Bersiap New Normal, Ini Cara Melindungi Diri dari Penyebaran Virus Corona

Kompas.com - 01/06/2020, 08:07 WIB
Pembeli menggunakan masker saat belanja kebutuhan pokok di supermarket AEON Mal Serpong, Tangerang, Banten, Selasa (26/5/2020). Pemerintah Indonesia bersiap menerapkan tatanan baru (new normal) dalam waktu dekat. Salah satunya dengan mulai membuka pusat perbelanjaan secara bertahap di bulan Juni mendatang. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPembeli menggunakan masker saat belanja kebutuhan pokok di supermarket AEON Mal Serpong, Tangerang, Banten, Selasa (26/5/2020). Pemerintah Indonesia bersiap menerapkan tatanan baru (new normal) dalam waktu dekat. Salah satunya dengan mulai membuka pusat perbelanjaan secara bertahap di bulan Juni mendatang.

KOMPAS.com - Istilah new normal atau kenormalan baru mulai menggema setelah sejumlah negara melonggarkan penguncian akibat virus corona.

New normal merujuk pada kondisi kehidupan usai pandemi virus corona dengan berbagai protokol kesehatan yang berlaku.

Kebijakan tersebut diambil untuk menghidupkan kembali roda perekonomian negara di tengah ancaman krisis global.

Baca juga: Mengenal Apa Itu New Normal di Tengah Pandemi Corona...

Di Indonesia, pemerintah berencana akan menerapkan new normal atau kenormalan baru di empat provinsi dan 25 kabupaten atau kota.

Kebijakan tersebut dapat diperluas jika efektif untuk tetap membuat warga tetap produktif dan aman dari virus corona.

Empat provinsi yang mulai mempersiapkan menuju era kenormalan baru adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Barat, dan Gorontalo.

Baca juga: Sering Disebut-sebut, Apa Itu New Normal?

Lantas, bagaimana cara melindungi diri dari virus corona meski telah kembali beraktivitas di era kenormalan baru?

Dilansir dari laman resminya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan agar publik secara teratur membesihkan tangan dengan hand sanitizer atau mencuci tangan dengan sabun dan air.

Sebab, langkah tersebut efektif dalam membunuh virus yang mungkin ada di tangan.

Menjaga jarak atau physical distancing setidaknya 1 meter juga harus tetap dilakukan.

"Ketika seseorang batuk, bersin, atau berbicara, mereka menyemprotkan tetesan kecil dari hidung atau mulut mereka yang mungkin mengandung virus," kata WHO.

"Jika Anda terlalu dekat, Anda dapat menghirup tetesan, termasuk virus Covid-19 jika orang tersebut menderita penyakit tersebut," sambungnya.

Baca juga: Gejala Baru Virus Corona, Muncul Ruam pada Kaki Pasien Positif Covid-19

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X