Kompas.com - 01/11/2021, 10:16 WIB
Pasukan Houthi menumpang di bak truk polisi, setelah menghadiri pertemuan Houthi di Sanaa, Yaman, 19 Februari 2020. Khaled Abdullah/REUTERSPasukan Houthi menumpang di bak truk polisi, setelah menghadiri pertemuan Houthi di Sanaa, Yaman, 19 Februari 2020.

SANAA, KOMPAS.com – Serangan rudal Houthi di sebuah masjid dan sekolah agama di Yaman menewaskan dan melukai total 29 warga sipil.

Dari jumlah korban tersebut, AFP melaporkan 13 di antaranya merupakan korban tewas, termasuk anak-anak

Kementerian Informasi Yaman menuturkan, serangan rudal tersebut terjadi di Provinsi Marib.

Baca juga: Pemberontak Houthi Taklukkan Lebih Banyak Wilayah di Yaman

Melansir Reuters, Kantor Gubernur Marib melaporkan bahwa serangan tersebut melibatkan dua rudal dan terjadi pada Minggu (31/10/2021) malam waktu setempat.

Tidak ada klaim tanggung jawab langsung oleh pemberontak Houthi, kelompok yang didukung Iran.

Pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman dan Houthi telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Baca juga: 180 Pemberontak Houthi Tewas Diserang Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi

PBB memperkirakan, sekitar 10.000 orang mengungsi pada September karena pertempuran di Provinsi Marib semakin meningkat.

Provinsi Marib merupakan benteng terakhir pemerintah Yaman di wilayah utara.

Perang saudara di Yaman pecah pada 2014. Pada tahun itu pula, pemberontak Houthi berhasil mengusir pemerintah Yaman dari ibu kota, Sanaa.

Baca juga: Pasukan Arab Saudi Berhasil Tangkis Serangan Drone Pemberontak Houthi

Pasukan koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi melakukan intervensi di Yaman pada Maret 2015 setelah Houthi mengusir pemerintah.

Houthi menyatakan, aksi mereka tersebut dilatarbelakangi perlawanan terhadap sistem yang korup dan agresi asing.

Setelah itu, konflik di negara tersebut makin runyam dari waktu ke waktu dan keruntuhan ekonomi tak dapat dihindari. Warga sipil juga yang menanggung akibatnya.

Saking parahnya krisis di sana, PBB menyebut kondisi di Yaman sebagai krisis kemanusiaan paling buruk di dunia dengan 16 juta orang menghadapi kelaparan.

Baca juga: Bentrok Houthi dan Pasukan Yaman di Marib, 50 Orang Tewas

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rusia Pasok Darah dan Bahan Medis ke Perbatasan, Siap Perang Lawan Ukraina?

Rusia Pasok Darah dan Bahan Medis ke Perbatasan, Siap Perang Lawan Ukraina?

Global
Viral Eksperimen Pajang Foto 'Jelek' di Tinder demi Dapatkan Cinta Sejati

Viral Eksperimen Pajang Foto "Jelek" di Tinder demi Dapatkan Cinta Sejati

Global
Apakah Rusia Akan Perang dengan Ukraina, Bagaimana jika Terjadi Invasi?

Apakah Rusia Akan Perang dengan Ukraina, Bagaimana jika Terjadi Invasi?

Global
Begini Rasanya Tinggal di Ancient Ramm Inn, Rumah Paling Menyeramkan di Dunia

Begini Rasanya Tinggal di Ancient Ramm Inn, Rumah Paling Menyeramkan di Dunia

Global
Apa Itu NATO dan Masalahnya dengan Rusia-Ukraina?

Apa Itu NATO dan Masalahnya dengan Rusia-Ukraina?

Global
Tatkala George W Bush Gambarkan Irak, Iran dan Korea Utara sebagai 'Axis of Evil'

Tatkala George W Bush Gambarkan Irak, Iran dan Korea Utara sebagai "Axis of Evil"

Global
Video Kepiting Monster Patahkan Stik Golf Jadi 2, Memotongnya seperti Gergaji

Video Kepiting Monster Patahkan Stik Golf Jadi 2, Memotongnya seperti Gergaji

Global
Neil Young: Kualitas Suara Spotify Menjijikkan dan Terdegradasi

Neil Young: Kualitas Suara Spotify Menjijikkan dan Terdegradasi

Global
Jadi Simpanan Pangeran Arab, Model Ini Dapat Uang Saku Rp 2 Miliar Sekali Jalan

Jadi Simpanan Pangeran Arab, Model Ini Dapat Uang Saku Rp 2 Miliar Sekali Jalan

Global
Pentagon Terus Tekan Rusia untuk Mundur dari Ukraina

Pentagon Terus Tekan Rusia untuk Mundur dari Ukraina

Global
Lelang Item Kenegaraan Melania Trump Gagal Mencapai Target Tawaran, Mengapa?

Lelang Item Kenegaraan Melania Trump Gagal Mencapai Target Tawaran, Mengapa?

Global
POPULER GLOBAL: Bos Perusahaan Jepang Kaget Ibu Kota Indonesia Pindah | China Tak Tertarik F-35

POPULER GLOBAL: Bos Perusahaan Jepang Kaget Ibu Kota Indonesia Pindah | China Tak Tertarik F-35

Global
Austria Akan Cabut Lockdown bagi Warga yang Belum Divaksin Covid-19

Austria Akan Cabut Lockdown bagi Warga yang Belum Divaksin Covid-19

Global
RS di Amerika Tolak Operasi Transplantasi Jantung Pasien Anti-vaksin

RS di Amerika Tolak Operasi Transplantasi Jantung Pasien Anti-vaksin

Global
Rusia Klaim Tidak Mau Perang Lawan Ukraina, tapi...

Rusia Klaim Tidak Mau Perang Lawan Ukraina, tapi...

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.