Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa yang Terjadi pada Tubuh saat Dehidrasi?

Kompas.com - 12/03/2024, 14:00 WIB
Monika Novena,
Resa Eka Ayu Sartika

Tim Redaksi

Sumber Livestrong

KOMPAS.com - Air dibutuhkan oleh setiap sel agar berfungsi dengan baik dan sangat penting dalam membantu membuang racun yang masuk ke tubuh.

Lantas apa jadinya pada tubuh jika kita kekurangan asupan air atau dikenal dengan istilah dehidrasi?

Ini beberapa efeknya, seperti dikutip dari Livestrong.

Otak

Ketika tubuh mengalami dehidrasi, sel-sel mengirimkan sinyal ke otak yang memberi tahu bahwa Anda haus.

Namun dehidrasi juga memengaruhi otak Anda dengan cara yang lebih mengejutkan.

Meski mekanismenya belum sepenuhnya dipahami, dehidrasi dikaitkan dengan penurunan mood dan kinerja kognitif.

Baca juga: 5 Cara Menambah Asupan Air Harian agar Tubuh Tidak Dehidrasi

Tinjauan pada bulan Juni 2013 di ‌Journal of American College of Nutrition‌ mengungkapkan bahwa mengalami dehidrasi sebanyak 2 persen sudah cukup menganggu kinerja yang memerlukan perhatian, psikomotorik, dan ketrampilan memori langsung.

Penelitian pada bulan Februari 2012 yang diterbitkan dalam ‌Journal of Nutrition‌ menemukan bahwa dehidrasi ringan saja sudah cukup untuk menyebabkan gangguan mood.

Dehidrasi juga dapat menyebabkan masalah pada otak ketika kadar elektrolit turun terlalu rendah.

Elektrolit adalah mineral seperti kalium dan natrium yang membantu sinyal listrik lewat antar sel.

Ginjal dan sistem saluran kemih

Saat mengalami dehidrasi, sel-sel akan mengirim sinyal ke hipotalamus yang melepaskan hormon vasopresin atau dikenal sebagai hormon antidiuretik (ADH).

Hormon ini memerintahkan ginjal untuk mengeluarkan lebih sedikit air dari darah, yang menyebabkan buang air kecil lebih sedikit dan urin menjadi lebih gelap dan pekat.

Jika terus menerus mengalami dehidrasi, ginjal pun harus bekerja ekstra keras.

Baca juga: Adakah Minuman yang Bisa Menyebabkan Dehidrasi?

Hal tersebut dapat menyebabkan cedera ginjal akut, bentuk kerusakan yang membuat seseorang terkena penyakit ginjal.

"Kurangnya asupan cairan juga dapat menjadi kontributor utama pembentukan batu ginjal," Julie Stefanski, RDN, LDN, ahli diet terdaftar dan juru bicara Academy of Nutrition & Dietetics.

Halaman:
Sumber Livestrong
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com