Covid Eropa, WHO Khawatir Total Kematian Capai 2,2 Juta Orang Musim Dingin Ini

Kompas.com - 23/11/2021, 22:26 WIB
Seorang petugas medis sedang merawat pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat Bukares, Romania, Senin (8/11/2021). Ratusan orang meninggal setiap hari selama dua bulan terakhir di Romania, salah satu negara dengan dampak Covid-19 terparah di Eropa, mengingat jumlah vaksinasi di Eropa Tengah dan Timur tidak sebanyak Eropa Barat. AP PHOTO/VADIM GHIRDASeorang petugas medis sedang merawat pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat Bukares, Romania, Senin (8/11/2021). Ratusan orang meninggal setiap hari selama dua bulan terakhir di Romania, salah satu negara dengan dampak Covid-19 terparah di Eropa, mengingat jumlah vaksinasi di Eropa Tengah dan Timur tidak sebanyak Eropa Barat.

JENEWA, KOMPAS.com - Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (23/11/2021) khawatir, jumlah kematian akibat Covid-19 di Eropa mencapai 2,2 juta orang musim dingin ini jika tren buruk berlanjut.

Sekitar 700.000 orang diprediksi bisa meninggal dalam beberapa bulan mendatang, kata WHO, ketika kasus-kasus melonjak di seluruh Eropa, mendorong beberapa negara untuk menerapkan kembali pembatasan ketat.

WHO memperkirakan, akan ada tekanan besar atau ekstrem di unit perawatan intensif (ICU) di 49 dari 53 negara antara sekarang hingga 1 Maret 2022.

Baca juga: 5 Penyebab Lonjakan Covid-19 di Eropa, Bahaya Berpuas Diri Saat Vaksinasi Tinggi

"Kematian kumulatif yang dilaporkan diproyeksikan mencapai lebih dari 2,2 juta sampai musim semi tahun depan," tambahnya, naik dari 1,5 juta kematian saat ini.

Covid-19 adalah penyebab utama kematian di seluruh Eropa dan Asia Tengah, menurut laporan WHO, mengutip angka dari Institute for Health Metrics and Evaluation.

Kenaikan di Eropa didorong oleh kombinasi varian Delta yang sangat menular, cakupan vaksinasi yang tidak mencukupi, dan pelonggaran tindakan seperti pemakaian masker dan jarak fisik, kata WHO.

Menurut data WHO, kematian terkait Covid-19 meningkat minggu lalu menjadi hampir 4.200 per hari, dua kali lipat dari 2.100 kematian per hari pada akhir September.

WHO juga mengatakan, semakin banyak bukti bahwa perlindungan dari vaksin terhadap infeksi dan penyakit ringan sedang menurun.

"Situasi Covid-19 di seluruh Eropa dan Asia Tengah sangat serius. Kami menghadapi musim dingin yang menantang ke depan," kata direktur regional WHO Eropa, Hans Kluge, dikutip dari AFP.

Dia menyerukan pendekatan "vaksin plus", yang terdiri dari vaksinasi, social distancing, penggunaan masker wajah, dan cuci tangan.

WHO mengatakan, masker wajah mengurangi risiko penularan Covid-19 hingga 53 persen menurut penelitian baru-baru ini, dan "lebih dari 160.000 kematian dapat dicegah (hingga 1 Maret 2022) jika cakupan masker universal 95 persen tercapai".

Baca juga: Belajar dari Lonjakan Covid-19 Eropa, Vaksin Saja Tidak Cukup

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Darurat Polusi Plastik: Udara yang Kita Hirup Mengandung Mikroplastik

Darurat Polusi Plastik: Udara yang Kita Hirup Mengandung Mikroplastik

Global
Fisikawan Perancis Ciptakan Gelembung Ajaib, Butuh Lebih dari Satu Tahun untuk Meletus

Fisikawan Perancis Ciptakan Gelembung Ajaib, Butuh Lebih dari Satu Tahun untuk Meletus

Global
MI5: Partai Komunis China Hendak Susupi Parlemen Inggris

MI5: Partai Komunis China Hendak Susupi Parlemen Inggris

Global
Iseng Periksa Folder Spam Email, Wanita Ini Temukan Jackpot Lotre Jutaan Dollar AS

Iseng Periksa Folder Spam Email, Wanita Ini Temukan Jackpot Lotre Jutaan Dollar AS

Global
Sepekan Tsunami Tonga: Kronologi, Dampak, dan Kondisi Terkini

Sepekan Tsunami Tonga: Kronologi, Dampak, dan Kondisi Terkini

Global
Misteri Hilangnya Keluarga Jamison, Benarkah Jadi Target Sekte Sesat?

Misteri Hilangnya Keluarga Jamison, Benarkah Jadi Target Sekte Sesat?

Global
Paus Fransiskus Khawatirkan Ketegangan Ukraina, Risiko Keamanan Bayangi Eropa

Paus Fransiskus Khawatirkan Ketegangan Ukraina, Risiko Keamanan Bayangi Eropa

Global
Insiden Dyatlov Pass: Misteri Kematian 9 Pendaki Rusia di Tengah Salju

Insiden Dyatlov Pass: Misteri Kematian 9 Pendaki Rusia di Tengah Salju

Global
Situasi Makin Panas, Keluarga Personel Kedutaan AS Diminta Tinggalkan Ukraina

Situasi Makin Panas, Keluarga Personel Kedutaan AS Diminta Tinggalkan Ukraina

Global
Situasi Rusia-Ukraina Makin Panas, AS Kirim Kapal Induk

Situasi Rusia-Ukraina Makin Panas, AS Kirim Kapal Induk

Global
Covid-19 India Memburuk Lagi, Catat 300.000 Kasus 4 Hari Berturut-turut

Covid-19 India Memburuk Lagi, Catat 300.000 Kasus 4 Hari Berturut-turut

Global
CEO Pfizer: Pemberian Booster Covid-19 yang Terlalu Sering Bukan Skenario yang Baik

CEO Pfizer: Pemberian Booster Covid-19 yang Terlalu Sering Bukan Skenario yang Baik

Global
Kebakaran California Lalap 1.500 Hektare Lahan, Ratusan Orang Dievakuasi

Kebakaran California Lalap 1.500 Hektare Lahan, Ratusan Orang Dievakuasi

Global
Cium Kaki Ibu di Pengadilan, Pria Mesir Selamat dari Hukuman Mati

Cium Kaki Ibu di Pengadilan, Pria Mesir Selamat dari Hukuman Mati

Global
Bantuan Kemanusiaan jadi Agenda Utama Pertemuan Taliban dengan Negara Barat

Bantuan Kemanusiaan jadi Agenda Utama Pertemuan Taliban dengan Negara Barat

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.