Kompas.com - 25/02/2021, 11:33 WIB
Warga menunggu evakuasi saat  banjir melanda Desa Sungai Raya, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Hujan tiada henti pada Selasa (12/1/2021) berujung petaka dengan meluapnya sungai hampir di seluruh wilayah Kalimantan Selatan, sedikitnya 11 kabupaten/kota porak poranda diterjang banjir termasuk Kota Banjarmasin. ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA SWarga menunggu evakuasi saat banjir melanda Desa Sungai Raya, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Hujan tiada henti pada Selasa (12/1/2021) berujung petaka dengan meluapnya sungai hampir di seluruh wilayah Kalimantan Selatan, sedikitnya 11 kabupaten/kota porak poranda diterjang banjir termasuk Kota Banjarmasin.

KOMPAS.com - Salah satu hal yang dikhawatirkan saat terjadi banjir adalah bertemu dengan hewan-hewan tak bersahabat seperti ular, tikus, dan sebagainya.

Sebenarnya hewan apa saja yang keluar sarang saat banjir dan apa yang bisa kita lakukan untuk mengantisipasi keberadaannya?

Sejak awal Januari hingga Februari 2021, banjir dan banjir bandang telah merendam ribuan rumah masyarakat Indonesia di sejumlah wilayah provinsi.

Beberapa daerah yang turut dilanda banjir awal tahun 2021 ini adalah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), Jombang, Karawang, Malang, Kalimantan Selatan, Kota Manado, Palopo, dan lainnya.

Baca juga: Banjir di Mana-mana, Benarkah Musim Hujan Tahun Ini Lebih Basah?

Amir Hamidy, ahli zoologi Indonesia spesialis herpetologi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan bahwa, saat banjir volume air akan naik dan masuk ke lubang-lubang.

"Lubang-lubang yang sebelumnya terisi udara, dipenuhi air. Dan yang bisa survive adalah hewan-hewan yang bernapas dengan insang," kata Amir kepada Kompas.com, Rabu (24/2/2021).

Sementara hewan-hewan yang bernapas dengan paru-paru seperti ular, tikus, hingga kalajengking akan keluar dari lubang untuk mencari udara.

"Ular kan bernapas dengan paru-paru, jadi kalau dia (sedang) stay di dalam lubang, kemudian (lubang) dipenuhi air, pasti dia (ular) akan keluar mencari udara," ujar Amir.

"Selain ular, juga kalajengking, beberapa lipan, kluwing, kemudian serangga-serangga yang ada di dalam lubang, termasuk tikus," imbuh dia.

"Jadi semua hewan yang bernapas dengan paru-paru dan hidup di tanah, saat terkena banjir, dia pasti akan keluar karena butuh udara."

Tips jika hewan keluar saat banjir

Ketika sedang banjir dan ternyata ada hewan keluar di sekitar kita, hal utama dan paling penting yang harus dilakukan menurut Amir adalah tingkatkan kewaspadaan.

"Karena hewan-hewan itu memang hidup di sekitar kita," ujar Amir.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaga Daya Tahan Tubuh Anak saat Pandemi, Ini yang Harus Dilakukan Orangtua

Jaga Daya Tahan Tubuh Anak saat Pandemi, Ini yang Harus Dilakukan Orangtua

Kita
Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, Ahli Ingatkan Prokes Ketat dan Guru Harus Sudah Divaksin

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, Ahli Ingatkan Prokes Ketat dan Guru Harus Sudah Divaksin

Oh Begitu
Pria yang Terinfeksi Covid-19 Berisiko Enam Kali Lebih Tinggi Alami Difungsi Ereksi

Pria yang Terinfeksi Covid-19 Berisiko Enam Kali Lebih Tinggi Alami Difungsi Ereksi

Oh Begitu
Fitur Mode Gelap pada Smartphone Disebut Baik untuk Kesehatan Mata, Benarkah?

Fitur Mode Gelap pada Smartphone Disebut Baik untuk Kesehatan Mata, Benarkah?

Kita
Mesir Temukan Kota Emas yang Hilang, Warisan Firaun 3.000 Tahun Lalu

Mesir Temukan Kota Emas yang Hilang, Warisan Firaun 3.000 Tahun Lalu

Oh Begitu
Peringatan Dini BMKG: Waspada Gelombang Tinggi Capai 4 Meter hingga 13 April

Peringatan Dini BMKG: Waspada Gelombang Tinggi Capai 4 Meter hingga 13 April

Oh Begitu
5 Olahraga untuk Wanita 40 Tahun Ke Atas, Agar Tetap Sehat dan Bugar

5 Olahraga untuk Wanita 40 Tahun Ke Atas, Agar Tetap Sehat dan Bugar

Kita
Mengapa Gorila Sering Pukul Dada Sendiri, Ini Penjelasannya

Mengapa Gorila Sering Pukul Dada Sendiri, Ini Penjelasannya

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Gempa M 6,7 Malang yang Terasa Hingga Yogyakarta dan Bali | Pewarna Biru Alami Ditemukan

[POPULER SAINS] Gempa M 6,7 Malang yang Terasa Hingga Yogyakarta dan Bali | Pewarna Biru Alami Ditemukan

Oh Begitu
M 5,5 Guncang Malang Terasa Hingga Yogyakarta, Gempa Susulan Ke-8

M 5,5 Guncang Malang Terasa Hingga Yogyakarta, Gempa Susulan Ke-8

Fenomena
Lagi, Gempa M 5,5 Guncang Malang Hari Ini Tak Berpotensi Tsunami

Lagi, Gempa M 5,5 Guncang Malang Hari Ini Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
Kemungkinan Gempa Malang Picu Gunung Api, BMKG: Bisa tapi Kecil

Kemungkinan Gempa Malang Picu Gunung Api, BMKG: Bisa tapi Kecil

Oh Begitu
8 Manfaat Menangis Menurut Sains, Kurangi Stres sampai Tingkatkan Mood

8 Manfaat Menangis Menurut Sains, Kurangi Stres sampai Tingkatkan Mood

Kita
7 Fakta Gempa Malang, Bukan Gempa Megathrust dan Ada Sejarahnya

7 Fakta Gempa Malang, Bukan Gempa Megathrust dan Ada Sejarahnya

Oh Begitu
Setelah Gempa Malang, BMKG Peringatkan Jawa Timur Waspada Hujan dan Longsor

Setelah Gempa Malang, BMKG Peringatkan Jawa Timur Waspada Hujan dan Longsor

Fenomena
komentar
Close Ads X