Anak Menteri India Keseret Insiden Kematian Para Petani di Lakhimpur Kheri

Kompas.com - 09/10/2021, 09:08 WIB
Mobil yang terbakar dalam insiden tabrakan di tengah unjuk rasa petani dan menyeret anak menteri dalam negeri India. [SS/YOUTUB/HINDUSTAN TIMES] SS/YOUTUB/HINDUSTAN TIMESMobil yang terbakar dalam insiden tabrakan di tengah unjuk rasa petani dan menyeret anak menteri dalam negeri India. [SS/YOUTUB/HINDUSTAN TIMES]

NEW DELHI, KOMPAS.com - Anak menteri federal India dipanggil polisi untuk diinterogasi terkait keterlibatannya dalam serangan tabrakan mobil yang menewaskan para petani.

Ashish Mishra dipanggil polisi dalam 6 hari setelah dia dituduh melakukan serangan tabrakan yang menewaskan para petani, seperti yang dilansir dari BBC pada Jumat (8/10/2021).

Mishra diduga membawa mobil ayahnya, menteri dalam negeri junior India Ajay Mishra, dan menabrak para petani yang memprotes di negara bagian Uttar Pradesh pada Minggu (3/10/2021), menewaskan 4 pria.

Para petani menuduh anak menteri tersebut berada di balik serangan tabrakan mematikan, tetapi Mishra membantah tuduhan itu.

Baca juga: Aksi Protes Petani India: 9 Orang Tewas Buntut Kendaraan Menteri yang Menabrak Demonstran

Massa yang marah kemudian memukuli hingga tewas 3 pria di dalam mobil menteri itu, termasuk pengemudinya. Sementara, seorang jurnalis juga jadi korban dalam kericuhan unjuk rasa tersebut.

Polisi menangkap dua pria yang terlibat dalam pemukulan penumpang mobil menteri tersebut pada Kamis (7/10/2021), beberapa jam setelah Mahkamah Agung meminta laporan penyelidikan.

Pejabat negara bagian lalu menunjuk seorang pensiunan hakim untuk mengepalai komisi yang akan menyelidiki serangan pemukulan itu.

Namun pada Jumat (8/10/2021), pengadilan tinggi mengatakan bahwa mereka "tidak puas dengan langkah-langkah yang diambil (oleh pemerintah negara bagian)".

Kemudian bertanya kepada polisi, mengapa anak menteri tidak ditangkap ketika dia dituduh melakukan kejahatan serius seperti pembunuhan.

Ketua Hakim NV Ramana mengatakan pengadilan juga tidak menyetujui tim investigasi khusus yang dibentuk pemerintah negara bagian karena "orang-orang di komisi, mereka semua adalah pejabat lokal".

Halaman:

Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketika Warga Afghanistan Jual Anak dan Ginjal karena Putus Asa dalam Kelaparan…

Ketika Warga Afghanistan Jual Anak dan Ginjal karena Putus Asa dalam Kelaparan…

Global
Roket Elon Musk SpaceX Akan Tabrak Bulan setelah 7 Tahun Jadi Sampah Luar Angkasa

Roket Elon Musk SpaceX Akan Tabrak Bulan setelah 7 Tahun Jadi Sampah Luar Angkasa

Global
POPULER GLOBAL: Kisah Liu Xuezhou Ditolak Orang Tuanya Dua Kali | Tanggapan Singapura Soal FIR Kepri

POPULER GLOBAL: Kisah Liu Xuezhou Ditolak Orang Tuanya Dua Kali | Tanggapan Singapura Soal FIR Kepri

Global
Pengisi Suara Charlie Brown, Peter Robbins, Meninggal karena Bunuh Diri

Pengisi Suara Charlie Brown, Peter Robbins, Meninggal karena Bunuh Diri

Global
Sejarah Pemakaian Tisu Toilet, Mengapa di Beberapa Negara Lebih Dipilih Dibanding Air?

Sejarah Pemakaian Tisu Toilet, Mengapa di Beberapa Negara Lebih Dipilih Dibanding Air?

Global
Ada Angsa Duduk di Rel, Belasan Perjalanan Kereta London Sempat Tertunda

Ada Angsa Duduk di Rel, Belasan Perjalanan Kereta London Sempat Tertunda

Global
Mengenang Dua Tahun Kepergian Kobe Bryant

Mengenang Dua Tahun Kepergian Kobe Bryant

Global
Kisah CEO Tunanetra: Dulu Diremehkan Orang, Kini Perusahaannya Bernilai Nyaris Rp 1 Triliun

Kisah CEO Tunanetra: Dulu Diremehkan Orang, Kini Perusahaannya Bernilai Nyaris Rp 1 Triliun

Global
Viral, Video Detik-detik Longsor di Selangor, Memakan Badan Jalan hingga “Menelan” Sejumlah Mobil

Viral, Video Detik-detik Longsor di Selangor, Memakan Badan Jalan hingga “Menelan” Sejumlah Mobil

Global
Israel Selidiki Dugaan Korupsi Pembelian Kapal Selam dari Jerman

Israel Selidiki Dugaan Korupsi Pembelian Kapal Selam dari Jerman

Global
Kenapa Rusia-Ukraina Perang dan Apa yang Diincar Putin?

Kenapa Rusia-Ukraina Perang dan Apa yang Diincar Putin?

Internasional
Ukraina Teriak, Minta Komunitas Internasional Cegah Rusia Lancarkan Invasi

Ukraina Teriak, Minta Komunitas Internasional Cegah Rusia Lancarkan Invasi

Global
Finlandia Siagakan Militernya Setelah Ketegangan soal Ukraina Meningkat

Finlandia Siagakan Militernya Setelah Ketegangan soal Ukraina Meningkat

Global
Sekelompok Kasus Covid-19 Baru Ditemukan, China Lockdown Wilayah Dekat Desa Olimpiade

Sekelompok Kasus Covid-19 Baru Ditemukan, China Lockdown Wilayah Dekat Desa Olimpiade

Global
Emir Qatar akan Bertemu Joe Biden Pekan Depan, Bahas Keamanan dan Afghanistan

Emir Qatar akan Bertemu Joe Biden Pekan Depan, Bahas Keamanan dan Afghanistan

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.