Kompas.com - 25/02/2021, 19:03 WIB
Ilustrasi lubang hitam supermasif. Penemuan lubang hitam membuat tiga ilmuwan dianugerahi hadiah Nobel bidang fisika, The Nobel Prize in Physics 2020. SHUTTERSTOCK/Jurik PeterIlustrasi lubang hitam supermasif. Penemuan lubang hitam membuat tiga ilmuwan dianugerahi hadiah Nobel bidang fisika, The Nobel Prize in Physics 2020.


KOMPAS.com - Seperti yang kita tahu, Nobel Prize adalah suatu acara penghargaan yang diberikan kepada mereka yang telah memberikan manfaat besar bagi umat manusia. Ada banyak misteri alam semesta yang berpotensi diganjar penghargaan ini, jika berhasil terpecahkan.

Terdapat berbagai Nobel diantaranya bidang fisika, kimia, fisiologi atau kedokteran, sastra dan perdamaian yang ada sejak 1901, dan ilmu ekonomi sejak 1968.

Namun, dari tahun 1901 sampai sekarang belum ada satupun ilmuwan Indonesia yang meraih Nobel.

Kendati demikian, bukan berarti menutup peluang ke depannya untuk generasi penerus mendapatkan Nobel dan mengharumkan nama Indonesia. 

Jika kita berbicara tentang Nobel Prize, salah satu yang bisa kita angkat adalah Nobel Fisika. Nobel ini sudah dianugerahkan kepada 215 orang ilmuwan fisika di dunia.

Baca juga: 2 Perempuan di Balik Penemuan Gunting Genom Pemenang Nobel Kimia

 

"Ke depannya, Indonesia jugaa masih punya peluang yang bisa digunakan oleh para generasi muda Indonesia asalkan generasi muda memperbanyak questioning over learning," ungkap Suharyo Sumowidagdo, Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam webinar yang digelar oleh Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) bertajuk Pursuing Nobel Worthy Research: Strategies and Challenges, Kamis, (25/2/2021).

Suharyo berpendapat bahwa, banyak generasi muda terlalu over-learning, mencoba menguasai pengetahuan yang terlalu luas, namun kurang atau tidak pernah menanyakan atau mencari apa yang belum diketahui.

"Padahal, kemajuan ilmu pengetahuan berawal dari membuat pertanyaan dan menemukan jawabannya pertama kali," lanjut Suharyo.

Baca juga: 7 Penyakit yang Bisa Disembuhkan CRISPR, Gunting DNA Pemenang Nobel

 

Lebih lanjut, keterampilan juga salah satu hal yang diperlukan untuk menjadi orang yang pertama kali menemukan jawaban atas sebuah penelitian.

Maka dari itu, Suharyo memaparkan sisi gelap alam semesta yang bisa berpotensi untuk diteliti lebih jauh dan ditemukan kebenarannya menjadi sebuah penemuan.

1. Neutrino

Ini adalah salah satu topik misteri alam semesta yang pernah mendapatkan 2 Nobel Prize di tahun 2002 dan 2015. Neutrino di diketahui bermassa, namun tidak ada teori yang sudah teruji eksperimen dapat mejelaskan kenapa neutrino bermassa.

Baca juga: Menang Nobel Kimia 2020, Apa Itu CRISPR Gunting Kode Kehidupan?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X