WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru seperti Omicron Berkembang

Kompas.com - 02/12/2021, 09:31 WIB
WHO memperingatkan, dengan rendahnya vaksinasi dan test, juga masyarakat yang abai protokol kesehatan artinya dunia telah menciptakan ladang subur bagi virus menyebar. SHUTTERSTOCK/Tomas Ragina WHO memperingatkan, dengan rendahnya vaksinasi dan test, juga masyarakat yang abai protokol kesehatan artinya dunia telah menciptakan ladang subur bagi virus menyebar.

KOMPAS.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, dunia telah menciptakan kondisi beracun untuk varian Covid-19 baru seperti Omicron untuk muncul dan menyebar dengan cepat.

WHO menjelaskan, cakupan vaksinasi yang rendah di semua negara, ditambah tes yang sangat rendah untuk melacak virus dan masyarakat yang abai protokol kesehatan, menjadikan dunia sebagai ladang subur bagi virus untuk berkembang biak.

Badan kesehatan PBB itu menekankan, langkah-langkah menghentikan varian Delta yang dominan secara global otomatis akan menghambat Omicron.

"Kita perlu menggunakan alat yang sudah kita miliki untuk mencegah penularan dan menyelamatkan nyawa dari Delta. Dan jika kita melakukannya, kita juga akan mencegah penularan dan menyelamatkan nyawa dari Omicron," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers, Rabu (1/12/2021).

Baca juga: Varian Omicron Terdeteksi dalam Limbah di Spanyol, Ini Penjelasannya

WHO menambahkan, jika negara dan individu tidak melakukan apa yang perlu dilakukan untuk menghentikan transmisi Delta, penyebaran varian Omicron juga tidak akan berhenti.

"Secara global, cakupan vaksin dan test banyak negara sangat rendah. Kondisi ini mendorong pembiakan dan memperbanyak varian," kata WHO dikutip dari AFP, Rabu (1/12/2021).

"Itulah mengapa kami terus mendesak negara-negara untuk memastikan akses yang adil ke vaksin, tes, dan terapi di seluruh dunia."

Omicron di 23 negara

Omicron pertama kali dilaporkan ke WHO dari Afrika Selatan pada 24 November, sedangkan kasus pertama yang dikonfirmasi laboratorium diidentifikasi dari spesimen yang dikumpulkan pada 9 November.

Pada Selasa (30/11/2021), Belanda melaporkan temuan Omicron dalam dua sampel yang diambil pada 19 dan 23 November. Seorang yang terpapar Omicron baru saja melakukan perjalanan ke Afrika selatan dan yang lainnya tidak memiliki riwayat perjalanan.

Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis Covid-19 WHO mengatakan, tanggal berapa Omicron pertama kali dideteksi mungkin dapat berubah karena ada tumpukan urutan kasus yang terjadi pada November.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.