Belajar dari Lonjakan Covid-19 Eropa, Vaksin Saja Tidak Cukup

Kompas.com - 22/11/2021, 12:14 WIB
Para staf medis memaku penutup peti mati berisi korban Covid-19 di kamar jenazah Rumah Sakit Darurat Universitas, di Bucharest, Rumania, Senin (8/11/2021). Ratusan orang meninggal setiap hari selama dua bulan terakhir di Rumania yang telah menjadi salah satu yang paling terpukul dalam serangan virus saat ini yang mengamuk di negara-negara Eropa Tengah dan Timur di mana jauh lebih sedikit orang yang telah diinokulasi daripada di Eropa Barat. AP PHOTO/VADIM GHIRDAPara staf medis memaku penutup peti mati berisi korban Covid-19 di kamar jenazah Rumah Sakit Darurat Universitas, di Bucharest, Rumania, Senin (8/11/2021). Ratusan orang meninggal setiap hari selama dua bulan terakhir di Rumania yang telah menjadi salah satu yang paling terpukul dalam serangan virus saat ini yang mengamuk di negara-negara Eropa Tengah dan Timur di mana jauh lebih sedikit orang yang telah diinokulasi daripada di Eropa Barat.

KOMPAS.com - Negara-negara di Eropa memiliki tingkat vaksinasi Covid-19 tinggi, tetapi ternyata belum cukup untuk menghentikan penyebaran wabah virus corona.

Kelengahan masyarakat yang sudah merayakan kehidupan normal berkat vaksinasi tinggi, memicu lonjakan kasus Covid-19 di Eropa belakangan ini.

Irlandia contohnya yang memberlakukan jam malam tengah malam di industri hiburan awal pekan ini, meskipun tingkat vaksinasinya salah satu yang terbaik di Eropa yaitu 89,1 persen.

Baca juga: WHO: Situasi Covid di Eropa Mengkhawatirkan

Kemudian di Portugal yang mana 87 populasinya sudah divaksin, pemerintah sedang mempertimbangkan langkah-langkah baru ketika kasus meningkat.

Sementara itu, Inggris mengalami gelombang Covid-19 yang panjang meski Perdana Menteri Boris Johnson sering menyuarakan keunggulan awal dalam vaksinasi.

Belanda juga memberlakukan pembatasan baru yang memicu demo ricuh di Rotterdam pada Jumat malam (19/11/2021).

Dikutip dari CNN pada Sabtu (20/11/2021), ini semua terjadi meskipun vaksin Covid-19 bekerja dengan baik.

Bahaya berpuas diri

Vaksin Covid-19 ditawarkan di salah satu bangunan ikonik Austria, Katedral St Stephan, di pusat ibu kota Wina, Jumat (13/8/2021). Papan tanda di kiri bertuliskan, Arah sini menuju pusat vaksinasi.AP PHOTO/LISA LEUTNER Vaksin Covid-19 ditawarkan di salah satu bangunan ikonik Austria, Katedral St Stephan, di pusat ibu kota Wina, Jumat (13/8/2021). Papan tanda di kiri bertuliskan, Arah sini menuju pusat vaksinasi.
Tingkat vaksinasi yang relatif tinggi tidak cukup untuk menghentikan penyebaran Covid-19.

Sudah muncul tanda-tanda peringatan dari Jerman dan Austria, dengan lonjakan kasus Covid-19 yang tinggi dalam beberapa pekan terakhir, dan itu menunjukkan bahaya berpuas diri.

Austria akan memasuki lockdown nasional total pada Senin (22/11/2021), hanya beberapa hari setelah me-lockdown orang-orang yang belum divaksin.

Halaman:
Baca tentang
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Video Pilihan

Sumber CNN
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Warga UEA Kali Pertama Kerja Hari Jumat: Rasanya Aneh, Panjang, dan Sulit

Cerita Warga UEA Kali Pertama Kerja Hari Jumat: Rasanya Aneh, Panjang, dan Sulit

Global
Lagi, Dokter AS Sukses Cangkok Ginjal Babi ke Manusia

Lagi, Dokter AS Sukses Cangkok Ginjal Babi ke Manusia

Global
Jam Kiamat Tak Bergerak 3 Tahun, Bumi Tetap 100 Detik Menuju Kehancuran

Jam Kiamat Tak Bergerak 3 Tahun, Bumi Tetap 100 Detik Menuju Kehancuran

Global
Rekaman Rahasia Ungkap Kepanikan Diktator Tunisia Sebelum Ditumbangkan Arab Spring

Rekaman Rahasia Ungkap Kepanikan Diktator Tunisia Sebelum Ditumbangkan Arab Spring

Global
FOTO: Tumpahan Minyak Mengerikan yang Mencemari Puluhan Pantai di Peru

FOTO: Tumpahan Minyak Mengerikan yang Mencemari Puluhan Pantai di Peru

Global
Peru Tetapkan Status Darurat Lingkungan Atas Tumpahan Minyak Akibat Erupsi di Tonga

Peru Tetapkan Status Darurat Lingkungan Atas Tumpahan Minyak Akibat Erupsi di Tonga

Global
Bertubi-tubi Diterpa Skandal Pesta Miras, PM Inggris Boris Johnson di Ujung Tanduk

Bertubi-tubi Diterpa Skandal Pesta Miras, PM Inggris Boris Johnson di Ujung Tanduk

Global
Omicron Mengganas, Kasus Harian Covid-19 Singapura Kembali Tembus Angka Seribuan

Omicron Mengganas, Kasus Harian Covid-19 Singapura Kembali Tembus Angka Seribuan

Global
Terjebak di Rumah Saat Lockdown, Muda-mudi China Ini Jatuh Cinta lalu Bertunangan

Terjebak di Rumah Saat Lockdown, Muda-mudi China Ini Jatuh Cinta lalu Bertunangan

Global
Ukraina Sebut Agresi Rusia Nyata, Berharap Utamakan Diplomasi Damai

Ukraina Sebut Agresi Rusia Nyata, Berharap Utamakan Diplomasi Damai

Global
Jelang Pilpres Italia 24 Januari, Bisakah Silvio Berlusconi Jadi Presiden?

Jelang Pilpres Italia 24 Januari, Bisakah Silvio Berlusconi Jadi Presiden?

Global
ISIS Serang Barak Pasukan Irak, 11 Tentara Tewas

ISIS Serang Barak Pasukan Irak, 11 Tentara Tewas

Global
Pria Palestina Selundupkan Spermanya ke Luar Penjara Israel, Punya 4 Anak

Pria Palestina Selundupkan Spermanya ke Luar Penjara Israel, Punya 4 Anak

Global
Ketegangan di Ukraina Sangat Panas, AS-Rusia Gelar Rapat Darurat

Ketegangan di Ukraina Sangat Panas, AS-Rusia Gelar Rapat Darurat

Global
AS Dinilai Bergerak Terlalu Lambat dalam Mendorong Perdamaian Palestina-Israel

AS Dinilai Bergerak Terlalu Lambat dalam Mendorong Perdamaian Palestina-Israel

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.