Putin dan Erdogan Bahas Situasi Afghanistan, Sepakat Perkuat Koordinasi

Kompas.com - 22/08/2021, 17:02 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) menjabat tangan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di resor Laut Hitam, Sochi, pada 22 Oktober 2019. REUTERS/SERGEI CHIRIKOV/POOLPresiden Rusia Vladimir Putin (kanan) menjabat tangan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di resor Laut Hitam, Sochi, pada 22 Oktober 2019.

MOSKWA, KOMPAS.com – Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Tayyip Erdogan membahas situasi di Afghanistan melalui sambungan telepon.

Kantor kepresidenan Rusia, Kremlin, menyebutkan bahwa kedua pemimpin tersebut sepakat memperkuat koordinasi bilateral mengenai masalah Afghanistan.

Kremlin menuturkan, prioritas Putin adalah upaya kontra-terorisme dan menangani perdagangan narkoba sebagaimana dilansir Reuters, Sabtu (20/8/2021).

Baca juga: Taliban Diduga Membakar Taman Hiburan di Afghanistan

Di sisi lain, Erdogan menyuarakan harapannya agar transisi kekuasaan di Afghanistan tidak merembet pada kekerasan dan berjalan lunak.

Erdogan menuturkan bahwa penting agar Taliban tidak mengulangi kesalahan sebelumnya dan menepati janji mereka dengan pendekatan yang inklusif secara etnik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pemerintah baru yang akan dibentuk di Afghanistan harus inklusif dan mewakili keragaman rakyat Afghanistan," kata Erdogan kepada Putin.

Baca juga: Kisah Hidup Wanita Afghanistan di Bawah Pemerintahan Taliban pada 1999

Pada Rabu (18/8/2021), Erdogan mengatakan bahwa Turki masih bertujuan untuk menjaga keamanan di bandara Kabul meski Taliban sudah menguasai kota tersebut.

Sejak Taliban menguasai Kabul pada 15 Agustus, ribuan warga sipil dan sekutu militer Afghanistan memutuskan untuk melarikan diri ke tempat yang aman.

Penaklukkan kelompok itu atas ibu kota menandai kembalinya kekuasaan Taliban atas Afghanistan setelah digulingkan selama 20 tahun akibat diinvasi pasukan AS dan sekutunya pada 2001.

Baca juga: Angelina Jolie Bagikan Surat Menyentuh dari Gadis Afghanistan

Sementara itu, putra seorang tokoh anti-Taliban yang terkenal di Afghanistan menyerukan perlawanan terhadap kelompok garis keras tersebut.

Laki-laki bernama Ahmad Massoud tersebut menyatakan, dia memiliki kekuatan untuk melakukan perlawanan yang efektif.

Ahmad Massoud juga meminta AS untuk memasok senjata dan amunisi kepada para milisinya.

Baca juga: Wanita Afghanistan Melahirkan di Tengah Penerbangan, Pesawat AS Mendarat di Jerman

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber Reuters
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kali Pertama, Rusia Laporkan 1.002 Kematian akibat Covid-19 dalam Sehari

Kali Pertama, Rusia Laporkan 1.002 Kematian akibat Covid-19 dalam Sehari

Global
Maling di Australia Curi Sepeda Motor Pakai Traktor Sawah

Maling di Australia Curi Sepeda Motor Pakai Traktor Sawah

Global
China Uji Rudal Hipersonik Berkemampuan Nuklir, AS Terkejut

China Uji Rudal Hipersonik Berkemampuan Nuklir, AS Terkejut

Global
Iran Tunda Lagi Eksekusi Tahanan yang Dipenjara Sejak Usia 17 Tahun

Iran Tunda Lagi Eksekusi Tahanan yang Dipenjara Sejak Usia 17 Tahun

Global
Shalat Subuh Pertama Tanpa Jaga Jarak, Arab Saudi Izinkan Masjidil Haram Kapasitas Penuh

Shalat Subuh Pertama Tanpa Jaga Jarak, Arab Saudi Izinkan Masjidil Haram Kapasitas Penuh

Global
Diintimidasi Taliban, Maskapai Pakistan Hentikan Operasi ke Kabul

Diintimidasi Taliban, Maskapai Pakistan Hentikan Operasi ke Kabul

Global
Mantan Gubernur dan Beberapa Kroninya di Bank Sentral Iran Dihukum Penjara

Mantan Gubernur dan Beberapa Kroninya di Bank Sentral Iran Dihukum Penjara

Global
Masjid Syiah Terus Jadi Target Serangan, Taliban Berjanji Tingkatkan Keamanan

Masjid Syiah Terus Jadi Target Serangan, Taliban Berjanji Tingkatkan Keamanan

Global
Intelijen AS: Korut Bakal Uji Coba Rudal Balistik Tahun Depan

Intelijen AS: Korut Bakal Uji Coba Rudal Balistik Tahun Depan

Global
Alat Setrum Kelamin dan Kursi Hukuman, Cara China Siksa Tahanan Menurut Mantan Perwiranya

Alat Setrum Kelamin dan Kursi Hukuman, Cara China Siksa Tahanan Menurut Mantan Perwiranya

Global
Jenderal Min Aung Hlaing, Junta Militer Myanmar Dikeluarkan dari KTT ASEAN

Jenderal Min Aung Hlaing, Junta Militer Myanmar Dikeluarkan dari KTT ASEAN

Global
Setelah Unggah Video Mengaku Dapat Ancaman, Wanita Qatar Ini Hilang Secara Misterius

Setelah Unggah Video Mengaku Dapat Ancaman, Wanita Qatar Ini Hilang Secara Misterius

Global
Kemenlu Verifikasi Dugaan Staf KJRI Los Angeles Aniaya ART yang Disorot Media AS

Kemenlu Verifikasi Dugaan Staf KJRI Los Angeles Aniaya ART yang Disorot Media AS

Global
Kematian Harian Covid-19 Rusia Lampaui 1.000 Jiwa untuk Pertama Kalinya

Kematian Harian Covid-19 Rusia Lampaui 1.000 Jiwa untuk Pertama Kalinya

Global
Taliban Akan Umumkan Izin Sekolah Menengah bagi Anak Perempuan Afghanistan

Taliban Akan Umumkan Izin Sekolah Menengah bagi Anak Perempuan Afghanistan

Global

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.