Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ilmuwan Resmi Konfirmasi Apa yang Ada di Bagian Dalam Bulan

Kompas.com - 25/04/2024, 10:00 WIB
Monika Novena,
Resa Eka Ayu Sartika

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Struktur Bulan telah membingungkan para astronom selama berabad-abad.

Pada awal abad ke-20, para ilmuwan memperdebatkan apakah Bulan hanyalah sebuah objek berbatu yang mirip dengan satelit Mars, atau apakah memiliki geologi bagian dalam yang lebih kompleks.

Baca juga: Ada Bulan Lain yang Mengorbit Bumi, Ilmuwan Cari Tahu Asal-usulnya

Kini, berkat model matematika terbaru, perdebatan tersebut akhirnya terselesaikan.

Bagian dalam Bulan

Mengutip ZME Science, Selasa (23/4/2024) Sejak tahun 1960-an, beberapa misi telah dikirim ke Bulan, termasuk misi Apollo yang terkenal.

Para astronot Apollo tidak hanya berjalan di Bulan tetapi juga melakukan eksperimen ilmiah dan membawa kembali batuan bulan untuk dianalisis.

Misi-misi ini memberikan observasi langsung dan sampel yang sangat penting dalam memahami komposisi Bulan.

Astronot juga meninggalkan seismometer di Bulan. Dan ternyata itu memberikan petunjuk serius pertama mengenai bagian dalam dan terbuat dari apa Bulan, mengungkap potongan terakhir dari teka-teki tersebut.

Mempelajari komposisi bagian dalam benda-benda di Tata Surya paling baik dilakukan melalui data seismik. Gelombang seismik merambat secara berbeda melalui material yang berbeda.

Jadi gelombang yang dihasilkan oleh gempa Bulan ini dapat mengungkap struktur bagian dalam bulan, bergantung pada apa yang mereka lewati.

Hasil akhirnya adalah semacam sinar-X geologis.

Nah, wahana antariksa Chandrayaan-3 milik India, yang mendarat di bulan pada Agustus 2023, telah mendeteksi gempa Bulan pertama dalam kurun lebih dari 50 tahun.

Baca juga: Mengapa Manusia Perlu Membangun Pangkalan di Bulan?

Namun, peneliti dari Universitas Côte d’Azur di Perancis yang melakukan studi ini tidak memiliki akses terhadap data tersebut sehingga harus mengandalkan data lama dari era Apollo.

Tantangannya adalah data kuno memiliki resolusi rendah dibandingkan standar saat ini yang membuat sulit untuk menentukan keadaan inti Bulan.

Untuk itu, peneliti mengumpulkan data tambahan dari misi luar angkasa dan eksperimen jangkauan laser Bulan dan membuat profil fitur Bulan.

Para peneliti membuat beberapa temuan penting. Pertama, mereka menemukan bahwa materi yang lebih padat di dalam Bulan akan jatuh ke pusat Bulan, dan materi yang kurang padat akan naik ke atas.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com