Kompas.com - 22/08/2021, 13:40 WIB
Ratusan orang berlarian ke arah pesawat transportasi C-17 milik Amerika Serikat di Bandara Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan, pada 16 Agustus 2021. VERIFIED UCC via APRatusan orang berlarian ke arah pesawat transportasi C-17 milik Amerika Serikat di Bandara Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan, pada 16 Agustus 2021.

BERLIN, KOMPAS.com - Pesawat militer AS melakukan pendaratan di Jerman, setelah seorang wanita Afghanistan melahirkan di tengah penerbangan.

Pejabat Angkatan Udara AS menyatakan, ibu itu melahirkan bayi perempuan sesaat setelah pesawat mendarat di Pangkalan Udara Ramstein.

Komandan di pesawat kargo C-17 menerangkan, dia memutuskan menurunkan ketinggian supaya nyawa si ibu tertolong.

Baca juga: Saat 640 Warga Afghanistan Menjejali Pesawat Kargo AS yang Hanya Muat 150 Orang

Begitu mendarat di Jerman, tim medis bergegas ke pesawat dan membantu persalinan wanita yang tak disebutkan identitasnya itu.

Baik ibu dan putrinya dilaporkan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat dengan kondisi mereka berdua stabil.

"Personel medis dari Grup Medis Ke-86 membantu ibu Afghanistan dan anaknya beberapa saat setelah bersalin di atas pesawat," demikian twit dari militer AS.

Dilansir Sky News Minggu (22/8/2021), perempuan itu mengalami kontraksi ketika pesawat baru saja keluar dari Timur Tengah.

Komandan C-17 dengan kode panggilan Reach 828 itu segera memerintahkan supaya burung besi tersebut menurunkan ketinggian.

Dengan turun di ketinggian tertentu, maka tekanan udara di kabin meningkat dan membantu menstabilkan si ibu.

Segera setelah melakukan pendaratan di Jerman, tim dari korps medis AU AS datang dan membantu persalinannya.

Unggahan tersebut menjadi viral dan menuai sentimen positif dari netizen. "Orang-orang ini adalah pahlawan," kata salah satu pengguna internet.

AS dan sekutunya menggelar misi penyelamatan begitu Afghanistan jatuh ke tangan Taliban pada 15 Agustus 2021.

Prioritas negara Barat tak hanya warganya. Namun juga orang Afghanistan yang membantu mereka selama 20 tahun invasi.

Baca juga: Kronologi Sebelum Ashraf Ghani Tinggalkan Afghanistan, Diklaim Hanya Pergi dengan Pakaian di Tubuhnya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Sky News
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perhiasan Tertua di Dunia Ditemukan di Maroko Berusia 150.000 Tahun

Perhiasan Tertua di Dunia Ditemukan di Maroko Berusia 150.000 Tahun

Global
Dituduh Berhubungan Seks dengan Kambing, Pria Malaysia Terancam Hukuman Cambuk dan Penjara

Dituduh Berhubungan Seks dengan Kambing, Pria Malaysia Terancam Hukuman Cambuk dan Penjara

Global
Daftar Negara Blok Barat dan Blok Timur dalam Perang Dingin

Daftar Negara Blok Barat dan Blok Timur dalam Perang Dingin

Global
Kisah Kelam Patrizia Reggiani, Istri dan Dalang Pembunuhan Pewaris Merek Gucci

Kisah Kelam Patrizia Reggiani, Istri dan Dalang Pembunuhan Pewaris Merek Gucci

Global
3 Film Indonesia Meriahkan Festival Film Terbesar di Belarus, Listapad 2021

3 Film Indonesia Meriahkan Festival Film Terbesar di Belarus, Listapad 2021

Global
Presiden Ukraina: Kami Siap Perang Lawan Rusia

Presiden Ukraina: Kami Siap Perang Lawan Rusia

Global
Selebgram China Bunuh Diri Saat Livestream, Abunya Dicuri Orang untuk Pernikahan Hantu

Selebgram China Bunuh Diri Saat Livestream, Abunya Dicuri Orang untuk Pernikahan Hantu

Global
5 Senjata Nuklir Mematikan Era Perang Dingin

5 Senjata Nuklir Mematikan Era Perang Dingin

Internasional
Seminggu Ditutup karena Polusi, Sekolah di New Delhi India Akan Buka Lagi 29 November

Seminggu Ditutup karena Polusi, Sekolah di New Delhi India Akan Buka Lagi 29 November

Global
Enggan Vaksin, Seorang Pria Ikut 'Pesta Covid-19' Berharap Bisa Dapat Kekebalan, Akhirnya Begini…

Enggan Vaksin, Seorang Pria Ikut "Pesta Covid-19" Berharap Bisa Dapat Kekebalan, Akhirnya Begini…

Global
Terinspirasi Legenda Cinta Abadi, Pria India Bangun Taj Mahal Mini untuk Kekasihnya

Terinspirasi Legenda Cinta Abadi, Pria India Bangun Taj Mahal Mini untuk Kekasihnya

Global
Punya Putri Bernama Mara dan Dona, Pasangan Ini Namai Anak Barunya 'Diego'

Punya Putri Bernama Mara dan Dona, Pasangan Ini Namai Anak Barunya "Diego"

Global
Dipecat karena Selalu Pulang-Pergi Tepat Waktu, Keluh Kesah Wanita Ini Viral

Dipecat karena Selalu Pulang-Pergi Tepat Waktu, Keluh Kesah Wanita Ini Viral

Global
Mengenal Peter yang Agung, Sosok Pembaharu Rusia

Mengenal Peter yang Agung, Sosok Pembaharu Rusia

Global
Covid-19 Memburuk, Belanda Lockdown Parsial dan Tutup Total Saat Malam

Covid-19 Memburuk, Belanda Lockdown Parsial dan Tutup Total Saat Malam

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.