Penjelajah Mars Milik NASA Dilengkapi Alat Pengubah CO2 Menjadi Oksigen

Kompas.com - 10/08/2020, 11:25 WIB
Perseverance, rover cerdas generasi ketiga dalam ilustrasi artistik kala telah mendarat dengan selamat di delta purba kawah Jezero, Mars. NASA, 2020Perseverance, rover cerdas generasi ketiga dalam ilustrasi artistik kala telah mendarat dengan selamat di delta purba kawah Jezero, Mars.

KOMPAS.com – Penjelajah Planet Mars milik NASA, Perseverance, telah mengorbit dari Cape Canaveral di Florida pada 30 Juli 2020.

Perseverance membawa banyak teknologi mutakhir termasuk peralatan video super canggih serta helikopter luar angkasa pertama. Alat-alat canggih ini digunakan untuk eksperimen eksplorasi manusia di Planet Merah tersebut.

Selain itu, Perseverance juga membawa alat canggih bernama Mars Oxygen In-Situ Resource Utilization Experiment (MOXIE). Alat ini berguna untuk mengubah karbondioksida menjadi oksigen.

Baca juga: Dua Rover Cerdas Siap Menuju Mars

Mengutip Science Alert, Senin (10/8/2020), Planet Mars diketahui hanya menghasilkan 0,2 persen oksigen pada atmosfernya. Itulah mengapa butuh persiapan yang sangat matang untuk penjelajahan manusia di planet tersebut.

Bagi para penjelajah luar angkasa, oksigen adalah “barang bawaan” yang sangat memakan tempat. Butuh tangki yang besar untuk oksigen, dan sejauh ini, belum ada astronot yang bisa membawa oksigen dalam jumlah mumpuni untuk pejelajahan di Mars.

Hal itulah yang berusaha dimanfaatkan oleh MOXIE. Robot yang bergerak dengan daya baterai tersebut merupakan skala mini dari alat sebenarnya yang akan dikirim oleh NASA ke Mars pada 2030.

Baca juga: Ada 4 Fenomena Langit Hari Ini, Triple Konjungsi sampai Okultasi Mars

Seperti halnya pohon, MOXIE bekerja dengan cara mengambil karbondioksida. Robot ini didesain spesifik untuk mengambil CO2 dari atmosfer Planet Mars yang sangat tipis.

Kemudian, alat tersebut memecah molekul atmosfer tersebut menjadi oksigen dan karbon monoksida. MOXIE kemudian akan menganalisa kemurnian oksigen, dan kemudian mengeluarkan sekitar 99,6 persen oksigen.

Oksigen tersebut, bersama dengan karbon monoksida, kemudian dilepaskan kembali ke atmosfer Planet Mars. Pada robot yang akan dikirim pada 2030 mendatang, oksigen akan disimpan untuk digunakan oleh manusia dan robot.

Baca juga: 21 Tahun Ada di Bumi, Meteorit Mars Akan Dipulangkan NASA

Lalu bagaimana dengan racun yang terdapat dalam karbon monoksida? Michael Hecht, investigator untuk MOXIE, mengatakan bahwa jumlah karbon monoksida sangat sedikit.

“Jika Anda melepaskan karbon monoksida ke atmosfer Mars, itu akan menyatu dengan sedikit partikel oksigen dan kembali menjadi karbon dioksida,” tutur ia.

Saat ini, MOXIE diperkirakan bisa menghasilkan 10 gram oksigen per jam. Jumlah tersebut kira-kira sama dengan total oksigen di Bumi dalam 1,2 kaki kubik. Sebagai perbandingan, manusia membutuhkan sekitar 19 kubik kaki udara setiap hari.

Perseverance akan mulai melakukan eksperimen tersebut saat penjelajah itu tiba di Mars pada 18 Februari 2021.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X