Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Putin: 2.000 Anggota ISIS Berkumpul di Afghanistan Utara, Akan Menyamar Jadi Pengungsi

Kompas.com - 15/10/2021, 20:05 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

MOSKWA, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin pada Jumat (15/10/2021) mengatakan, ratusan anggota loyal ISIS berkumpul di Afghanistan utara.

Mereka berencana bergerak di antara negara-negara bekas Soviet di Asia Tengah dengan menyamar sebagai pengungsi.

"Menurut intelijen kami, jumlah anggota (ISIS) di Afghanistan utara saja adalah sekitar 2.000 orang," kata Putin dalam pertemuan konferensi video dengan para pemimpin negara-negara bekas Soviet lainnya, dikutip dari AFP.

Baca juga: Putin: China Tak Perlu Konfrontasi Militer untuk Reunifikasi dengan Taiwan

Putin awal pekan ini memperingatkan ancaman milisi veteran dari Irak dan Suriah yang berhubungan ISIS akan menyeberang ke Afghanistan.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan, pihaknya mengharapkan Taliban, yang baru-baru ini menguasai Afghanistan, menangani ancaman itu.

Pada Jumat dia mengatakan, para pemimpin ISIS di Afghanistan sedang berusaha memproyeksikan pengaruh kelompok itu di negara-negara bekas Soviet di Asia Tengah untuk membangkitkan perselisihan agama dan etnis.

"Teroris berusaha menyusup ke wilayah Persemakmuran, termasuk dengan kedok pengungsi," kata Putin, merujuk pada sekelompok negara bekas Soviet yang beberapa di antaranya berbatasan dengan Afghanistan.

Taliban, yang menguasai Kabul dari pemerintah pro-Barat pada pertengahan Agustus, sedang mencari pengakuan internasional serta bantuan untuk menghindari bencana kemanusiaan.

Baca juga: Putin Dituding Bawa Penerjemah Rusia yang Cantik untuk Mengganggu Perhatian Trump

Utusan khusus Putin untuk Afghanistan, Zamir Kabulov, mengatakan kepada kantor berita Rusia Interfax pada Jumat, bahwa perwakilan Taliban akan menghadiri konferensi internasional di Moskwa minggu depan bersama utusan regional Iran, China dan Pakistan.

Putin juga mengatakan, tidak perlu terburu-buru dengan pengakuan resmi Taliban, tetapi berujar bahwa perlu berinteraksi dengan mereka.

Pada 1980-an, Rusia terlibat dalam perang selama 10 tahun yang di Afghanistan yang menewaskan hingga dua juta warga, memaksa lebih dari tujuh juta orang mengungsi, dan menyebabkan kematian lebih dari 14.000 tentara Soviet.

Baca juga: Ditawari Vaksin Sputnik oleh Putin, Erdogan Tertawa

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com