Mengapa Angka Kematian akibat Covid-19 di Asia Lebih Rendah daripada Eropa dan AS?

Kompas.com - 31/05/2020, 19:45 WIB
Petugas pemakaman mengeluarkan peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 dari mobil ambulans di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Kamis (26/3/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Jenazah yang dapat dimakamkan di sana, yakni yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan berstatus positif terjangkit virus corona. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas pemakaman mengeluarkan peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 dari mobil ambulans di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Kamis (26/3/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Jenazah yang dapat dimakamkan di sana, yakni yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan berstatus positif terjangkit virus corona.

KOMPAS.com - Salah satu misteri dari pandemi Covid-19 adalah angka kematian di Asia lebih rendah daripada Eropa dan Amerika.

Perbedaan dalam tingkat mortalitas di seluruh dunia telah menarik perhatian para peneliti yang mencoba untuk memecahkan teka-teki virus corona.

Beberapa negara Asia memang memiliki reaksi cepat terhadap ancaman pandemi, tapi para peneliti juga memeriksa faktor lain, termasuk perbedaan genetik, respons sistem kekebalan tubuh, jenis virus, dan tingkat obesitas.

Baca juga: Gejala Baru Virus Corona, Muncul Ruam pada Kaki Pasien Positif Covid-19

Dilansir dari The Washington Post, Kamis (28/5/2020), China telah mencatatkan angka kematian kurang dari 5.000 kasus atau sekitar tiga kematian per satu juta penduduk.

Sementara Jepang memiliki sekitar tujuh kematian per satu juta, Pakistan enam, Korea Selatan dan Indonesia lima, India tiga, serta Thailand yang mencatatkan angka satu per satu juta penduduk.

Vietnam, Kamboja, dan Mongolia bahkan mengkalaim nol kematian terkait Covid-19.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Angka-angka itu jauh lebih rendah dibandingkan dengan Eropa dan Amerika. Jerman mencatat kematian akibat Covid-19 sekitar 100 per satu juta, 180 di Kanada, hampir 300 di AS, lebih dari 500 di Inggris, Italia, dan Spanyol.

Baca juga: Hari-hari Terburuk Italia dan Spanyol akibat Virus Corona Belum Berakhir

Penyebaran infeksi

Aktivitas masyarakat saat berada di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Senin (9/3/2020). Pemerintah resmi mengumumkan bertambahnya pasien yang dikonfirmasi positif tertular virus corona pada hari minggu, total ada 6 pasien kasus Covid-19.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Aktivitas masyarakat saat berada di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Senin (9/3/2020). Pemerintah resmi mengumumkan bertambahnya pasien yang dikonfirmasi positif tertular virus corona pada hari minggu, total ada 6 pasien kasus Covid-19.

Para ilmuwan di Chiba University, Jepang memerhatikan lintasan virus di seluruh dunia dan menyebut adanya perbedaan regional yang mencolok.

"Itu berarti kita perlu mempertimbangkan perbedaan regional terlebih dahulu sebelum menganilisis kebijakan dan faktor lain yang mempengaruhi penyebaran infeksi di negara mana pun," kata Akihiro Hisaka dari Sekolah Pascasarjana Ilmu Farmasi.

Sebagai alasan tingginya jumlah kematian di AS dan Eropa mungkin terletak pada keengganan awal dan merespons pandemi yang tampak tidak mengancam.

Baca juga: Soal Rapid Test di Indonesia, Siapa yang Dites dan Bagaimana Prosesnya?

Sementara itu, pengalaman Asia dalam menangani wabah sebelumnya, SARS dan MERS, tampaknya memungkinkan mereka untuk bergerak lebih cepat dalam menghadapi ancaman baru.

Taiwan, misalnya, telah banyak dipuji karena respons cepatnya terhadap Covid-19, termasuk pembatasan masuknya warga Wuhan sebelum virus itu meledak di China.

Di Korea Selatan, pemerintah telah melakukan pengunjian dengan skala besar, pelacakan, dan isolasi pasien.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hallyu dan Harapan di Pilpres 2024

Hallyu dan Harapan di Pilpres 2024

Tren
Viral, Video Rombongan Polisi Kendarai Motor Sport Berknalpot Brong dan Tak Memakai Helm, Begini Faktanya

Viral, Video Rombongan Polisi Kendarai Motor Sport Berknalpot Brong dan Tak Memakai Helm, Begini Faktanya

Tren
Laga Euro 2020 Hongaria vs Portugal Stadion Penuh Penonton, Kok Bisa?

Laga Euro 2020 Hongaria vs Portugal Stadion Penuh Penonton, Kok Bisa?

Tren
Gempa Maluku M 6,1, BMKG: Waspada Gempa Susulan dan Potensi Tsunami

Gempa Maluku M 6,1, BMKG: Waspada Gempa Susulan dan Potensi Tsunami

Tren
Benarkah Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 karena Virus Corona Delta?

Benarkah Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 karena Virus Corona Delta?

Tren
Beda Jalur Afirmasi, Zonasi, Prestasi dan Perpindahan Tugas PPDB 2021

Beda Jalur Afirmasi, Zonasi, Prestasi dan Perpindahan Tugas PPDB 2021

Tren
Aturan Lengkap SE Menag soal Pembatasan Kegiatan Keagamaan di Zona Merah

Aturan Lengkap SE Menag soal Pembatasan Kegiatan Keagamaan di Zona Merah

Tren
Mengenal Varian “Delta Plus”, Mutasi Baru Virus Corona Varian Delta

Mengenal Varian “Delta Plus”, Mutasi Baru Virus Corona Varian Delta

Tren
[HOAKS] KTT G7 di Inggris Tidak Menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19

[HOAKS] KTT G7 di Inggris Tidak Menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19

Tren
Puncak Gelombang Pertama Covid-19 Indonesia Diprediksi Akhir Juni, Ini Kata Epidemiolog

Puncak Gelombang Pertama Covid-19 Indonesia Diprediksi Akhir Juni, Ini Kata Epidemiolog

Tren
Menteri Risma Terima Laporan Bansos PKH Mengalir ke Keluarga Lurah dan Kades, Sebetulnya untuk Siapa?

Menteri Risma Terima Laporan Bansos PKH Mengalir ke Keluarga Lurah dan Kades, Sebetulnya untuk Siapa?

Tren
Batas Akhir dan Cara Unduh Sertifikat UTBK 2021

Batas Akhir dan Cara Unduh Sertifikat UTBK 2021

Tren
Gejala Virus Corona Varian Delta yang Mendominasi Lonjakan Kasus Covid-19 di Indonesia...

Gejala Virus Corona Varian Delta yang Mendominasi Lonjakan Kasus Covid-19 di Indonesia...

Tren
Pemerintah Perbarui Aturan Vaksinasi Covid-19, Ini Penjelasan Kemenkes

Pemerintah Perbarui Aturan Vaksinasi Covid-19, Ini Penjelasan Kemenkes

Tren
[HOAKS] Masker Tidak Bisa Menangkal Virus dan Menyebabkan Pneumonia

[HOAKS] Masker Tidak Bisa Menangkal Virus dan Menyebabkan Pneumonia

Tren
komentar
Close Ads X