Pahlawan Bandar Lampung di Lampung, Senin (21/10/2019). Acara doa dan ziarah ke makam pahlawan tersebut diikuti oleh ratusan santri dari Pondok Sesantren Al-Hikmah Bandar Lampung sebagai rangkaian peringatan Hari Santri tahun 2019. ANTARA FOTO/ARDIANSYAHSejumlah santri melakukan ziarah di Taman Makam Pahlawan Bandar Lampung di Lampung, Senin (21/10/2019). Acara doa dan ziarah ke makam pahlawan tersebut diikuti oleh ratusan santri dari Pondok Sesantren Al-Hikmah Bandar Lampung sebagai rangkaian peringatan Hari Santri tahun 2019.

KOMPAS.com - Hari Santri menjadi salah satu topik di Google Trend, Rabu (21/10/2020). Diketahui, Hari Santri diperingati setiap tanggal 22 Oktober.

Diberitakan Kompas.com (12/10/2020), Wakil Presiden Ma'ruf Amin pernah meminta santri agar dapat menguasai digital teknologi sebagai alat dakwah masa kini dan masa depan.

Sistem dakwah melalui teknologi digital, menurutnya lebih efektif dan lebih memungkinkan masyarakat untuk menyimak dakwah kapan saja.

Waktunya pun lebih fleksibel dengan tempat yang juga bisa dilihat di mana saja.

Baca juga: Hari Menopause Sedunia 18 Oktober, Bagaimana Sejarahnya?

Bagaimana asal usul ditetapkannya Hari Santri?

Dikutip Harian Kompas, 22 Oktober 2015, Hari Santri Nasional ditetapkan lewat Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

Keppres tersebut ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 15 Oktober.

Penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional itu terkait dengan peranan para santri dalam melawan Belanda saat agresi militer kedua.

Baca juga: Benarkah Mapel Bahasa Arab dan PAI Dihapus dari Kurikulum? Berikut Penjelasan Kemenag

Santri putra beraktivitas  di Pondok Pesantren An Nuqthah, Kota Tangerang, Banten, Kamis (18/6/2020). Pondok pesantren An Nuqthah kembali melaksanakan aktivitas setelah libur panjang akibat COVID-19 dengan menerapkan protokol kesehatan dan pengecekan kesehatan bagi santri yang baru tiba.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Santri putra beraktivitas di Pondok Pesantren An Nuqthah, Kota Tangerang, Banten, Kamis (18/6/2020). Pondok pesantren An Nuqthah kembali melaksanakan aktivitas setelah libur panjang akibat COVID-19 dengan menerapkan protokol kesehatan dan pengecekan kesehatan bagi santri yang baru tiba.

Salah satu momen penting yang melandasi pencanangan Hari Santri adalah saat Hasyim Asy’ari mendeklarasikan resolusi jihad yang mewajibkan seluruh umat Islam melawan penjajah. Itu menyulut semangat patriotisme rakyat Indonesia.

Itulah sebabnya, keberadaan Hari Santri bukan merujuk pada kelompok atau pihak tertentu, melainkan pada seluruh umat Islam yang mengedepankan komitmen yang sama, yakni untuk menjaga keutuhan bangsa.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X