Masih Diburu, Warga Afghanistan Anti-Taliban Hapus Rekam Jejak di Media Sosial

Kompas.com - 28/09/2021, 18:03 WIB
Taliban berpatroli di pasar Kota Tua Kabul, Afghanistan, Selasa, 14 September 2021. AP/BERNAT ARMANGUE via VOA INDONESIATaliban berpatroli di pasar Kota Tua Kabul, Afghanistan, Selasa, 14 September 2021.

KABUL, KOMPAS.com - Sebelum Taliban mengambil alih kekuasaan di Afghanistan bulan lalu, ada banyak pengguna media sosial Anti-Taliban berpengaruh di negara itu yang, menentang keras kebijakan kelompok itu.

Tetapi sejak 15 Agustus, warga Afghanistan menghapus foto dan kicauan masa lalu mereka di media sosial.

Baca juga: Mantan Penasihat Trump Peringatkan Taliban Bisa Dapat Ratusan Senjata Nuklir

Banyak yang berpaling dari media sosial sama sekali karena takut menjadi sasaran pasukan Taliban.

Taliban mengeklaim memberlakukan amnesti umum, untuk semua warga Afghanistan yang sebelumnya berperang melawan mereka atau menjadi bagian dari pemerintah sebelumnya.

Beberapa dari pendukung sekutu Barat itu melarikan diri dari negara itu. Kepada BBC, mereka mengaku tidak memercayai kelompok militan tersebut.

Ada laporan dari berbagai bagian negara bahwa pejuang Taliban membunuh warga sipil setelah jatuhnya ibukota Kabul, meski ada janji sebelumnya dari para pemimpin mereka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pekan lalu, Menteri Pertahanan Taliban Mohammad Yaqoob mengeluarkan pesan audio, yang mengakui ada beberapa laporan tentang "pembunuhan balas dendam" warga sipil oleh anggota kelompok itu.

Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut atau menyebutkan insiden spesifik.

Baca juga: Mantan Pemimpin ISIS-K Dieksekusi oleh Taliban

Berita itu memicu kekhawatiran kemungkinan dampak dari unggahan media sosial, dan Facebook, yang memperkenalkan fitur tambahan untuk pengguna di Afghanistan, termasuk memungkinkan mereka mengunci profil dan menolak akses ke konten.

BBC berbicara kepada dua orang, satu di Kabul dan satu di kota besar Afghanistan lainnya, yang memiliki jutaan pengikut di media sosial dan dianggap berpengaruh sebelum Taliban berkuasa.

Halaman:
Baca tentang

Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.