Paracetamol di Teluk Jakarta, Ahli Rekomendasikan 3 Cara Mencegah Paparan Limbah Obat di Perairan

Kompas.com - 06/10/2021, 07:30 WIB
Ilustrasi paracetamol, obat paracetamol, efek paracetamol Shutterstock/Sonis PhotographyIlustrasi paracetamol, obat paracetamol, efek paracetamol

KOMPAS.com - Kandungan paracetamol dengan konsentrasi sangat tinggi ditemukan di muara Angke dan pantai Ancol.

Paracetamol adalah obat penghilang rasa sakit yang umum digunakan untuk mengobati sakit dan nyeri. Selain itu, juga bisa membantu menurunkan demam.

Temuan ini pertama kali dimuat dalam jurnal sciencedirect.com dengan judul “High Concentration of Paracetamol in Effluents Dominated Waters of Jakarta Bay, Indonesia (Marine Pollution Bulletin, 2021).

Baca juga: Teluk Jakarta Tercemar Paracetamol, Obat Apa Itu?

Dalam studi tersebut, konsentrasi paracetamol di muara Angke disebutkan 610 nanogram per liter (ng/L). Sementara di pantai Ancol ditemukan konsentrasi paracetamol 420 ng/L.

Jika dibandingkan dengan negara lain, konsentrasi paracetamol di Teluk Jakarta jauh lebih tinggi. Sebut saja di pantai Brasil dengan kandungan paracetamol 34,6 nanogram per liter dan di pantai utara Portugis 51,2 sampai 584 ng/L.

Terkait hal tersebut, Apt. Sofa D. Alfian, PhD, Peneliti dan Dosen Departemen Farmakologi dan Farmasi Klinik Universitas Padjadjaran, mengatakan, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui pasti alasan ditemukannya paracetamol di perairan.

Menurutnya, saat ini penyebab ditemukannya paracetamol di perairan hanya bisa diasumsikan berdasarkan telaah literatur yang sudah pernah dipublikasikan sebelumnya.

Kemungkinan sumber dan jalur terjadinya residu paracetamol di lingkungan perairan.- Kemungkinan sumber dan jalur terjadinya residu paracetamol di lingkungan perairan.

“Sebuah artikel review menggambarkan pathways bagaimana paracetamol dapat mencapai perairan melalui pembuangan dari industri farmasi yang tidak optimal dan dari aktivitas manusia, termasuk membuang obat secara sembarangan,” kata Sofa kepada Kompas.com.

Lebih lajut ia mengungkap bahwa sebenarnya sudah ada regulasi yang mengatur bagaimana pengelolaan limbah medis, termasuk obat dari industri farmasi dan juga rumah sakit.

Sayangnya, memang belum ada regulasi yang secara eksplisit mengatur mengenai bagaimana cara membuang dan mengelola obat yang tidak terpakai pada skala rumah tangga.

Baca juga: Teluk Jakarta Tercemar Paracetamol, Peneliti Duga Sumbernya dari Sini

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perbedaan Bioma Stepa dan Sabana

Perbedaan Bioma Stepa dan Sabana

Oh Begitu
Cumi-cumi yang Berenang di Laut Terdalam di Dunia Ditemukan di Filipina

Cumi-cumi yang Berenang di Laut Terdalam di Dunia Ditemukan di Filipina

Oh Begitu
Seismograf, Penemuan Alat Deteksi Gempa yang Pertama Kali Digunakan di China

Seismograf, Penemuan Alat Deteksi Gempa yang Pertama Kali Digunakan di China

Oh Begitu
Mengapa Letusan Gunung Berapi Tonga Sangat Besar dan Menimbulkan Tsunami? Ahli Jelaskan

Mengapa Letusan Gunung Berapi Tonga Sangat Besar dan Menimbulkan Tsunami? Ahli Jelaskan

Fenomena
Mengenal Egg Freezing, Prosedur yang Dijalani Luna Maya untuk Memiliki Anak

Mengenal Egg Freezing, Prosedur yang Dijalani Luna Maya untuk Memiliki Anak

Oh Begitu
Ketahui Gejala Omicron yang Sering Muncul dan Cara Mencegah Penularannya

Ketahui Gejala Omicron yang Sering Muncul dan Cara Mencegah Penularannya

Oh Begitu
Panda Hanya Makan Bambu, Mengapa Tubuh Panda Tetap Besar?

Panda Hanya Makan Bambu, Mengapa Tubuh Panda Tetap Besar?

Oh Begitu
Asteroid Besar Akan Melintas Dekat Bumi Awal Februari, Apakah Berbahaya?

Asteroid Besar Akan Melintas Dekat Bumi Awal Februari, Apakah Berbahaya?

Fenomena
Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Oh Begitu
NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

Fenomena
Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Oh Begitu
Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Oh Begitu
[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

Oh Begitu
Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Kita
Fakta-fakta Supervolcano, Salah Satunya Ada di Indonesia

Fakta-fakta Supervolcano, Salah Satunya Ada di Indonesia

Fenomena
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.