Kompas.com - 21/10/2021, 08:02 WIB
Ilustrasi covid varian delta. Kasus infeksi Covid-19 Subvarian Delta, varian virus corona keturunan varian Delta. ShutterstockIlustrasi covid varian delta. Kasus infeksi Covid-19 Subvarian Delta, varian virus corona keturunan varian Delta.


KOMPAS.com - Para ilmuwan di seluruh dunia, saat ini sedang melacak dengan cermat keturunan varian Delta di Inggris. Seperti diketahui varian Delta adalah varian virus corona yang sangat menular.

Varian Delta hingga kini masih menjadi varian virus corona yang paling diawasi, sebab varian virus SARS-CoV-2 ini kini telah menjadi varian dominan di seluruh dunia.

Virus corona terus bermutasi, tak hanya varia Delta yang mulai masuk dalam pengawasan para ilmuwan dunia.

Namun, belakangan ini keturunan varian Delta kembali terdeteksi dan teridentifikasi di Inggris.

Dilansir dari Science Alert, Kamis (21/10/2021), otoritas kesehatan masyarakat Inggris mengatakan dalam sebuah laporan pada hari Jumat pekan lalu, bahwa mereka sedang memantau subvarian Delta yang disebut AY.4.2.

Varian virus corona keturunan varian Delta itu telah menginfeksi lebih banyak orang baru-baru ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Israel Laporkan Kasus Infeksi Subvarian Delta, Apa Itu?

 

Francois Balloux, direktur di University College London Genetics Institute, mengatakan di Twitter pada hari Sabtu bahwa data tentang varian AY.4.2, keturunan varian Delta, menunjukkan 10 persen bisa lebih menular daripada varian Delta paling umum di Inggris, yang disebut AY.4.

"Karena itu, rasanya layak untuk mengawasinya (keturunan varian Delta)," katanya.

Pada 27 September, sebanyak 6 persen dari tes sekuensing varian virus corona di Inggris adalah varian AY.4.2.

Hal itu disampaikan Public Health England (PHE) yang mengatakan dalam laporannya pada hari Jumat. Mereka menambahkan bahwa perkiraan bisa tidak tepat karena sulit untuk mengurutkan mutasi varian.

Dr. Scott Gottlieb, mantan komisaris Food and Drug Administration, mengatakan bahwa varian baru itu bukan penyebab yang perlu segera dikhawatirkan.

Gottlieb justru menyerukan perlunya "penelitian mendesak" untuk mengetahui apakah keturunan varian Delta di Inggris ini lebih menular atau juga mampu menghindari respons kekebalan tubuh.

Baca juga: Studi: Viral Load Varian Delta 300 Kali Lebih Tinggi, Ini Artinya

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.