China Dicurigai Bangun Lebih dari 100 Silo Rudal di Gurun Gansu

Kompas.com - 02/07/2021, 10:41 WIB
China membangun lebih dari 100 silo rudal di daerah gurun Gansu, menurut analisis foto satelit perusahaan Planet. [SS/YOUTUBE/WION]  SS/YOUTUBE/WIONChina membangun lebih dari 100 silo rudal di daerah gurun Gansu, menurut analisis foto satelit perusahaan Planet. [SS/YOUTUBE/WION]

BEIJING, KOMPAS.com - Analisis foto satelit menunjukkan China membangun lebih dari 100 silo rudal di padang pasir, yang menandakan kemungkinan perluasan kemampuan nuklir negara itu.

Analis memperingatkan peningkatan kemampuan nuklir China menandakan "perkembangan yang mengkhawatirkan", tetapi juga mendesak untuk hati-hati dalam meresponsnya.

Penelitian terhadap peningkatan nuklir China pertama dilaporkan oleh Washington Post pada Kamis (1/7/2021), yang mengidentifikasi adanya pembangunan lebih dari 100 silo rudal di gurun provinsi Gansu, yang kemungkinan untuk menyimpan rudal balistik antarbenua.

Baca juga: Pentagon: AS Tarik Sistem Pertahanan Rudal dari Arab Saudi dan Negara-negara Timur Tengah Lainnya

Melansir The Guardian pada Kamis (1/7/2021), para peniliti dari James Martin Center for Nonproliferation Studies at the Middlebury Institute of International Studies, membuat penemuan itu melalui analisis foto satelit yang disediakan oleh perusahaan komersial, Planet.

Pakar nuklir AS Jeffrey Lewis menyebutkan bahwa silo rudal China tersebut tersebar di lahan seluas lebih dari 700 mil persegi, situs dekat Yumen, di antaranya juga terdapat pembangunan bunker bawah tanah, yang dapat berfungsi sebagai pusat peluncuran, jalur kabel tanah, jalanan, dan pangkalan militer kecil.

Menurut Lewis dengan melihat tata letaknya, itu mencerminkan sebagai situs peluncuran rudal balistik nuklir yang ada di Mongolia Dalam, menunjukkan China telah membangun atau sedang membangun setidaknya 145 silo rudal secara total.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami yakin China sedang memperluas kekuatan nuklirnya sebagian untuk menjaga pertahanan terhadap serangan AS dalam jumlah yang cukup untuk mengalahkan pertahanan rudal AS," ujar Lewis kepada Washington Post.

Baca juga: Jelang Pertemuan Biden-Putin, Rusia Luncurkan Rudal Hipersonik Kinzhal

Menurut Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm, China diyakini memiliki sekitar 350 hulu ledak nuklir, sekitar 30 lebih banyak dari pada 2020, dan jauh lebih sedikit dari AS atau Rusia.

Di tengah perlombaan senjata dan memburuknya hubungan dengan Washington, China dan Rusia enggan mengurangi persenjataan mereka tanpa batasan yang sesuai di AS.

Pada April, kepala pasukan nuklir AS telah memperingatkan "ekspansi menakjubkan" dari kemampuan nuklir China.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Alasan Catalonia Ingin Memisahkan Diri dari Spanyol?

Apa Alasan Catalonia Ingin Memisahkan Diri dari Spanyol?

Global
Dituntun oleh Kebab, Polisi Spanyol Tangkap Teroris yang Kabur dari ISIS

Dituntun oleh Kebab, Polisi Spanyol Tangkap Teroris yang Kabur dari ISIS

Global
Biografi Tokoh Dunia: Nero si Kaisar Romawi yang Jahat Berakhir Bunuh Diri

Biografi Tokoh Dunia: Nero si Kaisar Romawi yang Jahat Berakhir Bunuh Diri

Internasional
Mantan Penasihat Trump Peringatkan Taliban Bisa Dapat Ratusan Senjata Nuklir

Mantan Penasihat Trump Peringatkan Taliban Bisa Dapat Ratusan Senjata Nuklir

Global
Berusaha Selamatkan Temannya, Pria Ini Tewas Tersapu Ombak di Depan Mata Istrinya

Berusaha Selamatkan Temannya, Pria Ini Tewas Tersapu Ombak di Depan Mata Istrinya

Global
Mobilnya Terguling Saat Berhubungan Seks, Pasangan Ini Harus Diselamatkan Pejalan Kaki

Mobilnya Terguling Saat Berhubungan Seks, Pasangan Ini Harus Diselamatkan Pejalan Kaki

Internasional
Menang Tipis, Calon Kanselir Jerman Ini Bersiap Membentuk Koalisi Pemerintahan

Menang Tipis, Calon Kanselir Jerman Ini Bersiap Membentuk Koalisi Pemerintahan

Global
Mengenal Zone Rouge: Lahan 'Beracun' yang Jadi Area Terlarang di Perancis

Mengenal Zone Rouge: Lahan "Beracun" yang Jadi Area Terlarang di Perancis

Internasional
Keunikan Kota Llivia: 'Merdeka' dari Spanyol, Bebas Dukung Catalonia

Keunikan Kota Llivia: "Merdeka" dari Spanyol, Bebas Dukung Catalonia

Global
Detik-detik Kejatuhan Diktator Filipina Ferdinand Marcos

Detik-detik Kejatuhan Diktator Filipina Ferdinand Marcos

Internasional
Ferdinand Marcos, Diktator Filipina dengan Gelimang Kontroversinya

Ferdinand Marcos, Diktator Filipina dengan Gelimang Kontroversinya

Internasional
28 September 1989: Presiden Filipina Ferdinand Marcos Meninggal

28 September 1989: Presiden Filipina Ferdinand Marcos Meninggal

Internasional
TKI 3 Tahun Kerja Paksa Tak Dibayar di Malaysia, Dianiaya dan Ditendang Wajahnya

TKI 3 Tahun Kerja Paksa Tak Dibayar di Malaysia, Dianiaya dan Ditendang Wajahnya

Global
Tragedi Tewasnya Tim Sepak Bola Chapecoense, Pengatur Lalu Lintas Ini Ditangkap

Tragedi Tewasnya Tim Sepak Bola Chapecoense, Pengatur Lalu Lintas Ini Ditangkap

Internasional
Makin Canggih, China Pamerkan Armada Militer Udara Baru, Ada Jet Pengintai dan Drone

Makin Canggih, China Pamerkan Armada Militer Udara Baru, Ada Jet Pengintai dan Drone

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.