Junta Militer Myanmar Ungkap Kekecewaan Setelah Pemimpinnya Didepak dari KTT ASEAN

Kompas.com - 18/10/2021, 09:27 WIB
Pemimpin junta militer Myanmar, Min Aung Hlaing, (27/3/2021). AP via DW INDONESIAPemimpin junta militer Myanmar, Min Aung Hlaing, (27/3/2021).

NAYPYIDAW, KOMPAS.com - Junta militer Myanmar mengatakan, pihaknya "sangat kecewa" dengan keputusan menteri luar negeri Asia Tenggara untuk mengecualikan pemimpinnya Min Aung Hlaing dari pertemuan puncak mendatang.

Keputusan untuk mendepak Min Aung Hlaing dari KTT 26-28 Oktober dibuat selama pertemuan darurat Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) pada Jumat (15/10/2021) malam, menurut pernyataan dari ketua kelompok saat ini, Brunei Darussalam.

Baca juga: Jenderal Min Aung Hlaing, Junta Militer Myanmar Dikeluarkan dari KTT ASEAN

Pihak Brunei mengatakan, seorang tokoh non-politik dari Myanmar akan diundang ke KTT itu. Keputusan itu diambil setelah tidak ada konsensus yang dicapai untuk menghadirkan perwakilan politik.

Menteri Luar Negeri Brunei juga mengatakan, ada kemajuan yang tidak memadai pada peta jalan untuk memulihkan perdamaian di Myanmar, yang telah disepakati junta dengan ASEAN pada April. Ada pula keprihatinan atas komitmen junta untuk membangun dialog konstruktif di antara semua pihak terkait.

"Beberapa negara anggota ASEAN merekomendasikan agar ASEAN memberi ruang kepada Myanmar untuk memulihkan urusan dalam negerinya dan kembali normal," kata pernyataan itu.

Sebagai tanggapan, kementerian luar negeri Myanmar yang dikendalikan militer mengatakan sangat kecewa dan sangat keberatan dikeluarkan dari KTT.

"Diskusi dan keputusan tentang masalah perwakilan Myanmar dilakukan tanpa konsensus dan bertentangan dengan tujuan ASEAN," kata kementerian luar negeri Myanmar melansir CNN pada Minggu (17/10/2021).

“Mengabaikan tradisi baik ASEAN dalam membina persatuan dalam keragaman dan menyelesaikan perbedaan melalui konsultasi dan konsensus akan sangat memengaruhi persatuan dan sentralitas ASEAN,” tambahnya.

Baca juga: Tegas, ASEAN Tak Undang Tokoh Politik Myanmar dalam KTT

Seorang juru bicara pemerintah militer Myanmar sebelumnya menyalahkan intervensi asing atas keputusan tersebut.

Kementerian luar negeri Singapura mengatakan pada Sabtu (16/10/2021) bahwa pihaknya mendukung pengecualian junta Myanmar. Hal itu menurutnya adalah keputusan yang sulit tetapi perlu untuk menegakkan kredibilitas ASEAN.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.