Ukraina Sambut Baik Rencana Rusia Lanjutkan Pembicaraan pada Awal Februari

Kompas.com - 27/01/2022, 23:09 WIB
Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba saat berbicara dalam konferensi pers gabungan dengan Menlu Jerman di Berlin, 9 Juni 2021. POOL/JOHN MACDOUGALL via AFPMenteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba saat berbicara dalam konferensi pers gabungan dengan Menlu Jerman di Berlin, 9 Juni 2021.

KOPENHAGEN, KOMPAS.com - Ukraina pada Kamis (27/1/2022) menyambut baik rencana Rusia melanjutkan pembicaraan pada awal Februari.

Ukraina juga merasa rencana itu pertanda Rusia bermaksud menemukan solusi diplomatik untuk krisis saat ini.

Kekhawatiran global berkembang atas potensi invasi Rusia ke Ukraina, karena puluhan ribu tentara Rusia telah ditempatkan di perbatasan dalam beberapa pekan terakhir.

Baca juga: Kenapa Rusia-Ukraina Perang dan Apa yang Diincar Putin?

Pada Rabu (26/1/2022), pejabat senior Rusia dan Ukraina bertemu di Paris dengan perwakilan dari Perancis dan Jerman.

"Kabar baiknya adalah para penasihat sepakat untuk bertemu di Berlin dalam dua minggu, yang berarti bahwa setidaknya untuk dua minggu ke depan, Rusia kemungkinan akan tetap berada di jalur diplomatik," kata Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba kepada wartawan di Kopenhagen setelah pembicaraan dengan mitranya dari Denmark.

Dia mencatat bahwa sementara tidak ada perubahan besar setelah pertemuan pada Rabu, kesepakatan untuk melanjutkan diskusi adalah kabar baik.

Meskipun demikian, ia menyerukan Barat untuk memperkuat kerja sama militer dan pertahanannya dengan Kiev.

"Meskipun saya lebih suka soft power, saya khawatir ini adalah waktu yang tepat untuk menggunakan hard power. Ukraina yang kuat adalah tindakan pencegahan terbaik".

Dia juga memuji Pemerintah AS untuk "berkonsultasi dengan kami sebelum mereka berbicara dengan Rusia".

Namun, dia mengingatkan bahwa Kiev "tidak akan membiarkan siapa pun, bahkan teman-teman kita, untuk memaksakan konsesi pada kita" dan bersikeras itu kehendak Rusia untuk membuat konsesi.

“Setiap negara dapat melakukan sesuatu jika memiliki kemauan politik. Dan ketika tidak, mereka tidak akan menemukan alasan untuk tidak melakukan apa-apa”, kata Kuleba dengan menghujat Jerman, yang menolak memberikan senjata ke Ukraina.

Baca juga: Dalam Bayang Invasi Rusia, Ini Daftar Negara yang Kirim Senjata ke Ukraina

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jalur Narkoba Bawah Tanah dari Meksiko ke AS Ditemukan, 'Canggih' dengan Sistem Rel dan Listrik

Jalur Narkoba Bawah Tanah dari Meksiko ke AS Ditemukan, "Canggih" dengan Sistem Rel dan Listrik

Global
Cerita “Situasi Hidup atau Mati” dari Penumpang yang Mendaratkan Pesawat Tanpa Pengalaman Terbang

Cerita “Situasi Hidup atau Mati” dari Penumpang yang Mendaratkan Pesawat Tanpa Pengalaman Terbang

Global
Kenapa Beberapa Orang Tak Segan Menonton Film Porno di Tempat Umum, Ini 3 Alasannya

Kenapa Beberapa Orang Tak Segan Menonton Film Porno di Tempat Umum, Ini 3 Alasannya

Global
Terungkap Motif Pelaku Penembakan Massal di Gereja AS: Punya “Kebencian Terhadap Taiwan”

Terungkap Motif Pelaku Penembakan Massal di Gereja AS: Punya “Kebencian Terhadap Taiwan”

Global
AS Peringatkan Agar Bisnis Tak Pekerjakan Pekerja IT dari Korea Utara

AS Peringatkan Agar Bisnis Tak Pekerjakan Pekerja IT dari Korea Utara

Global
Diboikot Negara Barat, Ekspor Minyak Rusia ke India Melonjak, Naik Jadi Pemasok Terbesar Keempat

Diboikot Negara Barat, Ekspor Minyak Rusia ke India Melonjak, Naik Jadi Pemasok Terbesar Keempat

Global
Warga Jepang dan Korsel Patuh Pakai Masker Meski Covid-19 Kian Mereda

Warga Jepang dan Korsel Patuh Pakai Masker Meski Covid-19 Kian Mereda

Global
AS Sukses Uji Coba Senjata Hipersonik 'Lima Kali Kecepatan Suara'

AS Sukses Uji Coba Senjata Hipersonik 'Lima Kali Kecepatan Suara'

Global
PM Estonia ke Para Pemimpin Dunia: Setop Telepon Putin Biar Rasakan Isolasi Sesungguhnya

PM Estonia ke Para Pemimpin Dunia: Setop Telepon Putin Biar Rasakan Isolasi Sesungguhnya

Global
Anjing Korban Kekerasan di Hongaria Dilatih Jadi Tim Misi NATO

Anjing Korban Kekerasan di Hongaria Dilatih Jadi Tim Misi NATO

Global
Bernama Sama dengan Majalah, Pub Bernama Vogue Diminta Ganti Nama

Bernama Sama dengan Majalah, Pub Bernama Vogue Diminta Ganti Nama

Global
Rusia: 265 Tentara Ukraina di Pabrik Baja Azovstal Mariupol Menyerahkan Diri

Rusia: 265 Tentara Ukraina di Pabrik Baja Azovstal Mariupol Menyerahkan Diri

Global
Kisah Penggalian Makam Firaun Tutankhamun 100 Tahun Lalu dan Sayatan Pertama yang Membedahnya

Kisah Penggalian Makam Firaun Tutankhamun 100 Tahun Lalu dan Sayatan Pertama yang Membedahnya

Global
Pasca-pemilu, Sekjen PBB Minta Lebanon Bentuk Pemerintah Inklusif

Pasca-pemilu, Sekjen PBB Minta Lebanon Bentuk Pemerintah Inklusif

Global
Imigrasi Batam Pastikan Dokumen UAS Lengkap Saat Mau ke Singapura

Imigrasi Batam Pastikan Dokumen UAS Lengkap Saat Mau ke Singapura

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.