Pentagon: AS Tarik Sistem Pertahanan Rudal dari Arab Saudi dan Negara-negara Timur Tengah Lainnya

Kompas.com - 20/06/2021, 13:12 WIB
Perwira tentara AS dan Israel berjalan di depan sistem pertahanan rudal Patriot AS selama latihan militer gabungan Israel-AS Juniper Cobra di Pangkalan Angkatan Udara Hatzor Israel pada 8 Maret 2018. AFP PHOTO/JACK GUEZPerwira tentara AS dan Israel berjalan di depan sistem pertahanan rudal Patriot AS selama latihan militer gabungan Israel-AS Juniper Cobra di Pangkalan Angkatan Udara Hatzor Israel pada 8 Maret 2018.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pentagon menarik sistem pertahanan rudal, perangkat keras hingga personel militer lainnya dari Arab Saudi dan negara-negara lain di Timur Tengah, menurut seorang pejabat pertahanan Amerika Serikat (AS).

Proses ini dilakukan sebagai bagian dari langkah penyelarasan kembali misi AS, dan pasukannya untuk menghadapi China dan Rusia.

Baca juga: Di Era Biden, Bantuan Militer AS untuk Arab Saudi Dipangkas

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin menginstruksikan komandan Komando Pusat AS, yang mengawasi wilayah tersebut, untuk menarik pasukan musim panas ini.

Juru bicara Pentagon Cmdr Jessica McNulty mengatakan beberapa peralatan dan platform militer akan dikembalikan ke AS, untuk pemeliharaan dan perbaikan yang sangat dibutuhkan. Sementara aset lainnya akan dipindahkan ke wilayah lain.

Keputusan ini dibuat dalam koordinasi yang erat dengan negara tuan rumah dan dengan pandangan yang jelas untuk menjaga kemampuan AS memenuhi komitmen keamanannya.

Ini juga terkait mempertahankan sebagian dari kesiapan kapasitas AS, untuk memenuhi kebutuhan yang tinggi di masa depan jika terjadi kontingensi, kata dia melansir CNN pada Sabtu (19/6/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

McNulty dalam sebuah pernyataan juga menambahkan bahwa Pentagon tidak akan mengungkapkan ke mana atau kapan aset militer akan dikirim.

Baca juga: Menilik Perbandingan Keberuntungan Militer AS dan Rusia

The Wall Street Journal adalah yang pertama melaporkan pergerakan pasukan ini.

AS memperkuat jejak militernya di Arab Saudi setelah serangan September 2019 terhadap fasilitas minyak negara itu, yang dikaitkan dengan Iran.

Serangan tersebut sempat mengganggu pasokan minyak global.

Halaman:

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

POPULER GLOBAL: Jepang Lindungi Atlet Belarus yang Diusir | Temuan Ratusan Ribu Tulang Hewan dan Manusia Berusia Ribuan Tahun

POPULER GLOBAL: Jepang Lindungi Atlet Belarus yang Diusir | Temuan Ratusan Ribu Tulang Hewan dan Manusia Berusia Ribuan Tahun

Global
Biografi Tokoh Dunia: Profil: Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Lebih Berkuasa dari Presiden

Biografi Tokoh Dunia: Profil: Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Lebih Berkuasa dari Presiden

Global
Viral Foto Pejabat Filipina Lebih Besar dari Peraih Emas Olimpiade, Apakah Asli?

Viral Foto Pejabat Filipina Lebih Besar dari Peraih Emas Olimpiade, Apakah Asli?

Global
Investigasi Partai Republik AS Coba Buktikan Covid-19 Berasal dari Kebocoran Lab Wuhan

Investigasi Partai Republik AS Coba Buktikan Covid-19 Berasal dari Kebocoran Lab Wuhan

Global
Lamont Jacobs, 'One of Fastest Man Alive', Peraih Emas 100 Meter Putra Olimpiade

Lamont Jacobs, "One of Fastest Man Alive", Peraih Emas 100 Meter Putra Olimpiade

Global
Yulimar Rojas, Peraih Medali Emas Wanita Pertama Venezuela, Berterima Kasih pada Facebook

Yulimar Rojas, Peraih Medali Emas Wanita Pertama Venezuela, Berterima Kasih pada Facebook

Global
Kronologi Atlet Belarus Dilindungi Jepang Saat Dipaksa Pulang dari Olimpiade Tokyo

Kronologi Atlet Belarus Dilindungi Jepang Saat Dipaksa Pulang dari Olimpiade Tokyo

Global
Dolly Parton Investasikan Royalti Lagu Whitney Houston untuk Komunitas Kulit Hitam

Dolly Parton Investasikan Royalti Lagu Whitney Houston untuk Komunitas Kulit Hitam

Global
Dr Anthony Fauci: AS Tak Mungkin Kembali Terapkan Lockdown

Dr Anthony Fauci: AS Tak Mungkin Kembali Terapkan Lockdown

Global
Kebakaran 2 Hutan Besar di Yunani, Suhu Capai 45 Derajat Celsius

Kebakaran 2 Hutan Besar di Yunani, Suhu Capai 45 Derajat Celsius

Global
4 Fakta Unik Badminton, Olahraga Raket Tercepat di Dunia

4 Fakta Unik Badminton, Olahraga Raket Tercepat di Dunia

Global
Mengapa Badminton Lebih Populer di Negara Asia dibanding Eropa?

Mengapa Badminton Lebih Populer di Negara Asia dibanding Eropa?

Global
UPDATE Banjir China: 302 Orang Tewas, 50 Hilang

UPDATE Banjir China: 302 Orang Tewas, 50 Hilang

Global
Ketika Persembunyian Osama bin Laden Terungkap dari Baju yang Dijemur Istrinya

Ketika Persembunyian Osama bin Laden Terungkap dari Baju yang Dijemur Istrinya

Global
Jepang Lindungi Atlet Belarus Setelah Diusir Tim Olimpiadenya, Negara Lain Tawarkan Suaka

Jepang Lindungi Atlet Belarus Setelah Diusir Tim Olimpiadenya, Negara Lain Tawarkan Suaka

Global
komentar
Close Ads X