Kompas.com - 18/10/2021, 11:53 WIB
Malalai, tengah, dari provinsi Kunduz, duduk bersama anak-anaknya di kamp pengungsi internal saat mereka menunggu bus untuk pulang, di Kabul, Afghanistan, Sabtu, 9 Oktober 2021. AP PHOTO/FELIPE DANAMalalai, tengah, dari provinsi Kunduz, duduk bersama anak-anaknya di kamp pengungsi internal saat mereka menunggu bus untuk pulang, di Kabul, Afghanistan, Sabtu, 9 Oktober 2021.

KABUL, KOMPAS.com - Keluarga miskin Afghanistan dipaksa menjual anak-anak Afghanistan untuk melunasi utang, ketika ekonomi negara itu tertatih-tatih di ambang kehancuran total.

Seorang ibu miskin, yang berpenghasilan hanya Rp 10.000 sehari bekerja sebagai pembersih rumah di kota barat Herat, berutang 400 poundsterling (Rp 7,7 juta) kepada seorang pria yang memberi pinjaman uang untuk makan keluarganya sehari-hari.

Baca juga: Taliban Akan Umumkan Izin Sekolah Menengah bagi Anak Perempuan Afghanistan

Wanita itu, yang diidentifikasi sebagai Saleha, diberitahu oleh pemberi pinjaman bahwa utangnya akan dihapus jika dia menjual putrinya yang berusia tiga tahun, Najiba, menurut laporan The Wall Street Journal .

Jika Saleha, 40 tahun, tidak membayar kembali utangnya dalam tiga bulan, putrinya akan dipindahkan dari rumah keluarganya.

Anak perempuan Afghanistan itu lalu akan bekerja di rumah pemberi pinjaman, sebelum dia dinikahkan dengan salah satu putranya ketika dia mencapai pubertas.

Situasi Saleha tidak jarang terjadi di Afghanistan, yang menghadapi krisis kemanusiaan karena cadangan uang menipis dan bantuan internasional terputus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Keluarga lain di Herat juga terpaksa menjual anak-anak mereka untuk membayar utang mereka, kata warga lainnya Daily Mail pada Minggu (17/10/2021).

Baca juga: ISIS Klaim Dalangi Bom Bunuh Diri di Masjid Syiah Afghanistan

Sejak Taliban mengambil alih Afghanistan pada Agustus, ekonomi negara itu berada di ambang kehancuran.

Nilai mata uang Afghanistan runtuh meskipun kekurangan pasokan uang kertas. Sementara harga barang-barang pokok melonjak karena kelangkaan. PBB memperingatkan bahwa makanan bisa segera habis.

Hal ini menyebabkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB minggu ini memperingatkan bahwa Afghanistan bisa menghadapi momen pembangunan atau kehancuran. Maka dia mendesak negara-negara untuk menyuntikkan uang kembali ke ekonomi Afghanistan.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Bersenjata Datangi Markas PBB di New York dan Ancam Bunuh Diri

Pria Bersenjata Datangi Markas PBB di New York dan Ancam Bunuh Diri

Global
Kota di Kanada Pecahkan Rekor Suhu Terpanas pada Musim Dingin: 22,5 Derajat Celcius

Kota di Kanada Pecahkan Rekor Suhu Terpanas pada Musim Dingin: 22,5 Derajat Celcius

Global
Krisis Migran, Belarus Kecam Sanksi Tambahan dari Barat dan Ancam Membalas Keras

Krisis Migran, Belarus Kecam Sanksi Tambahan dari Barat dan Ancam Membalas Keras

Global
Waspadai Varian Omicron, AS Akan Perketat Kedatangan Luar Negeri, Ini Kebijakannya

Waspadai Varian Omicron, AS Akan Perketat Kedatangan Luar Negeri, Ini Kebijakannya

Global
Inggris Setujui Obat Covid GSK, Diyakini Ampuh Lawan Varian Omicron

Inggris Setujui Obat Covid GSK, Diyakini Ampuh Lawan Varian Omicron

Global
3 Negara Dekat Indonesia yang Umumkan Kasus Pertama Varian Omicron

3 Negara Dekat Indonesia yang Umumkan Kasus Pertama Varian Omicron

Global
POPULER GLOBAL: Murid Pukul Guru karena Lapar | Detik-detik Penembakan SMA Oxford

POPULER GLOBAL: Murid Pukul Guru karena Lapar | Detik-detik Penembakan SMA Oxford

Global
8 Raja Gila dalam Sejarah Kerajaan Kuno

8 Raja Gila dalam Sejarah Kerajaan Kuno

Global
Kisah Misteri Edward Mordrake, Rahasia Gelap di Balik Pria dengan Dua Wajah

Kisah Misteri Edward Mordrake, Rahasia Gelap di Balik Pria dengan Dua Wajah

Internasional
Kepala MI6 Peringatkan Jebakan Utang China, Bagaimana dengan Indonesia?

Kepala MI6 Peringatkan Jebakan Utang China, Bagaimana dengan Indonesia?

Global
Tel Aviv Geser Paris Jadi Kota Termahal di Dunia untuk Ditinggali

Tel Aviv Geser Paris Jadi Kota Termahal di Dunia untuk Ditinggali

Global
Warga India Heboh, Macan Tutul Masuk Sekolah dan Serang Seorang Siswa

Warga India Heboh, Macan Tutul Masuk Sekolah dan Serang Seorang Siswa

Global
Dubes RI di Afsel: Antrean Vaksinasi Panjang akibat Varian Omicron, tapi Tetap Tenang

Dubes RI di Afsel: Antrean Vaksinasi Panjang akibat Varian Omicron, tapi Tetap Tenang

Global
Korsel Laporkan Kasus Covid-19 Harian Tertinggi, Waspadai Varian Omicron

Korsel Laporkan Kasus Covid-19 Harian Tertinggi, Waspadai Varian Omicron

Global
China Protes Pengeboran dan Latihan Militer Indonesia di Laut Natuna Utara

China Protes Pengeboran dan Latihan Militer Indonesia di Laut Natuna Utara

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.