Saat Demonstran di Thailand Berkoordinasi dengan Bahasa Isyarat Baru

Kompas.com - 21/10/2020, 12:00 WIB
Massa pro-demokrasi menggelar aksi unjuk rasa menentang dekrit darurat oleh Pemerintah Thailand, di Bangkok, Thailand, Kamis (15/10/2020). Puluhan ribu orang turun ke jalan memprotes keputusan Pemerintah mengeluarkan dekrit darurat yang melarang kerumunan dan pembatasan media. AFP/JACK TAYLORMassa pro-demokrasi menggelar aksi unjuk rasa menentang dekrit darurat oleh Pemerintah Thailand, di Bangkok, Thailand, Kamis (15/10/2020). Puluhan ribu orang turun ke jalan memprotes keputusan Pemerintah mengeluarkan dekrit darurat yang melarang kerumunan dan pembatasan media.

KOMPAS.com - Massa unjuk rasa anti-pemerintahan di Thailand mengembangkan bahasa isyayrat baru yang hanya diketahui oleh mereka untuk berkoordinasi terkait aksi.

Sebelumnya, diberitakan Kompas.com , pemerintah dan kepolisian Thailand menaruh perhatian tinggi terhadap media sosial yang dianggap menjadi wadah peserta demonstransi mengakomodir massa.

Mereka pun tak segan memblokir media massa dan media sosial yang dinilai memuat konten yang mengancam stabilitas negara.

Salah satunya, laman Facebook pergerakan bernama FreeYOUTH yang membuat massa akhirnya beralih ke media percakapan Telegram.

Baca juga: Pemerintah Thailand Awasi Media, Koordinasi Aksi Pindah ke Telegram

Tidak hanya itu, kepolisian kini memiliki kewenangan untuk memenjarakan demonstran yang mengambil foto selfie saat aksi dan menggungggahnya di media sosial.

Hal tersebut dinilai sebagai upaya menghasut orang lain turun ke jalan untuk melakukan hal yang sama.

Atas ketatnya pengawasan pemerintah, para demonstran pun sepakat untuk membentuk bahasa baru, yakni menggunakan isyarat yang hanya bisa dimengerti kalangan mereka.

Dilansir Chiangrai Times, Rabu (21/10/2020), beberapa bahasa itu misalnya adalah menunjukkan tangan di atas kepala berarti membutuhkan payung, meletakkan tangan di atas kepala berarti membutuhkan helm, dan tangan menyilang di dada berarti ada cukup suplai di sekitarnya.

Baca juga: Demonstrasi di Thailand, Polisi Diberi Kewenangan Menyensor Media

Adanya bahasa isyarat ini dinilai memudahkan massa demonstransi Thailand untuk berkoordinasi berbagai hal tanpa khawatir diketahui oleh pihak lain.

"Awalnya kami harus berpikir apa maksud dari isyarat yang disampaikan seseorang, tapi lama-kelamaan semua mudah ditebak," kata seorang demonstran, Riam.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X