Kompas.com - 02/12/2021, 16:02 WIB
Ilustrasi varian baru virus corona ditemukan di Botswana, Afrika Selatan. Ilmuwan setempat memperingatkan varian baru Covid-19 yang disebut B.1.1.529 dapat menghindari kekebalan dan berpotensi meningkatkan penularan. Varian Omicron ini telah dilaporkan ke WHO, dan menunjukkan penyebaran sangat cepat di Afrika Selatan. SHUTTERSTOCK/LightspringIlustrasi varian baru virus corona ditemukan di Botswana, Afrika Selatan. Ilmuwan setempat memperingatkan varian baru Covid-19 yang disebut B.1.1.529 dapat menghindari kekebalan dan berpotensi meningkatkan penularan. Varian Omicron ini telah dilaporkan ke WHO, dan menunjukkan penyebaran sangat cepat di Afrika Selatan.

KOMPAS.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan peneliti di seluruh dunia sedang memusatkan perhatian untuk menyelidiki varian baru Omicron. Kemungkinan butuh waktu berminggu-minggu untuk memahaminya.

Varian baru Omicron (B.1.1.529) pertama kali dilaporkan di Afrika Selatan pada Rabu, 24 November 2021.

Dua hari kemudian, WHO langsung memasukkan Omicron ke kategori variant of concern, melewati variant of interest, karena diyakini varian ini bisa menyebarkan virus jauh lebih cepat dibanding varian lain.

Terbukti, baru sepekan nyatanya ada 23 negara yang sudah melaporkan kasus Omicron. Daftar ini diyakini WHO akan bertambah panjang.

Baca juga: WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur Bagi Varian Baru Seperti Omicron Berkembang

Banyak hal terkait Omicron yang belum terungkap, seperti seberapa cepat varian ini lebih menular jika dibanding varian Delta, apakah Omicron membuat orang lebih sakit, apakah Omicron kebal vaksin atau bisa menginfeksi ulang para penyintas covid, dan sebagainya.

Dikutip dari AP News, Rabu (1/12/2021), para ilmuwan mengaku baru menemukan sedikit bukti tentang varian ini. Oleh karena itu, untuk menjawab pertanyaan itu dibutuhkan waktu sedikit lebih lama.

Para ilmuwan mengatakan mungkin diperlukan dua hingga empat minggu untuk mendapatkan beberapa jawaban penting.

"Ada cukup ketakutan di kalangan para ahli kesehatan," ungkap Trevor Bedford yang mempelajari evolusi virus corona di Fred Hutchinson Cancer Research Center.

Bedford berkata, Omicron mungkin tidak seburuk yang kita bayangkan. Namun meningkatkan kewaspadaan terhadap Omicron adalah respons yang tepat saat ini.

Mengapa kita perlu khawatir?

Banyak ahli mengkhawatirkan Omicron karena varian ini terbukti memiliki lebih banyak mutasi dibanding varian lain.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber AP News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.