Kompas.com - 16/10/2021, 14:15 WIB
Pasukan Houthi menumpang di bak truk polisi, setelah menghadiri pertemuan Houthi di Sanaa, Yaman, 19 Februari 2020. Khaled Abdullah/REUTERSPasukan Houthi menumpang di bak truk polisi, setelah menghadiri pertemuan Houthi di Sanaa, Yaman, 19 Februari 2020.

RIYADH, KOMPAS.com – Pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi menewaskan 180 pemberontak Houthi di Abdiya, Yaman, dalam sebuah serangan.

Saudi Press Agency melaporkan, serangan tersebut menghancurkan 10 kendaraan militer dan membunuh lebih dari 180 pemberontak Houthi.

Pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi mendukung pemerintah Yaman yang digulingkan dari ibu kota, Sanaa, oleh pemberontak Houthi pada 2014.

Baca juga: Pasukan Arab Saudi Berhasil Tangkis Serangan Drone Pemberontak Houthi

Dalam beberapa pekan terakhir, ratusan pemberontak dari kelompok yang didukung Iran tersebut tewas dalam pertempuran untuk mendapatkan kontrol atas Marib.

Houthi memulai dorongan besar untuk merebut Marib pada Februari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah jeda untuk waktu yang cukup lama, mereka memperbarui serangan mereka di Marib dalam beberapa pekan terakhir.

Baca juga: Bentrok Houthi dan Pasukan Yaman di Marib, 50 Orang Tewas

Sejauh ini, kelompok Houthi jarang sekali mengomentari jumlah kerugian dan kematian di antara anggotanya sebagaimana dilansir AFP, Sabtu (16/10/2021).

Perang saudara di Yaman meletus pada 2014 ketika pemberontak Houthi merebut Sanaa dan mengusir pemerintah Yaman.

Situasi tersebut mendorong pasukan dari sejumlah negara yang dipimpin Saudi untuk campur tangan di sana.

Baca juga: Arab Saudi Salahkan Houthi Atas Serangan 3 Rudal Balistik

Pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi ini mendukung pemerintah Yaman yang terguling dan berupaya mengembalikan kekuasan kepada mereka.

Akibat konflik di Yaman, puluhan ribu orang tewas dan jutaan orang terpaksa mengungsi.

Bahkan, kiris yang terjadi di Yaman disebut PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Baca juga: Arab Saudi Hancurkan 3 Drone Kiriman Pemberontak Houthi di Yaman

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Australia Mulai Vaksinasi Covid-19 Anak 5-11 Tahun pada Awal 2022

Australia Mulai Vaksinasi Covid-19 Anak 5-11 Tahun pada Awal 2022

Global
Unik Global: Kisah Pria dengan Dua Wajah | Raja-Raja Gila dalam Sejarah Kerajaan Kuno

Unik Global: Kisah Pria dengan Dua Wajah | Raja-Raja Gila dalam Sejarah Kerajaan Kuno

Global
Kabar Erupsi Gunung Semeru Telah Tersebar ke Seluruh Dunia

Kabar Erupsi Gunung Semeru Telah Tersebar ke Seluruh Dunia

Global
Cerita WNI Asal Semarang Promosikan 'Mandi Kembang' di Amerika, Tiap Minggu Produksi 150 Sabun

Cerita WNI Asal Semarang Promosikan "Mandi Kembang" di Amerika, Tiap Minggu Produksi 150 Sabun

Global
Terjebak di Toko IKEA, Pelanggan Dapat Kesempatan Langka Tidur di Ruang Pameran

Terjebak di Toko IKEA, Pelanggan Dapat Kesempatan Langka Tidur di Ruang Pameran

Global
Cerita Band Metal Hijaber Asal Garut, Voice of Baceprot, Manggung di Eropa

Cerita Band Metal Hijaber Asal Garut, Voice of Baceprot, Manggung di Eropa

Global
Seorang Wanita Panik Masuk Lift dengan Tombol ke Sejumlah Lantai Digembok

Seorang Wanita Panik Masuk Lift dengan Tombol ke Sejumlah Lantai Digembok

Global
Misteri Orang Inggris yang Hilang di Pulau Roanoke, Tak Pernah Ditemukan dari 1587

Misteri Orang Inggris yang Hilang di Pulau Roanoke, Tak Pernah Ditemukan dari 1587

Global
Menhan AS Kecam Pembuatan Senjata Hipersonik China

Menhan AS Kecam Pembuatan Senjata Hipersonik China

Global
Hampir 2 Tahun Pandemi Covid-19, Kepulauan Cook Baru Laporkan Kasus Perdana

Hampir 2 Tahun Pandemi Covid-19, Kepulauan Cook Baru Laporkan Kasus Perdana

Global
Selama Pandemi, Bisnis Jet Pribadi Justru Makin Marak

Selama Pandemi, Bisnis Jet Pribadi Justru Makin Marak

Global
Merdeka 118 Malaysia Akan Jadi Gedung Tertinggi Kedua di Dunia

Merdeka 118 Malaysia Akan Jadi Gedung Tertinggi Kedua di Dunia

Global
Jerman Punya 925.800 Kasus Aktif Covid-19 Saat Ini, Akan Lockdown Warga yang Tak Vaksin

Jerman Punya 925.800 Kasus Aktif Covid-19 Saat Ini, Akan Lockdown Warga yang Tak Vaksin

Global
Pecahkan Rumus tahun 1959, Jenius Matematika Ini dapat Penghargaan

Pecahkan Rumus tahun 1959, Jenius Matematika Ini dapat Penghargaan

Global
Tukang Ledeng Temukan Ratusan Dollar AS dalam Tembok Gereja Houston

Tukang Ledeng Temukan Ratusan Dollar AS dalam Tembok Gereja Houston

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.