Kompas.com - 28/10/2021, 07:30 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) meninjau Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Manggar usai acara peresmian di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (18/12/2019).TPA Manggar merupakan TPA sampah moderen yang dilengkapi dengan teknologi 'sanitary landfill' yang mampu menghancurkan sampah dengan baik, mengubah air lindi atau air yang dihasilkan dari pemaparan air hujan pada timbunan sampah menjadi gas metana dan bisa dimanfaatkan warga sekitar untuk memasak. SETPRES/AGUS SUPARTOPresiden Joko Widodo (tengah) meninjau Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Manggar usai acara peresmian di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (18/12/2019).TPA Manggar merupakan TPA sampah moderen yang dilengkapi dengan teknologi 'sanitary landfill' yang mampu menghancurkan sampah dengan baik, mengubah air lindi atau air yang dihasilkan dari pemaparan air hujan pada timbunan sampah menjadi gas metana dan bisa dimanfaatkan warga sekitar untuk memasak.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tempat pemrosesan akhir (TPA) Manggar di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, turut memberi kontribusi seiring ancaman perubahan iklim.

Selain tidak memiliki bau menyengat hingga lalat, TPA ini mengolah sampah menjadi bahan bakar gas untuk memasak serta sauna.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala UPTD TPA Manggar Kota Balikpapan Tonny Hartono mengatakan secara sederhana 1 ton sampah itu menghasilkan 50 kilogram CH4 atau metana.

"CH4 efek merusak atmosfer itu 21 kali daripada CO2 (karbon dioksida)," katanya dalam Acara Hari Habitat dan Kota Dunia 2021, Rabu (27/10/2021).

Baca juga: Perpanjang Umur TPA, Kementerian PUPR Terapkan Sistem Sanitary Landfill

Menurut dia, komposisi sampah meliputi CH4 (metana), CO2 (karbon dioksida) dan NO2 (nitrogen dioksida). Sehingga pengelolaan sampah sangat penting.

Oleh sebab itu, TPA Manggar pun mencoba untuk mengelola sampahnya. Dengan prosedur seperti menutup landfill dengan tanah, kemudian menangkap serta memanfaatkannya.

"Kalau misalnya tutupan tanah itu kurang dari 70 persen kami pakai terpal. Dengan penutupan yang baik, harapannya rilis ke atmosfer itu akan makin berkurang," terangnya.

Tonny menyampaikan, salah satu hasil dari pengolahan sampah yakni tempat sauna. Sama seperti mandi uap pada umumnya.

"Artinya CH4 atau metana yang kami kelola itu jadi bahan pembakar untuk sauna yang kami buat," terangnya.

Selain itu, hasil metan di TPA Manggar juga diolah sebagai bahan bakar kompor. Sudah melayani hingga 200 rumah.

Baca juga: Dalam Sehari, TPA Banjarbakula Tampung 240 Ton Sampah

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.