Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 10/02/2023, 09:31 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

ANKARA, KOMPAS.com – Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik Presiden Perancis Emmanuel Macron karena mengundang Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ke Paris, Perancis.

Pasalnya, undangan Zelensky ke Paris itu dilakukan sebelum pertemuan puncak para pejabat tinggi Uni Eropa pada Kamis (9/2/2023).

Zelensky hadir di Paris pada Rabu (8/2/2023) untuk melakukan pembicaraan dengan Macron dan Kanselir Jerman Olaf Scholz, sebagaimana dilansir Anadolu Agency.

Baca juga: Macron Janjikan Dukungan ke Ukraina, Zelensky Minta Jet Tempur

Diat tiba di Paris setelah sebelumnya transit di London, Inggris, di mana dia bertemu Perdana Menteri Rishi Sunak dan Raja Charles III.

Kunjungan Zelensky ke London merupakan lawatan pertamanya ke Inggris sejak Rusia melancarkan invasinya pada 24 Februari 2022.

Usai dari Perancis, dia terbang ke Brussel pada Kamis bersama Macron untuk menghadiri pertemuan puncak para pejabat tinggi Uni Eropa.

Kantor berita Italia ANSA melaporkan, Zelensky dijadwalkan melakukan pembicaraan bilateral dengan Meloni di sela-sela pertemuan puncak Uni Eropa.

Baca juga: Dubes Ukraina Kecam Pentolan Pink Floyd Roger Waters

Berbicara kepada wartawan di Brussel, Meloni menggambarkan langkah Macron untuk mengundang Zelensky ke Paris sebelum pertemuan puncak Uni Eropa merupakan tindakan yang tidak tepat.

Dia menuturkan, konflik Ukraina melibatkan semua pihak dan kekuatan Eropa harus bersatu, lapor ANSA.

“Saya pikir cara terbaik untuk membangun opsi dialog dan perdamaian adalah mempertahankan kekuatan di lapangan pada tingkat yang seimbang,” kata Meloni.

Baca juga: Rangkuman Hari Ke-350 Serangan Rusia ke Ukraina: Zelensky ke Inggris | 24 Jam Paling Mematikan

Dia memperingatkan bahwa beberapa masalah domestik dapat mengancam sikap Eropa yang telah bersatu.

Meski demikian, Meloni menegaskan kembali bahwa Italia tetap berkomitmen penuh untuk mendukung Kyiv.

Dia menambahkan bahwa pihaknya ingin memainkan peran utama, termasuk dalam fase rekonstruksi.

Baca juga: Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky Tiba di Inggris, Kunjungan Pertama sejak Invasi Rusia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rangkuman Hari Ke-585 Serangan Rusia ke Ukraina: Bantuan AS Tak Pasti | Drone Gempur Perbatasan

Rangkuman Hari Ke-585 Serangan Rusia ke Ukraina: Bantuan AS Tak Pasti | Drone Gempur Perbatasan

Global
Udara Singapura Bisa Ikut Memburuk akibat Kebakaran Hutan di Sumatera

Udara Singapura Bisa Ikut Memburuk akibat Kebakaran Hutan di Sumatera

Global
AS Hindari 'Government Shutdown', Bantuan ke Ukraina Kini Tak Pasti

AS Hindari "Government Shutdown", Bantuan ke Ukraina Kini Tak Pasti

Global
Mengenal Apa Itu 'Government Shutdown' dan Dampaknya di AS bila Terjadi

Mengenal Apa Itu "Government Shutdown" dan Dampaknya di AS bila Terjadi

Global
Turkiye Serang Basis Milisi PKK di Irak Usai Bom Bunuh Diri Guncang Ankara

Turkiye Serang Basis Milisi PKK di Irak Usai Bom Bunuh Diri Guncang Ankara

Global
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Banjir di New York | Krisis Properti China Berlanjut

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Banjir di New York | Krisis Properti China Berlanjut

Global
Kisah Perang Dunia II: Serdadu Australia Mengebom Kapal Jepang di Singapura

Kisah Perang Dunia II: Serdadu Australia Mengebom Kapal Jepang di Singapura

Global
Di Balik Batalnya 'Government Shutdown' di AS...

Di Balik Batalnya "Government Shutdown" di AS...

Global
Ukraina Upayakan Bantuan AS Tetap Mengalir Usai Batalnya 'Government Shutdown'

Ukraina Upayakan Bantuan AS Tetap Mengalir Usai Batalnya "Government Shutdown"

Global
Ponselnya Ketinggalan, 2 Pencuri Ini Balik ke Toko lalu Ditangkap Polisi

Ponselnya Ketinggalan, 2 Pencuri Ini Balik ke Toko lalu Ditangkap Polisi

Global
Drone Ukraina Serang Belgorod, Bryansk, Smolensk, dan Krasnodar di Rusia

Drone Ukraina Serang Belgorod, Bryansk, Smolensk, dan Krasnodar di Rusia

Global
Ledakan Bom Bunuh Diri di Ibu Kota Turkiye, 2 Polisi Luka-luka

Ledakan Bom Bunuh Diri di Ibu Kota Turkiye, 2 Polisi Luka-luka

Global
Azerbaijan Klaim Tentaranya Tewas Ditembak Sniper Armenia

Azerbaijan Klaim Tentaranya Tewas Ditembak Sniper Armenia

Global
Parlemen AS Batal Tutup, Biden Minta Kongres Segera Setujui Bantuan ke Ukraina

Parlemen AS Batal Tutup, Biden Minta Kongres Segera Setujui Bantuan ke Ukraina

Global
Banjir Telah Surut, Tapi Kemarahan Warga New York Belum Mereda

Banjir Telah Surut, Tapi Kemarahan Warga New York Belum Mereda

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com