Ahli Ungkap Vaksinasi Beri Risiko Lebih Rendah terhadap Covid-19

Kompas.com - 13/08/2020, 16:31 WIB
Ilustrasi vaksinasi yang diperoleh sebelumnya, menurut penelitian dapat melatih sistem kekebalan tubuh, sehingga di saat pandemi virus corona memberikan risiko infeksi Covid-19 yang lebih rendah. SHUTTERSTOCK/Africa StudioIlustrasi vaksinasi yang diperoleh sebelumnya, menurut penelitian dapat melatih sistem kekebalan tubuh, sehingga di saat pandemi virus corona memberikan risiko infeksi Covid-19 yang lebih rendah.


KOMPAS.com - Dalam suatu penelitian, para ahli mengungkapkan manfaat vaksinasi yang pernah diperoleh memberikan kekebalan tubuh yang lebih baik terhadap penyakit.

"Melihat bagaimana Covid-19, kami menemukan bahwa orang yang telah divaksinasi sebelumnya dengan berbagai vaksin, tampaknya memiliki risiko lebih rendah terkena infeksi Covid-19," kata Dr. Andrew Badley, spesialis penyakit menular di Mayo Clinic, seperti dilansir dari CNN, Kamis (13/8/2020).

Umumnya, beberapa orang menerima berbagai macam vaksin, seperti pneumococcus, influenza, hepatitis, dan lainnya.

Oleh sebab itu, ahli imunologi menyebutnya dengan immune training, yakni sistem kekebalan tubuh telah terlatih oleh pemberian vaksinasi sebelumnya.

Baca juga: Mengapa Vaksinasi Berkaitan dengan Sistem Kekebalan Tubuh Manusia?

" Sistem kekebalan tubuh Anda bisa menciptakan respons yang efektif untuk melawan infeksi. Sebuah analogi yang baik bahwa sistem kekebalan Anda sebagai otot, makin sering dilatih, maka semakin kuat saat Anda membutuhkannya," jelas Badley.

Memang belum ada bukti pasti dari vaksin lain yang memberi manfaat pada kekebalan tubuh terhadap Covid-19.

Akan tetapi, beberapa peneliti menyarankan bahwa hal itu mungkin saja terjadi.

Baca juga: Bingung Vaksinasi Anak Selama Pandemi Covid-19? Ini 5 Anjuran IDAI

Pada Juni lalu, tim peneliti di Amerika Serikat mengusulkan untuk memberikan dosis penguat vaksin campak, gondok dan rubella (MMR) kepada masyarakat.

Hal ini dilakukan untuk melihat apakah hal itu membantu mencegah efek paling parah dari infeksi virus corona.

Bulan lalu, sejumlah peneliti juga menemukan negara-negara di mana banyak orang diberikan vaksin tuberkulosis Bacillus Calmette-Guerin (BCG) memiliki lebih sedikit kematian akibat infeksi virus SARS-CoV-2.

Halaman:

Sumber CNN
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

NASA akan Kirim Astronot Perempuan Pertama ke Bulan pada 2024

NASA akan Kirim Astronot Perempuan Pertama ke Bulan pada 2024

Oh Begitu
Ahli Ciptakan Peti Mati Ramah Lingkungan, Seperti Apa?

Ahli Ciptakan Peti Mati Ramah Lingkungan, Seperti Apa?

Oh Begitu
Ahli Sarankan Deteksi Pembawa 2 Mutasi Genetik Virus Corona, Kenapa?

Ahli Sarankan Deteksi Pembawa 2 Mutasi Genetik Virus Corona, Kenapa?

Oh Begitu
BMKG: Warga Harus Akhiri Kepanikan Potensi Tsunami dan Gempa Megathrust

BMKG: Warga Harus Akhiri Kepanikan Potensi Tsunami dan Gempa Megathrust

Fenomena
BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem 3 Hari ke Depan, Ini Daftar Wilayahnya

BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem 3 Hari ke Depan, Ini Daftar Wilayahnya

Oh Begitu
Zona Sepi Gempa dan Potensi Tsunami 20 Meter di Selatan Jawa, Begini Kata Ahli

Zona Sepi Gempa dan Potensi Tsunami 20 Meter di Selatan Jawa, Begini Kata Ahli

Oh Begitu
BMKG: Skema Mitigasi 20-20-20 Masih Relevan untuk Mitigasi Tsunami Selatan Jawa

BMKG: Skema Mitigasi 20-20-20 Masih Relevan untuk Mitigasi Tsunami Selatan Jawa

Fenomena
Makan Terlalu Banyak, Ini Penjelasan dari Alasan Makan Berlebihan hingga Akibatnya

Makan Terlalu Banyak, Ini Penjelasan dari Alasan Makan Berlebihan hingga Akibatnya

Kita
3 Faktor Pemicu Meningkatnya Kasus Covid-19 di Klaster Perkantoran

3 Faktor Pemicu Meningkatnya Kasus Covid-19 di Klaster Perkantoran

Kita
Mirip Paus Pembunuh, Dinosaurus Ini Ternyata Predator Laut Zaman Jurassic

Mirip Paus Pembunuh, Dinosaurus Ini Ternyata Predator Laut Zaman Jurassic

Fenomena
IOWave20 Latihan Mitigasi Tsunami, BMKG Target Sesuaikan SOP dan Kondisi Pandemi

IOWave20 Latihan Mitigasi Tsunami, BMKG Target Sesuaikan SOP dan Kondisi Pandemi

Oh Begitu
Hackathon Diluncurkan di Indonesia, Kesempatan Berinovasi Energi Terbarukan

Hackathon Diluncurkan di Indonesia, Kesempatan Berinovasi Energi Terbarukan

Kita
10 Cara Alami Menurunkan Darah Tinggi Tanpa Obat

10 Cara Alami Menurunkan Darah Tinggi Tanpa Obat

Kita
Termasuk Mamalia, Paus Berparuh Bisa Tahan Napas Lebih dari 3 Jam

Termasuk Mamalia, Paus Berparuh Bisa Tahan Napas Lebih dari 3 Jam

Oh Begitu
Logam Berusia 1.000 Tahun untuk Baja Tahan Karat Ditemukan di Iran

Logam Berusia 1.000 Tahun untuk Baja Tahan Karat Ditemukan di Iran

Oh Begitu
komentar
Close Ads X