Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

AS Prihatin Lihat Susunan Kabinet Pemerintahan Baru Afghanistan

Kompas.com - 08/09/2021, 15:49 WIB
Shintaloka Pradita Sicca

Penulis

Sumber BBC

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - AS menyatakan prihatin setelah Taliban mengumumkan pemerintahan baru Afghanistan yang seluruhnya laki-laki dan beberapa masuk dalam daftar hitam.

Kelompok militan Taliban menguasai Afghanistan dalam serangan besar-besaran lebih dari 3 pekan lalu. Aksi protes yang dipimpin oleh perempuan telah diadakan untuk melawan kelompok tersebut sejak saat itu.

Pada Selasa (7/9/2021), Taliban mengumumkan susunan kabinet sementara pemerintahan baru Afghanistan. Dipimpin oleh Mullah Mohammad Hasan Akhund, yang masuk dalam daftar hitam PBB. Ada juga, Sirajuddin Haqqani yang diburu FBI.

Baca juga: Tokoh Kunci Taliban dalam Kabinet Kerja Rezim Pemerintahan Baru Afghanistan

Kelompok itu sebelumnya mengatakan mereka ingin membentuk pemerintahan yang inklusif.

Dalam sebuah pernyataan pada Selasa, Kementerian Luar Negeri AS mengatakan, "Kami mencatat daftar nama yang diumumkan secara eksklusif terdiri dari individu yang menjadi anggota Taliban atau rekan dekat mereka dan tidak ada wanita."

"Kami juga prihatin dengan afiliasi dan rekam jejak beberapa individu," ujar instansi AS tersebut seperti yang dilansir dari BBC pada Rabu (8/9/2021).

Ia menambahkan bahwa Amerika akan "menilai Taliban dengan tindakannya, bukan kata-katanya".

Kementerian Luar Negeri AS mengatakan Washington akan "terus memegang komitmen Taliban" untuk mengizinkan perjalanan yang aman bagi warga negara asing dan warga Afghanistan dengan dokumen perjalanan, "termasuk mengizinkan penerbangan yang saat ini siap terbang keluar dari Afghanistan".

"Kami juga menegaskan kembali harapan kami yang jelas, bahwa Taliban memastikan tanah Afghanistan tidak digunakan untuk mengancam negara lain," katanya, menambahkan, "Dunia mengawasi dengan cermat."

Baca juga: Sosok Mullah Hasan Akhund, Pemimpin Sementara Afghanistan Era Taliban


Hukum agama

Pada Selasa, sebuah pernyataan yang dikaitkan dengan Pemimpin Tertinggi Taliban Mawlawi Hibatullah Akhundzada mengatakan kepada pemerintah untuk menegakkan hukum agama.

Sementara itu, disebutkan juga katanya Taliban menginginkan hubungan yang "kuat dan sehat" dengan negara lain.

Mereka juga akan menghormati hukum dan perjanjian internasional selama tidak bertentangan dengan "hukum Islam dan nilai-nilai nasional negara".

Ada pun susunan kabinet sementara pemerintahan baru Afghanistan Taliban yang diumumkan pada Selasa:

Mullah Mohammad Hasan Akhund ditetapkan sebagai perdana menteri.

Di rezim Taliban sebelumnya, ia menjabat sebagai wakil menteri luar negeri Afghanistan dari 1996 hiingga 2001.

Halaman:

Terkini Lainnya

Serangan Ukraina di Belgorod Rusia, 9 Orang Terluka

Serangan Ukraina di Belgorod Rusia, 9 Orang Terluka

Global
Inggris Selidiki Klaim Hamas Terkait Seorang Sandera Terbunuh di Gaza

Inggris Selidiki Klaim Hamas Terkait Seorang Sandera Terbunuh di Gaza

Global
Serangan Drone Ukraina Sebabkan Kebakaran di Kilang Minyak Volgograd Rusia

Serangan Drone Ukraina Sebabkan Kebakaran di Kilang Minyak Volgograd Rusia

Global
PBB Serukan Gencatan Senjata di Gaza Segera, Perang Harus Dihentikan

PBB Serukan Gencatan Senjata di Gaza Segera, Perang Harus Dihentikan

Global
Pendaki Nepal, Kami Rita Sherpa, Klaim Rekor 29 Kali ke Puncak Everest

Pendaki Nepal, Kami Rita Sherpa, Klaim Rekor 29 Kali ke Puncak Everest

Global
4.073 Orang Dievakuasi dari Kharkiv Ukraina akibat Serangan Rusia

4.073 Orang Dievakuasi dari Kharkiv Ukraina akibat Serangan Rusia

Global
Macron Harap Kylian Mbappe Bisa Bela Perancis di Olimpiade 2024

Macron Harap Kylian Mbappe Bisa Bela Perancis di Olimpiade 2024

Global
Swiss Juara Kontes Lagu Eurovision 2024 di Tengah Demo Gaza

Swiss Juara Kontes Lagu Eurovision 2024 di Tengah Demo Gaza

Global
Korsel Sebut Peretas Korea Utara Curi Data Komputer Pengadilan Selama 2 Tahun

Korsel Sebut Peretas Korea Utara Curi Data Komputer Pengadilan Selama 2 Tahun

Global
Rangkuman Hari Ke-808 Serangan Rusia ke Ukraina: Bala Bantuan untuk Kharkiv | AS Prediksi Serangan Terbaru Rusia

Rangkuman Hari Ke-808 Serangan Rusia ke Ukraina: Bala Bantuan untuk Kharkiv | AS Prediksi Serangan Terbaru Rusia

Global
Biden: Gencatan Senjata dengan Israel Bisa Terjadi Secepatnya jika Hamas Bebaskan Sandera

Biden: Gencatan Senjata dengan Israel Bisa Terjadi Secepatnya jika Hamas Bebaskan Sandera

Global
Israel Dikhawatirkan Lakukan Serangan Darat Besar-besaran di Rafah

Israel Dikhawatirkan Lakukan Serangan Darat Besar-besaran di Rafah

Global
Wanita yang Dipenjara Setelah Laporkan Covid-19 di Wuhan pada 2020 Dibebaskan

Wanita yang Dipenjara Setelah Laporkan Covid-19 di Wuhan pada 2020 Dibebaskan

Global
Rusia Klaim Rebut 5 Desa dalam Pertempuran Sengit di Kharkiv

Rusia Klaim Rebut 5 Desa dalam Pertempuran Sengit di Kharkiv

Global
Di Balik Serangan Israel ke Rafah yang Bahkan Tak Bisa Dihalangi AS

Di Balik Serangan Israel ke Rafah yang Bahkan Tak Bisa Dihalangi AS

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com