Kompas.com - 16/10/2021, 12:51 WIB
Ilustrasi pria bersenjata. UNSPLASH/SERG ANTONOVIlustrasi pria bersenjata.

SRINAGAR, KOMPAS.com – Dua tentara India dilaporkan dibunuh oleh terduga kelompok pemberontak di Kashmir.

Mulanya, sejumlah tentara India mengejar kelompok pemberontak di daerah hutan di Kashmir dan baku tembak pecah pada Kamis (14/10/2021) malam waktu setempat.

Beberapa sumber mengatakan, kedua tentara India tersebut tewas setelah disergap oleh kelompok milisi.

Baca juga: Keluarga Almarhum Separatis Kashmir India Dikasuskan Setelah Diduga Bungkus Jenazah dengan Bendera Pakistan

Pada Jumat (15/10/2021), pasukan India kesulitan saat akan mengambil kedua jenazah tentara dari hutan Poonch yang lebat.

Mereka mengatakan, itu adalah misi yang berisiko karena kelompok pemberontak bersembunyi jauh di dalam hutan dan menembaki pasukan keamanan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pihak berwenang telah menutup Jalan Raya Poonch-Jammu sebagai tindakan pengamanan.

Baca juga: Tokoh Separatis Meninggal, India Kunci Wilayah Kashmir

Kolonel Devendar Anand mengatakan, perburuan yang dilakukan oleh militer India telah diintensifkan sejak tiga hari sebelumnya setelah lima tentara dilaporkan tewas.

Kekerasan di Kashmir meningkat sejak pekan lalu ketika terduga pemberontak melancarkan serangan yang menewaskan tujuh warga sipil.

Dari jumlah korban tewas tersebut, tiga di antaranya berasal dari komunitas minoritas Hindu dan Sikh sebagaimana dilansir Dawn.

Baca juga: Pemimpin Separatis Kashmir Meninggal, India Perketat Keamanan dan Putus Jaringan Internet

Sejak saat itu, kekerasan yang meningkat terus berlanjut di daerah sengketa tersebut hingga memasuki pekan kedua dan menewaskan total 22 orang.

Tak hanya itu, sepanjang tahun ini, kekerasan di Kahsmir telah menewaskan 120 orang.

Beberapa anggota komunitas minoritas terpaksa meninggalkan lembah Kashmir yang diduduki karena khawatir mereka akan menjadi sasaran selanjutnya.

Dalam dua pekan terakhir, delapan tersangka pemberontak juga dilaporkan tewas akibat pertempuran dan serangan yang dilancarkan oleh militer.

Baca juga: Warga Sipil Sering Jadi Korban, India-Pakistan Hentikan Baku Tembak di Kashmir

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Dawn
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

WHO: Risiko Infeksi Ulang Varian Omicron Mungkin Lebih Tinggi, tapi Gejala Ringan

WHO: Risiko Infeksi Ulang Varian Omicron Mungkin Lebih Tinggi, tapi Gejala Ringan

Global
Pecat 900 Pegawai via Zoom, Bos Perusahaan AS Ungkap Alasan dan Minta Maaf

Pecat 900 Pegawai via Zoom, Bos Perusahaan AS Ungkap Alasan dan Minta Maaf

Global
9 Desember 1987: Intifada Pertama Palestina Melawan Israel

9 Desember 1987: Intifada Pertama Palestina Melawan Israel

Global
Menlu AS Antony Blinken Akan Tur Asia Tenggara, Indonesia Masuk Tujuan

Menlu AS Antony Blinken Akan Tur Asia Tenggara, Indonesia Masuk Tujuan

Global
Akui Salah Tangkap, Perancis Bebaskan Tersangka Pembunuhan Jamal Khashoggi

Akui Salah Tangkap, Perancis Bebaskan Tersangka Pembunuhan Jamal Khashoggi

Global
Terpaksa Bernapas dengan Selang Oksigen Setelah Long Covid, Wanita Ini Ingatkan Bahaya Berpuas Diri

Terpaksa Bernapas dengan Selang Oksigen Setelah Long Covid, Wanita Ini Ingatkan Bahaya Berpuas Diri

Global
Nasib Bayi-bayi Afghanistan, Hidup Kelaparan dalam Krisis Tanpa Perawatan Layak

Nasib Bayi-bayi Afghanistan, Hidup Kelaparan dalam Krisis Tanpa Perawatan Layak

Global
Indonesia Peringkat 5 Dunia Vaksinasi Covid-19 Dosis Penuh Terbanyak, Nomor 1 di Asia Tenggara

Indonesia Peringkat 5 Dunia Vaksinasi Covid-19 Dosis Penuh Terbanyak, Nomor 1 di Asia Tenggara

Global
Wajahnya Mirip Buronan Korea Utara, Seorang Pria Ditangkap 5 Kali dalam 3 Hari

Wajahnya Mirip Buronan Korea Utara, Seorang Pria Ditangkap 5 Kali dalam 3 Hari

Global
Olimpiade Beijing: Inggris, Kanada, dan Australia Boikot Diplomatik Ikuti AS

Olimpiade Beijing: Inggris, Kanada, dan Australia Boikot Diplomatik Ikuti AS

Global
POPULER GLOBAL: 10 Negara dengan Kualitas Hidup Terbaik | Kenapa Mark David Chapman Bunuh John Lennon

POPULER GLOBAL: 10 Negara dengan Kualitas Hidup Terbaik | Kenapa Mark David Chapman Bunuh John Lennon

Global
Olaf Scholz Resmi Jadi Kanselir Baru Jerman, Ini Tantangan Pemerintahannya

Olaf Scholz Resmi Jadi Kanselir Baru Jerman, Ini Tantangan Pemerintahannya

Global
Arab Saudi Klaim Perancis Salah Tangkap Tersangka Pembunuhan Khashoggi

Arab Saudi Klaim Perancis Salah Tangkap Tersangka Pembunuhan Khashoggi

Global
Miliarder Jepang Meluncur ke Stasiun Luar Angkasa dengan Roket Rusia

Miliarder Jepang Meluncur ke Stasiun Luar Angkasa dengan Roket Rusia

Global
Kali Pertama, Papua Nugini Gelar Pemakaman Massal Pasien Covid-19

Kali Pertama, Papua Nugini Gelar Pemakaman Massal Pasien Covid-19

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.