Kompas.com - 04/10/2021, 13:01 WIB
Burung bangau berada di dekat kawasan Suaka Margasatwa Muara Angke di Jakarta Utara, Rabu (25/8/2021). Foto menggunakan lensa super telephoto terbaru keluaran dari Canon melalui pt. Datascrip yaitu lensa RF600mm f/4L IS USM. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGBurung bangau berada di dekat kawasan Suaka Margasatwa Muara Angke di Jakarta Utara, Rabu (25/8/2021). Foto menggunakan lensa super telephoto terbaru keluaran dari Canon melalui pt. Datascrip yaitu lensa RF600mm f/4L IS USM.

KOMPAS.com - Temuan kandungan paracetamol berkonsentrasi tinggi di Muara Angke dan Ancol membuat masyarakat bertanya-tanya, dari mana sumbernya?

Peneliti yang terlibat dalam studi yang terbit di jurnal Science Direct pada Agustus 2021 hanya bisa mengungkap dugaan sumbernya berdasar telaah kajian ilmiah yang pernah dilakukan sebelumnya.

"Kita tidak melakukan penelitian dari mana sumbernya. Tapi secara teori, ada banyak sumber yang bisa mencemari teluk Jakarta dengan paracetamol," ungkap Prof. Dr. Zainal Arifin, Peneliti Oseanografi BRIN dalam Webinar bertajuk "Limbah Farmasetika di Perairan Teluk Jakarta", Senin (4/10/2021).

"Kita peneliti hampir setuju bahwa 60-70 persen pencemaran di laut sumbernya datang dari daratan atau antropogenik (dilakukan manusia)," imbuh Zainal.

Baca juga: Teluk Jakarta Tercemar Parasetamol Konsentrasi Tinggi, DLH Uji Sampel

Dalam kasus pencemaran air di Muara Angke dan Ancol oleh parasetamol, kemungkinan besar berasal dari Jabodetabek.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dugaan pertama, bisa karena gaya hidup masyarakat. Sebagai contoh, obat-obatan kedaluwarsa atau rusak dibuang sembarangan.

Dugaan kedua, instalasi pembuangan air limbah yang tidak optimal.

Zainal menjelaskan, paracetamol tidak bisa terendapkan oleh jaring limbah yang saat ini digunakan. Ini artinya, kita memerlukan inovasi teknologi baru untuk menangani masalah tersebut.

Sementara itu, Dr. Wulan Koaguow yang juga Peneliti Oseanografi BRIN dan terlibat dalam penelitian menambahkan bahwa sebenarnya semua obat-obatan bisa menjadi kontaminan lingkungan.

Paracetamol merupakan salah satu emerging contaminants atau sangat berisiko mencemari lingkungan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.