Kompas.com - 27/09/2021, 22:08 WIB
Personel Polisi Nasional Perbatasan Afghanistan berjaga di luar bandara di Kabul pada 12 September 2021. AFP PHOTO/KARIM SAHIBPersonel Polisi Nasional Perbatasan Afghanistan berjaga di luar bandara di Kabul pada 12 September 2021.

KABUL, KOMPAS.com - Taliban mendesak maskapai internasional melanjutkan penerbangan ke Kabul, dan mengeklaim semua masalah teknis di bandara utama negara itu telah diselesaikan.

Fasilitas di bandara Kabul rusak parah dalam kekacauan evakuasi lebih dari 120.000 orang, yang berakhir pada 30 Agustus bersamaan dengan penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dari Afghanistan.

Sejak itu hanya penerbangan charter yang beroperasi, meskipun Pakistan International Airlines (PIA), Mahan Air Iran dan Kam Air Afghanistan telah menjalankan sejumlah penerbangan khusus.

Baca juga: Taliban Larang Anggotanya Selfie, Jalan-jalan, dan Berpakaian Keren karena Bisa Merusak Ïmage

Komunitas internasional ingin memegang teguh kata-kata Taliban, bahwa mereka akan mengizinkan siapa pun meninggalkan negara itu begitu penerbangan komersial dilanjutkan.

Saat ini maskapai penerbangan seperti PIA dan Kam Air mengenakan biaya lebih dari 1.200 dollar AS (Rp 17 juta), untuk penerbangan satu arah selama 40 menit dari Kabul ke Islamabad.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bahkan dengan harga itu, yang terkait asuransi perang, maskapai penerbangan tersebut mengaku penerbangan tidak teratur itu mengalami kelebihan permintaan.

Baca juga: Taliban Larang Jenggot Pria Afghanistan Dicukur karena Melanggar Syariat

Abdul Qahar Balkhi, juru bicara kementerian luar negeri yang baru diangkat, mengatakan Taliban berharap layanan komersial yang layak akan segera dilanjutkan.

"Banyak warga Afghanistan terjebak di luar dan tidak dapat kembali ke tanah air mereka," katanya dalam sebuah pernyataan melansir AFP.

"Selain itu, banyak warga Afghanistan yang memiliki pekerjaan internasional atau melanjutkan pendidikan di luar negeri sekarang menghadapi kesulitan untuk mencapai tujuan mereka."

Layanan di bandara Kabul sebagian besar dipulihkan dengan bantuan teknis dari Qatar, Uni Emirat Arab, dan Turki.

Baca juga: Italia Tak Mau Akui Pemerintah Afghanistan Bentukan Taliban

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nasib Bayi-bayi Afghanistan, Hidup Kelaparan dalam Krisis Tanpa Perawatan Layak

Nasib Bayi-bayi Afghanistan, Hidup Kelaparan dalam Krisis Tanpa Perawatan Layak

Global
Indonesia Peringkat 5 Dunia Vaksinasi Covid-19 Dosis Penuh Terbanyak, Nomor 1 di Asia Tenggara

Indonesia Peringkat 5 Dunia Vaksinasi Covid-19 Dosis Penuh Terbanyak, Nomor 1 di Asia Tenggara

Global
Wajahnya Mirip Buronan Korea Utara, Seorang Pria Ditangkap 5 Kali dalam 3 Hari

Wajahnya Mirip Buronan Korea Utara, Seorang Pria Ditangkap 5 Kali dalam 3 Hari

Global
Olimpiade Beijing: Inggris, Kanada, dan Australia Boikot Diplomatik Ikuti AS

Olimpiade Beijing: Inggris, Kanada, dan Australia Boikot Diplomatik Ikuti AS

Global
POPULER GLOBAL: 10 Negara dengan Kualitas Hidup Terbaik | Kenapa Mark David Chapman Bunuh John Lennon

POPULER GLOBAL: 10 Negara dengan Kualitas Hidup Terbaik | Kenapa Mark David Chapman Bunuh John Lennon

Global
Olaf Scholz Resmi Jadi Kanselir Baru Jerman, Ini Tantangan Pemerintahannya

Olaf Scholz Resmi Jadi Kanselir Baru Jerman, Ini Tantangan Pemerintahannya

Global
Arab Saudi Klaim Perancis Salah Tangkap Tersangka Pembunuhan Khashoggi

Arab Saudi Klaim Perancis Salah Tangkap Tersangka Pembunuhan Khashoggi

Global
Miliarder Jepang Meluncur ke Stasiun Luar Angkasa dengan Roket Rusia

Miliarder Jepang Meluncur ke Stasiun Luar Angkasa dengan Roket Rusia

Global
Kali Pertama, Papua Nugini Gelar Pemakaman Massal Pasien Covid-19

Kali Pertama, Papua Nugini Gelar Pemakaman Massal Pasien Covid-19

Global
Produsen Bir di Milwaukee Pakai Pohon Natal Kota untuk Membuat Bir

Produsen Bir di Milwaukee Pakai Pohon Natal Kota untuk Membuat Bir

Global
Helikopter Militer Membawa Jenderal Bintang Empat India Jatuh

Helikopter Militer Membawa Jenderal Bintang Empat India Jatuh

Global
Pria Afrika Selatan Pecahkan Rekor Dunia Handspring Satu Tangan

Pria Afrika Selatan Pecahkan Rekor Dunia Handspring Satu Tangan

Global
Menteri Kolombia Ancam Kartel Narkoba: Menyerah Atau Kami Akan Memburu Anda

Menteri Kolombia Ancam Kartel Narkoba: Menyerah Atau Kami Akan Memburu Anda

Global
Nama Calon Bayi Iparnya Sama dengan Nama Anjingnya, Pria Ini Bingung

Nama Calon Bayi Iparnya Sama dengan Nama Anjingnya, Pria Ini Bingung

Global
10 Negara dengan Kualitas Hidup Terbaik di Dunia

10 Negara dengan Kualitas Hidup Terbaik di Dunia

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.