Kompas.com - 02/08/2021, 09:02 WIB
Ilustrasi vaksin Sinovac diizinkan BPOM untuk digunakan dalam vaksinasi anak di Indonesia, yakni pada kelompok anak usia 12-17 tahun. Hasil uji klinis awal di China menunjukkan, suntikan penguat dosis ketiga vaksin Covid-19 memberikan peningkatan antibodi hingga 10 kali lipat pada anak dalam waktu seminggu. SHUTTERSTOCK/Tatevosian YanaIlustrasi vaksin Sinovac diizinkan BPOM untuk digunakan dalam vaksinasi anak di Indonesia, yakni pada kelompok anak usia 12-17 tahun. Hasil uji klinis awal di China menunjukkan, suntikan penguat dosis ketiga vaksin Covid-19 memberikan peningkatan antibodi hingga 10 kali lipat pada anak dalam waktu seminggu.

KOMPAS.com - Sekarang ini sedang dilakukan uji coba di berbagai negara untuk melihat keamanan vaksin Covid-19 bagi anak-anak di bawah usia 12 tahun.

Sekitar 10 bulan lalu, Soren Good dan adiknya yang berusia 3 tahun, Andel, menjadi warga termuda di dunia yang mendapatkan vaksin Covid-19-19 dari Pfizer.

Kakak adik ini ambil bagian dalam uji klinis fase pertama yang dilakukan di Amerika Serikat.

Ibu mereka, Zinaida Good, adalah peneliti di Institut Kanker di Stanford University yang mengetahui adanya uji coba tersebut ketika dia mencari informasi bagaimana bisa melindungi anak-anaknya dari virus corona.

"Soren yang lebih muda tidak merasakan apa pun, dia tidak menangis, dan bahkan tidur ketika divaksinasi," kata Zinaida.

Baca juga: Kenapa Vaksin Covid-19-19 untuk Anak di Bawah 12 Tahun Belum Ada?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kepada Andel yang berusia tiga tahun, tentu kami harus menjelaskan kepadanya mengenai virus dan dia mengerti adanya virus yang menakutkan bagi banyak orang sekarang ini. Jadi, memberi pengetahuan bahwa vaksin akan melindungi dirinya dari virus, dan dia akan bisa melakukan hal seperti naik bus atau naik pesawat," imbuhnya

"Dia mengerti semua itu, dan tidak protes ketika vaksinasi dilakukan."

Zinaida Good merasa lega setelah semua anggota keluarganya sudah divaksinasi.

"Kami bisa berlibur untuk pertama kalinya dan kami tidak harus khawatir lagi dengan virus corona, kami bisa melakukan aktivitas sehari-hari," katanya.

Uji coba Pfizer untuk anak-anak

Stanford University di California merupakan salah satu lokasi di mana Pfizer mengadakan uji coba vaksinnya bagi anak-anak.

Ada berbagai uji coba yang dilakukan untuk kelompok umur yang berbeda.

Uji coba yang melibatkan Soren dan Andel sekarang sudah memasuki fase kedua atau ketiga sehingga keamanan dan tingkat efikasi vaksin bagi kelompok umur ini bisa dievaluasi.

Pfizer mengatakan bahwa data mengenai uji coba bagi anak-anak berusia antara dua sampai 11 tahun akan diberikan bulan September.

Bagi mereka yang berusia enam bulan sampai dua tahun, datanya akan muncul di akhir tahun.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.