Irak Sahkan UU untuk Mengkriminalisasi Hubungan dengan Israel

Kompas.com - 27/05/2022, 11:00 WIB

BAGDAD, KOMPAS.com - Parlemen Irak telah mengesahkan undang-undang (UU) yang mengatur normalisasi hubungan dengan Israel sebagai tindakan kriminal dan pelanggaran hukum tersebut dapat dihukum dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup.

UU berjudul "Mengkriminalisasi Normalisasi dan Pembentukan Hubungan dengan Entitas Zionis" itu telah disetujui pada Kamis (26/5/2022) dengan 275 legislator memberikan suara mendukungnya di majelis 329 kursi Irak.

Dilansir dari Al Jazeera, Parlemen mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa UU itu adalah cerminan sejati dari kehendak rakyat.

Baca juga: Rencanakan Pembunuhan George W. Bush, Pria Irak Ditangkap FBI di AS

Parlemen Irak tidak dapat bersidang pada masalah lain kecuali UU yang melarang hubungan dengan Israel, termasuk memilih presiden baru dan membentuk pemerintahannya sendiri, yang telah memperpanjang kebuntuan politik di negara itu.

Irak tidak pernah mengakui Israel dan warga serta perusahaan di Irak tidak dapat mengunjungi Israel.

Kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik.

UU baru juga menimbulkan risiko bagi perusahaan yang bekerja di Irak dan terbukti melanggar hukum, yang berlaku untuk semua orang Irak, lembaga negara dan independen, serta orang asing yang bekerja di negara itu, menurut teks yang dibawa oleh Kantor Berita Irak (INA).

Asal mula UU

Dilaporkan bahwa, UU "Mengkriminalisasi Normalisasi dan Pembentukan Hubungan dengan Entitas Zionis" diusulkan oleh ulama Syiah berpengaruh Muqtada al-Sadr yang partainya memenangkan lebih banyak kursi di parlemen Irak dalam pemilihan Oktober lalu.

Baca juga: George W Bush Salah Sebut Ukraina Jadi Irak, Penonton Tertawa

Ulama tersebut menyerukan agar rakyat Irak turun ke jalan untuk merayakan “pencapaian besar” dari pengesahan undang-undang tersebut.

Ratusan orang kemudian berkumpul di Baghdad tengah, meneriakkan slogan-slogan anti-Israel.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Kerusuhan Uzbekistan: Ribuan Terluka dalam Bentrokan, Konflik Etnis Dikhawatirkan Pecah

UPDATE Kerusuhan Uzbekistan: Ribuan Terluka dalam Bentrokan, Konflik Etnis Dikhawatirkan Pecah

Global
Suhu Maksimum Arab Saudi Saat Musim Haji 2022 Lebih Panas dari Indonesia

Suhu Maksimum Arab Saudi Saat Musim Haji 2022 Lebih Panas dari Indonesia

Global
Kondisi Sri Lanka Terkini, Perantau Diminta Kirim Uang untuk Beli BBM

Kondisi Sri Lanka Terkini, Perantau Diminta Kirim Uang untuk Beli BBM

Global
UE Ajukan Investasi Rp1.560 Triliun untuk Bantu Bangun Kembali Ukraina

UE Ajukan Investasi Rp1.560 Triliun untuk Bantu Bangun Kembali Ukraina

Global
Kenapa Sri Lanka Krisis BBM dan Bangkrut? Begini Ceritanya...

Kenapa Sri Lanka Krisis BBM dan Bangkrut? Begini Ceritanya...

Global
Ilmuwan Laser Rusia Meninggal Dua Hari Setelah Ditahan karena Pengkhianatan Negara

Ilmuwan Laser Rusia Meninggal Dua Hari Setelah Ditahan karena Pengkhianatan Negara

Global
Menlu China ke Myanmar Pertama Kali Sejak Kudeta Militer, Pelopori “Forum Delta Mekong”

Menlu China ke Myanmar Pertama Kali Sejak Kudeta Militer, Pelopori “Forum Delta Mekong”

Global
PM Australia ke Ukraina, Janjikan Bantuan Militer Rp 1 Triliun

PM Australia ke Ukraina, Janjikan Bantuan Militer Rp 1 Triliun

Global
Begini Cara Negara-negara Eropa Hadapi Lonjakan Harga Energi di Tengah Perang Rusia-Ukraina

Begini Cara Negara-negara Eropa Hadapi Lonjakan Harga Energi di Tengah Perang Rusia-Ukraina

Global
Turkiye Menahan Kapal Kargo Rusia Berisi Gandum Diduga Dicuri dari Ukraina

Turkiye Menahan Kapal Kargo Rusia Berisi Gandum Diduga Dicuri dari Ukraina

Global
Uzbekistan Ricuh, Status Darurat di Wilayah Otonomi yang Dilanda Demo

Uzbekistan Ricuh, Status Darurat di Wilayah Otonomi yang Dilanda Demo

Global
Mesir Tutup Pantai di Laut Merah Setelah Serangan Hiu Mematikan Beturut-turut

Mesir Tutup Pantai di Laut Merah Setelah Serangan Hiu Mematikan Beturut-turut

Global
Sejumlah Kota Batalkan Pesta Kembang Api Hari Kemerdekaan AS 4 Juli, Ini Sebabnya

Sejumlah Kota Batalkan Pesta Kembang Api Hari Kemerdekaan AS 4 Juli, Ini Sebabnya

Global
Horor Penembakan Mal di Kopenhagen Denmark, Tersangka Tembaki Pengunjung, 3 Orang Tewas

Horor Penembakan Mal di Kopenhagen Denmark, Tersangka Tembaki Pengunjung, 3 Orang Tewas

Global
Rusia Sebut Barat Tak Izinkan Ukraina Bahas Perdamaian

Rusia Sebut Barat Tak Izinkan Ukraina Bahas Perdamaian

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.