Kompas.com - 20/11/2021, 10:27 WIB
Tentara berjalan di parit di pos pemeriksaan perbatasan antara Armenia dan Azerbaijan di dekat desa Sotk, Armenia, pada 18 Juni 2021. AFP PHOTO/KAREN MINASYANTentara berjalan di parit di pos pemeriksaan perbatasan antara Armenia dan Azerbaijan di dekat desa Sotk, Armenia, pada 18 Juni 2021.

BRUSSEL, KOMPAS.com – Para pemimpin Armenia dan Azerbaijan akan bertemu di Brussel, Belgia, untuk membahas ketegangan yang telah menyebabkan bentrokan di perbatasan.

Uni Eropa (UE) pada Jumat (19/11/2021) mengatakan, para pemimpin kedua negara tersebut sedianya akan bertemu pada pertengahan Desember.

“Para pemimpin telah sepakat untuk bertemu di Brussel untuk membahas situasi regional dan cara mengatasi ketegangan untuk Kaukasus Selatan yang makmur dan stabil, yang didukung UE,” kata juru bicara Charles Michel.

Baca juga: Armenia-Azerbaijan Umumkan Gencatan Senjata Setelah Bentrok di Perbatasan

Pertemuan itu akan berlangsung di sela-sela KTT Kemitraan Timur UE di Brussels pada 15 Desember sebagaimana dilansir Reuters.

Pengumuman itu muncul setelah Michel menggelar pembicaraan dengan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev serta Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan pada Jumat.

“Selama panggilan telepon, para pemimpin Armenia dan Azerbaijan juga sepakat membangun jalur komunikasi langsung di tingkat masing-masing Menteri Pertahanan,” kata Michel.

Baca juga: Semakin Tegang, Kenapa Iran Berkonflik dengan Azerbaijan?

Dia menambahkan, jalur komunikasi langsung tersebut dijalin untuk mekanisme pencegahan insiden.

Pada Rabu (17/11/2021), UE mendesak kedua negara untuk menahan masing-masing pasukan di perbatasan dan menghormati gencatan senjata yang disepakati pada hari sebelumnya yakni Selasa (16/11/2021).

Armenia dan Azerbaijan menyetujui gencatan senjata di perbatasan pada Selasa setelah Rusia mendesak mereka meredakan konfrontasi.

Kedua negara terlibat bentrokan paling mematikan sejak pecahnya pertempuran tahun lalu atas daerah kantong Nagorno-Karabakh yang menewaskan sedikitnya 6.500 orang.

Baca juga: Kedubes Iran di Baku Diserang Sebelum Latihan Perang Dekat Azerbaijan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Reuters
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KABAR DUNIA SEPEKAN: Perjuangan Rohana Dapatkan Kewarganegaraan | Wanita Arab Saudi Lahirkan 10 Bayi Kembar

KABAR DUNIA SEPEKAN: Perjuangan Rohana Dapatkan Kewarganegaraan | Wanita Arab Saudi Lahirkan 10 Bayi Kembar

Global
Darurat Polusi Plastik: Udara yang Kita Hirup Mengandung Mikroplastik

Darurat Polusi Plastik: Udara yang Kita Hirup Mengandung Mikroplastik

Global
Fisikawan Perancis Ciptakan Gelembung Ajaib, Butuh Lebih dari Satu Tahun untuk Meletus

Fisikawan Perancis Ciptakan Gelembung Ajaib, Butuh Lebih dari Satu Tahun untuk Meletus

Global
MI5: Partai Komunis China Hendak Susupi Parlemen Inggris

MI5: Partai Komunis China Hendak Susupi Parlemen Inggris

Global
Iseng Periksa Folder Spam Email, Wanita Ini Temukan Jackpot Lotre Jutaan Dollar AS

Iseng Periksa Folder Spam Email, Wanita Ini Temukan Jackpot Lotre Jutaan Dollar AS

Global
Sepekan Tsunami Tonga: Kronologi, Dampak, dan Kondisi Terkini

Sepekan Tsunami Tonga: Kronologi, Dampak, dan Kondisi Terkini

Global
Misteri Hilangnya Keluarga Jamison, Benarkah Jadi Target Sekte Sesat?

Misteri Hilangnya Keluarga Jamison, Benarkah Jadi Target Sekte Sesat?

Global
Paus Fransiskus Khawatirkan Ketegangan Ukraina, Risiko Keamanan Bayangi Eropa

Paus Fransiskus Khawatirkan Ketegangan Ukraina, Risiko Keamanan Bayangi Eropa

Global
Insiden Dyatlov Pass: Misteri Kematian 9 Pendaki Rusia di Tengah Salju

Insiden Dyatlov Pass: Misteri Kematian 9 Pendaki Rusia di Tengah Salju

Global
Situasi Makin Panas, Keluarga Personel Kedutaan AS Diminta Tinggalkan Ukraina

Situasi Makin Panas, Keluarga Personel Kedutaan AS Diminta Tinggalkan Ukraina

Global
Situasi Rusia-Ukraina Makin Panas, AS Kirim Kapal Induk

Situasi Rusia-Ukraina Makin Panas, AS Kirim Kapal Induk

Global
Covid-19 India Memburuk Lagi, Catat 300.000 Kasus 4 Hari Berturut-turut

Covid-19 India Memburuk Lagi, Catat 300.000 Kasus 4 Hari Berturut-turut

Global
CEO Pfizer: Pemberian Booster Covid-19 yang Terlalu Sering Bukan Skenario yang Baik

CEO Pfizer: Pemberian Booster Covid-19 yang Terlalu Sering Bukan Skenario yang Baik

Global
Kebakaran California Lalap 1.500 Hektare Lahan, Ratusan Orang Dievakuasi

Kebakaran California Lalap 1.500 Hektare Lahan, Ratusan Orang Dievakuasi

Global
Cium Kaki Ibu di Pengadilan, Pria Mesir Selamat dari Hukuman Mati

Cium Kaki Ibu di Pengadilan, Pria Mesir Selamat dari Hukuman Mati

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.