Kompas.com - 22/08/2021, 13:53 WIB
Aktris AS Angelina Jolie, utusan khusus Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), memberikan pernyataan di Goudebo, sebuah kamp yang menerima lebih dari 11 ribu pengungsi Mali di Burkina Faso utara, pada Hari Pengungsi Internasional (20/6/2021). AFP/Olympia De MaismontAktris AS Angelina Jolie, utusan khusus Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), memberikan pernyataan di Goudebo, sebuah kamp yang menerima lebih dari 11 ribu pengungsi Mali di Burkina Faso utara, pada Hari Pengungsi Internasional (20/6/2021).

LOS ANGELES, KOMPAS.com - Angelina Jolie telah membagikan surat yang dierimanya dari seorang gadis Afghanistan.

Dilansir Independent, surat itu merinci ketakutan gadis yang tinggal di negara itu.

Aktris dan utusan khusus untuk Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi ini membuat akun Instagram untuk membagikan surat yang dia anonimkan.

"Kita semua kehilangan kebebasan dan dipenjara lagi," tulis surat itu.

Baca juga: Raih 1,7 Juta Followers dalam 1 Jam, Angelina Jolie Kalahkan Rekor Jennifer Aniston

“Kami semua memiliki hak, kami dapat mempertahankan hak kami dengan bebas, tetapi ketika mereka (Taliban) datang, kami semua takut pada mereka dan kami pikir semua impian kami hilang,” tambahnya.

Caption foto itu, ditulis Jolie dengan amat menyentuh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Ini adalah surat dari seorang gadis remaja di Afghanistan. Saat ini, masyarakat Afghanistan kehilangan kemampuan untuk berkomunikasi di media sosial dan mengekspresikan diri secara bebas."

“Jadi saya datang di Instagram untuk berbagi cerita dan suara mereka di seluruh dunia yang berjuang untuk hak asasi manusia mereka,” tulisnya.

Baca juga: Angelina Jolie Bikin Akun Instagram, Diserbu Jutaan Pengikut dan Unggah Surat Gadis Afghanistan

Akun baru Jolie telah mengumpulkan lebih dari 4,9 juta pengikut.

“Saya berada di perbatasan Afghanistan dua minggu sebelum 9/11, di mana saya bertemu dengan para pengungsi Afghanistan yang melarikan diri dari Taliban. Ini terjadi dua puluh tahun yang lalu," ujarnya.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Qatar Banggakan Stadion Bongkar-Pasang untuk Piala Dunia 2022, Apa Istimewanya?

Qatar Banggakan Stadion Bongkar-Pasang untuk Piala Dunia 2022, Apa Istimewanya?

Global
5 Anggota Parlemen AS Kunjungan Mendadak ke Taiwan, Apa Tujuannya?

5 Anggota Parlemen AS Kunjungan Mendadak ke Taiwan, Apa Tujuannya?

Global
Sempat Mundur Beberapa Hari Lalu, Magdalena Andersson Jadi PM Swedia Lagi

Sempat Mundur Beberapa Hari Lalu, Magdalena Andersson Jadi PM Swedia Lagi

Global
Foto Perempuan Bermata Sipit dengan Produk Dior Picu Polemik di China

Foto Perempuan Bermata Sipit dengan Produk Dior Picu Polemik di China

Global
Wanita Ini Tak Ingin Tinggalkan Suaminya yang Terlalu Ganteng Meski Sering Disiksa

Wanita Ini Tak Ingin Tinggalkan Suaminya yang Terlalu Ganteng Meski Sering Disiksa

Global
Menteri Utama Skotlandia: Varian Omicron Harus Disikapi dengan Serius

Menteri Utama Skotlandia: Varian Omicron Harus Disikapi dengan Serius

Global
Gejala-gejala Covid-19 Varian Omicron Menurut Dokter yang Menemukannya

Gejala-gejala Covid-19 Varian Omicron Menurut Dokter yang Menemukannya

Global
WHO: Risiko Covid-19 Varian Omicron Sangat Tinggi

WHO: Risiko Covid-19 Varian Omicron Sangat Tinggi

Global
13 Kasus Covid-19 Varian Omicron Muncul di Klub Sepak Bola Portugal

13 Kasus Covid-19 Varian Omicron Muncul di Klub Sepak Bola Portugal

Global
Meski Peng Shuai Sudah Muncul Lagi, WTA Masih Khawatir dengan Kondisinya

Meski Peng Shuai Sudah Muncul Lagi, WTA Masih Khawatir dengan Kondisinya

Global
Milisi Iran Bikin Video Game dengan George Floyd Jadi Pahlawannya

Milisi Iran Bikin Video Game dengan George Floyd Jadi Pahlawannya

Global
Dokter Muda Afghanistan Dibunuh Taliban karena Tak Berhenti di Pos Pemeriksaan

Dokter Muda Afghanistan Dibunuh Taliban karena Tak Berhenti di Pos Pemeriksaan

Global
Mahkamah Agung India Desak Pemerintah New Delhi Kendalikan Polusi Udara yang Parah

Mahkamah Agung India Desak Pemerintah New Delhi Kendalikan Polusi Udara yang Parah

Global
Suami Istri Kabur dari Tempat Karantina Covid-19, Polisi Militer Dikerahkan

Suami Istri Kabur dari Tempat Karantina Covid-19, Polisi Militer Dikerahkan

Global
100 Persen Warga UEA Sudah Disuntik Vaksin Covid-19 Minimal 1 Dosis

100 Persen Warga UEA Sudah Disuntik Vaksin Covid-19 Minimal 1 Dosis

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.