Studi Ini Tunjukkan 2 Jenis Kain Terbaik untuk Bahan Masker Universal

Kompas.com - 05/04/2021, 10:02 WIB


KOMPAS.com- Masker wajah non-medis atau masker universal, dapat melindungi dari penularan Covid-19. Studi baru menunjukkan bahwa jenis bahan masker dan jumlah lapisan kain dapat memengaruhi risiko paparan virus.

Dilansir dari Medical Xpress, Senin (5/4/2021), para peneliti di Georgia Institute of Technology, Atlanta, Amerika Serikat, telah mengukur efisiensi filtrasi partikel submikron yang melewati berbagai bahan masker kain.

Sebagai perbandingan, rambut manusia memiliki diameter sekitar 50 mikron, sementara 1 milimeter sama dengan 1.000 mikron.

"Partikel submikron dapat bertahan di udara selama berjam-jam dan berhari-hari, tergantung pada ventilasi," kata Nga. Lee (Sally) Ng, asisten profesor Tanner Faculty Fellow di School of Chemical and Biomolecular Engineering and the School of Earth and Atmospheric Sciences.

Ng mengatakan apabila suatu ruangan memiliki ventilasi buruk, maka partikel kecil ini akan dapat bertahan di dalam ruangan tersebut dalam jangka waktu yang sangat lama.

Baca juga: Cegah Covid-19, Apa Beda Masker Kain, Medis, FFP2, N95, dan KN95?

 

 

Studi ini telah dilakukan selama musim semi tahun 2020 lalu, saat pandemi tersebut memicu lockdown sejumlah negara di dunia.

Pada saat itu, masyarakat menghadapi kekurangan alat pelindung diri, sehingga mendorong orang-orang untuk membuat masker sendiri.

Dengan cepat, para peneliti di Georgia Tech menyiapkan studi tentang masker universal, menguji berbagai jenis bahan atau kain yang digunakan untuk membuat masker buatan sendiri.

Temuan dari studi ini juga digunakan untuk memberikan rekomendasi masker wajah buatan sendiri pada April 2020 lalu. Dengan temuan studi yang kemudian dipublikasikan pada 22 Maret di jurnal Aerosol Science and Technology.

Baca juga: Ahli Sarankan Pakai 2 Masker untuk Perlindungan Maksimal dari Virus Corona

 

Peneliti uji 33 jenis kain

Dalam studi ini, pada peneliti menguji sebanyak 33 bahan berbeda yang dapat diakses atau diperoleh masyarakat secara komersial.

Bahkan tidak terbatas hanya kain, termasuk kain tenun satu lapis, seperti kain katun dan polister tenunan, kain campuran, bahan kain bukan tenun, bahan berbasis selulosa, serta bahan kain yang biasa digunakan di rumah sakit, serta berbagai bahan filter.

"Kami mempelajari berbagai variabilitas dalam kinerja filtrasi bahkan dalam jenis material kain yang sama," jelas Ng.

Ryan Lively dan John H. Woody, tim peneliti lain dari Faculty Fellow in the School of Chemical and Biomolecular Engineering menambahkan studi ini telah menemukan bahan masker universal yang tersedia secara komersil yang dapat memberikan tingkat perlindungan dari partikel submikron.

Baca juga: 7 Ciri Masker Kain Tak Efektif Cegah Covid-19, Termasuk Tali Kendur

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.