Paus Fransiskus: Semoga Tangisan Bumi dan Orang Miskin Terdengar di KTT Iklim, COP26

Kompas.com - 01/11/2021, 09:12 WIB
Paus Fransiskus memimpin upacara untuk menahbiskan sembilan imam baru, di dalam Basilika Santo Petrus, di Vatikan, Minggu, 25 April 2021. AP PHOTO/ANDREW MADICHINIPaus Fransiskus memimpin upacara untuk menahbiskan sembilan imam baru, di dalam Basilika Santo Petrus, di Vatikan, Minggu, 25 April 2021.

ROMA, KOMPAS.com - Paus Fransiskus pada Minggu (31/10/2021) mendesak orang-orang untuk berdoa agar "tangisan Bumi" terdengar di KTT Iklim PBB, COP26 Glasgow.

Berbicara kepada para jemaah di Lapangan Santo Petrus, Pemimpin Gereja Katolik Roma ke-266 mengatakan dia berharap konferensi penting itu dapat menawarkan "jawaban yang efektif" untuk generasi mendatang.

Baca juga: COP26: Dunia Perlu Bertindak Sekarang Cegah Perubahan Iklim

"Hari ini di Glasgow, di Skotlandia, KTT PBB tentang Perubahan Iklim dimulai, COP26 Glasgow. Mari kita berdoa agar tangisan Bumi dan orang miskin didengar, dan pertemuan ini dapat memberikan jawaban efektif yang menawarkan harapan nyata untuk generasi mendatang,” ujarnya melansir Euronews.

Paus Fransiskus telah menyorot lingkungan yang rapuh di planet ini, sebagai agenda utama kepausannya.

Dalam teks yang dipublikasikan pada Minggu (31/10/2021) oleh harian Italia Il Corriere della Sera, Paus Fransiskus juga memperingatkan “Sudah waktunya untuk bertindak, dan bertindak bersama” melawan perubahan iklim, pandemi Covid-19, dan kemiskinan.”

Mengkritik krisis ekologis dan krisis sosial yang mematikan karena krisis kesehatan, Paus Fransiskus mengatakan bahwa krisis ini juga memberikan "peluang dan kesempatan untuk belajar dari kesalahan yang dilakukan di masa lalu".

"Sudah waktunya untuk berpikir besar, untuk memikirkan kembali prioritas kita (...) dan untuk merencanakan kembali masa depan kita. Saatnya bertindak, bertindak bersama, inilah saatnya", pungkas pemimpin spiritual umat Katolik Dunia yang diperkirakan mencapai 1,3 miliar itu.

Baca juga: Biden: Dorongan Produksi Energi Fosil Tak Konsisten dengan Tujuan Iklim

Seruan dari paus datang ketika para pemimpin G20, yang bertemu di pertemuan puncak mereka di Roma. Mereka menyepakati tujuan membatasi pemanasan global abad ini hingga 1,5 derajat di atas tingkat pra-industri.

Para pemimpin dari 20 negara terkaya di dunia, yang menyumbang lebih dari 75 persen emisi rumah kaca, juga merundingkan komitmen apa yang ingin mereka buat untuk menahan kenaikan suhu global.

Apa yang mereka setujui dipandang sangat penting dalam menetapkan atmosfer untuk negosiasi COP26 di Glasgow.

Paus juga mengatakan dia memikirkan orang-orang Haiti dan mendesak dunia untuk tidak meninggalkan mereka.

Dia juga mengatakan berdoa untuk orang-orang yang menderita akibat banjir dalam beberapa pekan terakhir di Vietnam dan Sisilia.

Baca juga: Jelang COP26, Inggris Desak China Berbuat Lebih Banyak Tangkal Perubahan Iklim

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Euronews
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Riwayat Gelap Charles Manson: Dari Kultus Helter Skelter hingga Pembunuhan Sharon Tate

Riwayat Gelap Charles Manson: Dari Kultus Helter Skelter hingga Pembunuhan Sharon Tate

Global
25 Januari 1949: Penghargaan Emmy Pertama Kali Dihelat

25 Januari 1949: Penghargaan Emmy Pertama Kali Dihelat

Global
Nasib 'Tahanan Abadi' di Penjara Guantanamo: 18 Jam Sehari Disiksa, Dipenjara Tanpa Pengadilan

Nasib "Tahanan Abadi" di Penjara Guantanamo: 18 Jam Sehari Disiksa, Dipenjara Tanpa Pengadilan

Global
Inggris Masih Butuh 6.000 Orang Lagi Untuk Uji Coba Pil Covid-19 Merck

Inggris Masih Butuh 6.000 Orang Lagi Untuk Uji Coba Pil Covid-19 Merck

Global
PM Inggris Boris Johnson Diduga Gelar Pesta Ulang Tahun Saat Lockdown

PM Inggris Boris Johnson Diduga Gelar Pesta Ulang Tahun Saat Lockdown

Global
Militer Burkina Faso Klaim Telah Gulingkan Presiden Roch Kabore

Militer Burkina Faso Klaim Telah Gulingkan Presiden Roch Kabore

Global
Perusahaan Asuransi Ini Bagikan Klaim Asuransi Paling Aneh dalam 300 Tahun Terakhir

Perusahaan Asuransi Ini Bagikan Klaim Asuransi Paling Aneh dalam 300 Tahun Terakhir

Global
Presiden Malawi Pecat Seluruh Kabinetnya karena Korupsi

Presiden Malawi Pecat Seluruh Kabinetnya karena Korupsi

Global
Ahli Bedah Perancis Jual X-Ray Korban Insiden Bataclan sebagai NFT

Ahli Bedah Perancis Jual X-Ray Korban Insiden Bataclan sebagai NFT

Global
Saat Live, Biden Tertangkap Kamera Ucapkan Kata Kotor ke Jurnalis Fox News

Saat Live, Biden Tertangkap Kamera Ucapkan Kata Kotor ke Jurnalis Fox News

Global
Angkatan Udara China Disebut Lakukan Misi Mengancam, Taiwan Siap Pertahankan Negara

Angkatan Udara China Disebut Lakukan Misi Mengancam, Taiwan Siap Pertahankan Negara

Global
Komite DPR Florida Loloskan RUU yang Melarang Diskusi LGBTQ di Sekolah

Komite DPR Florida Loloskan RUU yang Melarang Diskusi LGBTQ di Sekolah

Global
Tiga Vaksin Ini Disebut Bisa Beri Kekebalan Lebih Tinggi sebagai Booster dari Sinovac

Tiga Vaksin Ini Disebut Bisa Beri Kekebalan Lebih Tinggi sebagai Booster dari Sinovac

Global
Ketua WHO: Dunia Berada di Titik Kritis Pandemi Covid-19

Ketua WHO: Dunia Berada di Titik Kritis Pandemi Covid-19

Global
Gempa Haiti M 5,3: 2 Orang Tewas, 200 Rumah Hancur

Gempa Haiti M 5,3: 2 Orang Tewas, 200 Rumah Hancur

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.