Mantan Penasihat Trump Peringatkan Taliban Bisa Dapat Ratusan Senjata Nuklir

Kompas.com - 28/09/2021, 15:03 WIB
Taliban berpatroli di pasar Kota Tua Kabul, Afghanistan, Selasa, 14 September 2021. AP/BERNAT ARMANGUE via VOA INDONESIATaliban berpatroli di pasar Kota Tua Kabul, Afghanistan, Selasa, 14 September 2021.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Mantan penasihat presiden AS Donald Trump memeringatkan, Taliban bisa memeroleh 150 senjata nuklir dari Pakistan setelah menguasai Afghanistan.

Ucapan John Bolton itu terjadi hampir satu bulan setelah AS dan sekutunya meninggalkan Afghanistan, memberikan jalan yang lapang bagi milisi untuk berkuasa.

Baca juga: Mantan Pemimpin ISIS-K Dieksekusi oleh Taliban

Bolton yang menjabat sebagai penasihat keamanan nasional Trump periode April 2018 sampai September 2019 memeringatkan akan ancaman yang lebih besar.

Dalam wawancara dengan WABC 770, Bolton berujar keberadaan Taliban di Afghanistan membuat keamanan Pakistan juga rentan akan serangan teroris.

"Artinya, ada kemungkinan mereka bisa mendapatkan 150 senjata nuklir yang bisa dipakai mengancam kita dan sekutu kita," ungkapnya.

Sebelumnya, beredar rumor milisi merekrut mata-mata siber China untuk membantu mengawasi masyarakat Afghanistan, dan mencegah mereka membangkang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sumber intelijen Barat mengungkapkan, milisi tidak ingin adanya pergerakan politik seperti Arab Springs 2011 silam.

"China sudah menyokong Taliban, bersiap untuk momen ini setelah bertahun-tahun lamanya," ujar sumber tersebut.

Dilansir Daily Mirror Senin (27/9/2021), Beijing sudah berpengalaman mengontrol telepon, internet, dan komunikasi warganya.

Bantuan tersebut membuat milisi mendapatkan kekuasaan untuk mengawasi media sosial sosok yang berniat membangkang mereka.

"Sokongan itu juga membuat Taliban membatasi komunikasi mantan pejabat maupun pasukan era pemerintahan sebelumnya yang mereka incar," kata sumber itu.

Baca juga: Taliban Desak Maskapai Internasional Lanjutkan Operasi di Afghanistan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kerabat 10 Korban Tewas akibat AS Salah Tembak Mengira ISIS-K, Ditawari Kompensasi

Kerabat 10 Korban Tewas akibat AS Salah Tembak Mengira ISIS-K, Ditawari Kompensasi

Global
Berjasa Mempererat Hubungan Indonesia-Jepang, 6 Orang Ini Dapat Penghargaan dari Kedubes Jepang

Berjasa Mempererat Hubungan Indonesia-Jepang, 6 Orang Ini Dapat Penghargaan dari Kedubes Jepang

Global
3 Astronot China Mendarat di Stasiun Luar Angkasa untuk Misi Terlama

3 Astronot China Mendarat di Stasiun Luar Angkasa untuk Misi Terlama

Global
Inggris Nyatakan Penusukan David Amess sebagai Insiden Teroris

Inggris Nyatakan Penusukan David Amess sebagai Insiden Teroris

Global
Seorang Suami Bunuh Istri dengan Ular Kobra yang Sangat Kelaparan untuk Kuasai Harta

Seorang Suami Bunuh Istri dengan Ular Kobra yang Sangat Kelaparan untuk Kuasai Harta

Global
16 Oktober 1923: Walt Disney Company Berdiri

16 Oktober 1923: Walt Disney Company Berdiri

Internasional
Kondisi Mantan Presiden AS Bill Clinton Membaik, tapi Masih di RS

Kondisi Mantan Presiden AS Bill Clinton Membaik, tapi Masih di RS

Global
Siapa David Amess, Anggota Parlemen Inggris yang Tewas Ditusuk?

Siapa David Amess, Anggota Parlemen Inggris yang Tewas Ditusuk?

Global
Para Guru di Inggris Khawatir Bocah-bocah SD Peragakan Adegan Kekerasan Film Squid Game

Para Guru di Inggris Khawatir Bocah-bocah SD Peragakan Adegan Kekerasan Film Squid Game

Global
POPULER GLOBAL: China Tak Perlu Perang Rebut Taiwan | David Amess Tewas Ditusuk

POPULER GLOBAL: China Tak Perlu Perang Rebut Taiwan | David Amess Tewas Ditusuk

Global
Seorang Polisi Inggris Dipecat karena Tidak Jujur Bayar Camilan di Kantin Amal

Seorang Polisi Inggris Dipecat karena Tidak Jujur Bayar Camilan di Kantin Amal

Global
Penelitian: Iklim di Amazon pada 2500 Diramalkan Berubah Jadi Tandus

Penelitian: Iklim di Amazon pada 2500 Diramalkan Berubah Jadi Tandus

Global
Anggota Parlemen Inggris David Amess Tewas Ditusuk Saat Acara

Anggota Parlemen Inggris David Amess Tewas Ditusuk Saat Acara

Global
Dapat 6.000 Tanda Tangan, Petisi Orang Belum Divaksin Boleh Masuk Mal Singapura Hilang

Dapat 6.000 Tanda Tangan, Petisi Orang Belum Divaksin Boleh Masuk Mal Singapura Hilang

Global
Putin: 2.000 Anggota ISIS Berkumpul di Afghanistan Utara, Akan Menyamar Jadi Pengungsi

Putin: 2.000 Anggota ISIS Berkumpul di Afghanistan Utara, Akan Menyamar Jadi Pengungsi

Global

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.